Sabtu
31 Oktober 2026 | 4 : 28

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Diana Sasa Borong 3000-an Dagangan 60 Pedagang Kecil

pdip-jatim-dprd-jatim-200721-diana-sasa-a

MAGETAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Diana Amaliyah Verawatiningsih memborong dagangan para pedagang kecil selama masa PPKM darurat. Langkah tersebut dilakukan untuk membantu memutar roda perekonomian rakyat kecil.

Diana Amaliyah Verawatiningsih atau akrab disapa Diana Sasa mengatakan, pedagang makanan di Magetan yang terdampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mengeluhkan sepinya dagangan mereka. Terutama mereka yang biasanya berjualan malam hari.

“Omset para pedagang ini turun sampai 75 persen,” ungkapnya, Selasa (20/07/2021).

Seperti yang dituturkan Defi, pedagang tepo pecel yang berjualan di jalan MT Haryono. Biasanya Defi jualan tepo pecel mulai sore sampai jam 22.00 malam. Namun semenjak penerapan PPKM darurat berjualan sampai jam 20.00 malam. Dagangan yang dibawanya pun setengah dari hari biasanya.

“Takut tidak laku, apalagi orang dilarang kemana-mana. Jadinya tambah sepi apalagi tidak boleh makan di tempat,” keluh Defi.

Hal yang sama disampaikan Parno, pedagang nasi goreng keliling di sekitar RSUD Sayidiman hingga alun-alun.

“Parah sepinya, Mas, selama PPKM ini. Semalam laku 5 saja sudah bersyukur,” ujar dia.

Wakil rakyat bertugas di Komisi A DPRD jatim ini pun sigap merespon keluhan para pedagang. Ia bersama timnya kemudian secara bergiliran membeli jualan para pedagang untuk kemudian dibagikan lagi kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Ya, spontan saja ini. Ada bakul nasi goreng sambat ora payu (tidak laku), ya saya beli beberapa bungkus. Biar dia bisa segera pulang sebelum jam 8 malam. Nasinya saya bagikan lagi ke masyarakat. Acak saja, tidak ada target penerima khusus,” jelas Diana Sasa.

Diana pun merambah ke warung-warung yang terpaksa malah tutup, karena jika buka pun akan rugi. Dia lantas memesan nasi dan lauk untuk dibagikan lagi kepada yang membutuhkan.

“Banyak banget warung yang memilih tutup. Kalau buka malah mereka rugi bahan baku karena omset di bawah target. Kasihan kan. Makanya saya pesan makanan ke mereka, biar bisa dimasak di rumah,” urai Diana lagi.

Dijelaskan Sasa, total selama PPKM ini, sudah 60 warung lebih yang terbantu. Sudah 3000 lebih makanan terbagikan.

“Saya hanya ingin memberi contoh, agar masyarakat yang mampu juga ikut membantu nasib para pedagang ini. Belilah dagangannya. Pesan kan bisa lewat HP sekarang. Diantar ke rumah juga bisa. Bukan soal nilainya, tapi rasa gotong royongnya yang penting,” pungkas Diana Sasa. (rud/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Novita Hardini Dorong Anak Muda Trenggalek Jadi Pencipta Gim, Buka Peluang Ekonomi Digital

TRENGGALEK – Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, mendorong generasi muda Trenggalek memanfaatkan peluang ...
KRONIK

Hari Jadi Sumenep ke-757, Bupati Fauzi Ziarah ke Makam Raja-Raja

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengajak masyarakat menjadikan sejarah dan perjuangan para ...
KRONIK

Dukung 18 Tuntutan Mahasiswa, DPRD Jember Siapkan Surat ke Pemerintah Pusat

JEMBER – DPRD Jember berjanji meneruskan 18 tuntutan mahasiswa kepada pemerintah pusat. Namun, lembaga legislatif ...
LEGISLATIF

Sri Untari Usulkan Wayang Dikembangkan dengan AI agar Diminati Generasi Muda

SURABAYA – Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Sri Untari Bisowarno, mengusulkan pemanfaatan kecerdasan buatan atau ...
LEGISLATIF

DPRD Tulungagung Sahkan 5 Perda, Fraksi PDI Perjuangan Soroti Isu Pendidikan hingga Disabilitas

TULUNGAGUNG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tulungagung bersama eksekutif resmi mengesahkan lima ...
LEGISLATIF

Buleks Apresiasi Prestasi Bank Suroboyo, Minta Kinerja Lima Tahun Berturut-turut Dipertahankan

SURABAYA – Anggota Komisi B DPRD Surabaya, Budi Leksono, mengapresiasi capaian BPR Surya Artha Utama (BPR SAU) atau ...