Jumat
18 September 2026 | 3 : 57

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Prestasi Magetan pun Menasional

pdip jatim - malam tirakatan magetan

pdip jatim - malam tirakatan magetanMAGETAN – Prestasi pembangunan di Kabupaten Magetan mendapat pengakuan dari berbagai pihak, tidak hanya di tingkat Provinsi Jawa Timur namun juga di tingkat nasional. Terbukti, kabupaten yang saat ini sedang merayakan ulang tahun ke-339 itu banyak meraih penghargaan di berbagai bidang.

Menurut Bupati Magetan Sumantri, penghargaan atas prestasi pembangunan ini tentunya sebagai apresiasi terhadap keberhasilan yang telah dicapai. “Magetan memiliki modal dasar cukup kuat untuk melaksanakan pembangunan segala bidang. Ini dibuktikan dengan berbagai prestasi yang diraih baik di tingkat provinsi maupun nasional,” kata Sumantri, Minggu (12/10/2014).

Beberapa penghargaan tingkat nasional yang telah diterima, di antaranya Piala Adipura untuk kedelapan kalinya di bidang kebersihan, dan Wahana Tata Nugraha dalam pengelolaan lalu lintas. Di bidang pendidikan, Kabupaten Magetan meraih penghargaan Adiwiyata Mandiri.

Di bidang kesehatan, Magetan sebagai satu-satunya kabupaten di Indonesia yang menerima dua penghargaan sekaligus, yakni Swasti Saba Wiwerda dan Manggala Karya Bhakti Husada Arutala. Disusul Penghargaan Pakarti Utama I Perilaku Hidup Bersih dan Sehat serta Penghargaan KB Lestari 20 tahun.

Tak ketinggalan, Penghargaan Bakti Koperasi dan UKM se-makin memperkuat predikat Magetan sebagai kabupaten berprestasi. “Pengakuan ini bukan semata untuk kebanggaan, namun sebagai pelecut semangat untuk mewujudkan kesejahteraan Magetan yang adil, mandiri dan bermartabat ” ujar bupati yang diusung PDI Perjuangan ini.

Terkait perayaan HUT ke-339, berbagai kegiatan pun dihelat Pemkab Magetan. Setelah Rabu (8/10/2014) lalu masyarakat diajak menyusuri rute napak tilas perpindahan pusat pemerintahan dari Magetan ke Kecamatan Parang, Sabtu (11/10/2014) malam pemkab menggelar malam tirakatan di Pendopo Suryagraha bersama muspida dan tokoh masyarakat.

Masih terkait hari jadi, Minggu (12/10/2014) sore Sumantri membuka pameran pembangunan yang akan digelar selama seminggu ke depan. Pameran pembangunan ini diikuti semua jajaran satuan kerja dan masyarakat yang menampilkan produk unggulan Magetan. Di antaranya nampak batik Pring Sedapur dan aneka olahan buah dan sayur.

Ditemui wartawan di sela mengunjungi stand pembangunan di stadion Yosonegoro yang jadi area pameran, Sumantri menyampaikan harapannya untuk Magetan ke depan. “Kita akan terus tingkatkan capaian pembangunan fisik maupun mental,” ujarnya.

Dia mencontohkan, di bidang pendidikan, hasil yang dapat dirasakan adalah berkurangnya penduduk usia 10 tahun ke atas yang tidak dapat baca tulis dan angka. Anak-anak di kabupaten Magetan bersekolah sesuai tingkat usiannya. “Angka putus sekolah dan angka ketidaklulusan di semua jenjang pendidikan relatif kecil,” kata Sumantri.

Sementara di sektor pertanian, tambah dia, Kabupaten Magetan mengalami peningkatan surplus untuk komoditas beras maupun sayur mayur. Untuk beberapa komoditas lain juga mengalami peningkatan surplus di antaranya daging unggas, telur, kedelai bahkan daging sapi. Dengan kata lain, dari sisi ketersediaan bahan pangan pokok untuk penduduk Magetan sudah mencukupi bahkan surplus.

Kemudian, untuk sektor industri yang sebagian besar berskala kecil dan menengah didominasi produk dan kerajinan kulit, anyaman bambu, makanan dan minuman, batu bata, genteng serta gerabah. Industri utama Kabupaten Magetan adalah penyamakan dan kerajinan kulit.

“Industri kerajinan kulit semakin berkembang dan tersebar di beberapa kecamatan yang mampu menyerap ratusan tenaga kerja. Pun demikian, nilai investasi terus meningkat dari waktu ke waktu,” tambahnya lagi.

Selanjutnya di bidang kesehatan, menunjukkan angka harapan hidup yang meningkat dari waktu ke waktu, disertai dengan menurunnya angka kematian bayi dan status gizi buruk. “Selain itu semakin baiknya pelayanan kesehatan dan peningkatan fasilitas baik di pondok kesehatan desa, puskesmas pembantu, puskesmas yang dapat melayani rawat inap,” ujarnya. (sa)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

95 Persen Peternak di Lamongan Tak Punya Legalitas, Terkendala Rumitnya Perizinan PBG

LAMONGAN – Berbagai aturan justeru menyulitkan peternak dalam mengakses program pemerintah hingga akses perbankan. ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Tak Ingin Bantuan Intan Berhenti di Bansos, Dorong Usaha Menjahit

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi tak ingin bantuan kepada Intan, ibu yang menjadi tulang punggung keluarga ...
KRONIK

Hari Kesadaraan Nasional, Bupati Ipuk: Birokrat Harus Peka

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, memimpin upacara peringatan Hari Kesadaran Nasional (HKN) di ...
KRONIK

Sadarestuwati: Padi MSP 65 Bisa Jadi Salah Satu Solusi Swasembada Pangan

JOMBANG – Padi MSP 65 atau GP 65 Bogor yang dikembangkan di lahan demplot Kabupaten Jombang menunjukkan hasil di ...
HEADLINE

Padi MSP 65 Panen 10 Ton per Hektare di Jombang, Ganjar Minta Uji Coba 3-4 Kali

JOMBANG – Padi GP 65 Bogor atau MSP 65 yang diuji coba di Kabupaten Jombang mencatat hasil panen rata-rata sekitar ...
HEADLINE

Wabup Ngawi Terus Pantau Kebakaran Lereng Utara Lawu, Sekat Bakar Dibuat untuk Melokalisir Api

NGAWI – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lereng utara Gunung Lawu wilayah Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, ...