Jumat
17 April 2026 | 8 : 54

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Diana Sasa Borong 3000-an Dagangan 60 Pedagang Kecil

pdip-jatim-dprd-jatim-200721-diana-sasa-a

MAGETAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Diana Amaliyah Verawatiningsih memborong dagangan para pedagang kecil selama masa PPKM darurat. Langkah tersebut dilakukan untuk membantu memutar roda perekonomian rakyat kecil.

Diana Amaliyah Verawatiningsih atau akrab disapa Diana Sasa mengatakan, pedagang makanan di Magetan yang terdampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mengeluhkan sepinya dagangan mereka. Terutama mereka yang biasanya berjualan malam hari.

“Omset para pedagang ini turun sampai 75 persen,” ungkapnya, Selasa (20/07/2021).

Seperti yang dituturkan Defi, pedagang tepo pecel yang berjualan di jalan MT Haryono. Biasanya Defi jualan tepo pecel mulai sore sampai jam 22.00 malam. Namun semenjak penerapan PPKM darurat berjualan sampai jam 20.00 malam. Dagangan yang dibawanya pun setengah dari hari biasanya.

“Takut tidak laku, apalagi orang dilarang kemana-mana. Jadinya tambah sepi apalagi tidak boleh makan di tempat,” keluh Defi.

Hal yang sama disampaikan Parno, pedagang nasi goreng keliling di sekitar RSUD Sayidiman hingga alun-alun.

“Parah sepinya, Mas, selama PPKM ini. Semalam laku 5 saja sudah bersyukur,” ujar dia.

Wakil rakyat bertugas di Komisi A DPRD jatim ini pun sigap merespon keluhan para pedagang. Ia bersama timnya kemudian secara bergiliran membeli jualan para pedagang untuk kemudian dibagikan lagi kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Ya, spontan saja ini. Ada bakul nasi goreng sambat ora payu (tidak laku), ya saya beli beberapa bungkus. Biar dia bisa segera pulang sebelum jam 8 malam. Nasinya saya bagikan lagi ke masyarakat. Acak saja, tidak ada target penerima khusus,” jelas Diana Sasa.

Diana pun merambah ke warung-warung yang terpaksa malah tutup, karena jika buka pun akan rugi. Dia lantas memesan nasi dan lauk untuk dibagikan lagi kepada yang membutuhkan.

“Banyak banget warung yang memilih tutup. Kalau buka malah mereka rugi bahan baku karena omset di bawah target. Kasihan kan. Makanya saya pesan makanan ke mereka, biar bisa dimasak di rumah,” urai Diana lagi.

Dijelaskan Sasa, total selama PPKM ini, sudah 60 warung lebih yang terbantu. Sudah 3000 lebih makanan terbagikan.

“Saya hanya ingin memberi contoh, agar masyarakat yang mampu juga ikut membantu nasib para pedagang ini. Belilah dagangannya. Pesan kan bisa lewat HP sekarang. Diantar ke rumah juga bisa. Bukan soal nilainya, tapi rasa gotong royongnya yang penting,” pungkas Diana Sasa. (rud/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

HEADLINE

PWI Jatim Anugerahi Said Abdullah, Dinilai Sukses Kelola Kebijakan Fiskal

MH Said Abdullah menerima penghargaan dari PWI Jawa Timur pada puncak Hari Pers Nasional 2026 di Surabaya, atas ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Minta OPD Surabaya Publikasikan Output dan Outcome Program ke Publik

Eri Cahyadi meminta OPD Surabaya mempublikasikan output dan outcome program untuk meningkatkan transparansi dan ...
LEGISLATIF

Puan Maharani Terima Penghargaan KWP Awards 2026, Tekankan Peran Media Kawal Kinerja DPR

Puan Maharani menerima penghargaan KWP Awards 2026 dan menegaskan peran penting media dalam mengawal serta ...
LEGISLATIF

Sawah di Pakusari Terdampak Limbah, DPRD Minta Pemkab Jember Pahami UU Pengelolaan Sampah

Pemkab Jember diminta memahami UU Pengelolaan Sampah setelah limbah mencemari irigasi dan mengancam 10 hektare ...
LEGISLATIF

Pansus DPRD Jatim Soroti Program OPD, Anggaran Besar Belum Tekan Kemiskinan

DPRD Jatim menilai program OPD belum berdampak signifikan terhadap penurunan kemiskinan meski capaian administratif ...
KRONIK

Bupati Lukman Minta BUMD Tingkatkan Kinerja, Topang Perekonomian Daerah

JAKARTA – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, berkomitmen untuk mendorong kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk ...