Kamis
27 Agustus 2026 | 7 : 29

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Spekulan Oksigen Masih Gentayangan, Ketua Fraksi DPRD Lamongan Minta Warga Lapor Polisi

pdip-jatim-dprd-lamongan-270421-ratna-marhaeni-b

LAMONGAN – Fenomena mencari untung sebanyak-banyaknya dari perdagangan oksigen medis masih terjadi di Lamongan. Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Lamongan, Ratna Mutia Marhaeni meminta masyarakat untuk tidak ragu melaporkan siapapun yang memainkan harga oksigen kepada aparat penegak hukum.

Ratna Mutia Marhaeni mengungkapkan, ia masih saja menerima keluhan dari warga perihal lonjakan harga seputar oksigen medis. Kepada Ratna, warga menceritakan jika mendapatkan penawaran harga regulator oksigen yang harganya melonjak lima kali lipat dari harga biasanya.

Untuk regulator yang biasanya seharga Rp 300 ribu, warga tersebut mengaku ditawari harga Rp 1,5 sampai 2 juta rupiah. Sementara si warga sangat membutuhkan untuk kebutuhan kerabatnya yang menjalani isolasi mandiri.

“Ini kan sudah sangat tidak manusiawi, kata Ratna, Sabtu (24/7/2021).

Wakil rakyat asal Kecamatan Sukodadi ini menandaskan, keluhan dari warga menjadi perhatian serius pihaknya. Apalagi ia bertugas di Komisi D DPRD Lamongan yang berurusan dengan bidang kesehatan.

Berikutnya, lanjut Ratna, ia meminta kepada aparat penegak hukum dan petugas di lapangan untuk mengawasi secara ketat dan mengatur pendistribusian obat-obatan ataupun tabung oksigen serta kelengkapannya selama PPKM darurat.

“Khususnya bagi rumah sakit maupun warga yang tengah isolasi mandiri,” tambahnya.

Bentuk pengawasan dilakukan tidak hanya terhadap perdagangan fisik, juga di situs jual beli online maupun media sosial. “Ini untuk mencegah terjadinya penipuan ataupun permainan harga,” tutur ibu dari dua anak ini.

Masih kata Ratna, pihaknya juga mendorong Pemerintah Kabupaten Lamongan agar segera membentuk satgas khusus untuk memastikan ketersediaan oksigen, obat dan alat kesehatan guna mencegah terjadinya unsur pelanggaran hukum dalam masalah tabung oksigen atau obat-obatan.

Hal ini, lanjutnya, membutuhkan kerjasama dengan aparat keamanan untuk mengingatkan masyarakat, agar tidak menimbun dan memanfaatkan situasi ditengah banyaknya permintaan.

“Yang terakhir kita juga mengimbau, agar masyarakat tidak ragu melaporkan kepada aparat apabila menemukan adanya oknum penimbun tabung oksigen atau obat-obatan terkait Covid-19 serta menjual di atas harga tak wajar,” pungkasnya. (ak/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Ingatkan Ayah Tak Cukup Jadi Pencari Nafkah, Harus Hadir untuk Anak

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengingatkan para ayah agar tidak hanya menjalankan peran sebagai pencari ...
LEGISLATIF

Wiwin Sumrambah: Teknologi Harus Diolah Jadi Peluang, Bukan Sekadar Konsumsi

JOMBANG – Anggota DPRD Jawa Timur Wiwin Sumrambah mendorong masyarakat tidak hanya menjadi pengguna teknologi, ...
LEGISLATIF

Novita Dorong Pacitan Naik Kelas Jadi Destinasi Incentive Trip Berkelas Nasional

PACITAN – Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini mendorong Kabupaten Pacitan mengoptimalkan kekayaan wisata alam ...
EKSEKUTIF

Kekeringan Mengancam, Bupati Yani Gerak Cepat Kirim 20 Ribu Liter Air Bersih ke Tenggor

GRESIK – Ancaman kekurangan air bersih mulai menghantui sejumlah wilayah Kabupaten Gresik. Pemkab Gresik bergerak ...
LEGISLATIF

Peternak Ayam Petelur Magetan Bakal ke Jakarta Sampaikan Aspirasi, DPRD Siap Mendampingi

MAGETAN – Komisi B DPRD Kabupaten Magetan bakal mengawal langsung persoalan perunggasan dan anjloknya harga telur ...
KRONIK

Hj. Ansari PDIP Salurkan Bantuan Pengeboran Sumur Air Bersih di Madura

PAMEKASAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Hj. Ansari, bantuan pengeboran sumur air bersih di Dusun Tlandung ...