Rabu
29 Juli 2026 | 3 : 57

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Ketua Fraksi Banteng Lamongan Imbau Warga Ikuti Vaksinasi

pdip-jatim-dprd-lamongan-17072021-ratna-mutia-marhaeni

LAMONGAN – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Lamongan, Ratna Mutia Marhaeni mengimbau warga untuk mengikuti Vaksinasi Covid-19. Penyintas Covid-19 ini juga meminta warga yang telah divaksin untuk tetap menerapkan protokol kesehatan.

Menurut Ratna, ia terus mengingatkan kepada masyarakat Lamongan yang belum mengikuti vaksinasi Covid-19 agar tidak ragu untuk ikut. Baik vaksinasi yang diselenggarakan oleh TNI, Polri, maupun pemerintah.

“Vaksinasi adalah bentuk ikhtiar negara untuk mengakhiri pandemi Cobid-19,” katanya, dihubungi melalui sambungan telepon, Sabtu (17/7/21).

Wakil rakyat bertugas di Komisi D ini menjelaskan, vaksinasi bertujuan melatih agar tubuh mengenali dan melawan serta kebal terhadap virus atau bakteri, khususnya Covid-19 saat ini.

Soal berbagai kabar beredar yang menyebutkan vaksin COvid-19 menimbulkan berbagai efek bagi tubuh, politisi perempuan ini mengatakan hal tersebut hanya sekadar ketidaknyamanan yang bersifat sementara.

“Sakitnya hanya karena ditusuk jarum suntik, kemudian ada bengkak. Mungkin juga ada yang sedikit mengalami demam, tapi itu tidak akan berlangsung lama,” imbuh Ratna Mutia Marhaeni.

Kalau vaksin efektif, lanjut Ratna, maka akan segera terbentuk antibodi sehingga tubuh akan kebal terhadap penyakit yang spesifik. “Maka mari sayangi diri kita dan keluarga kita dengan berbondong-bondong ke pos-pos pelayanan vaksinasi Covid khususnya di Lamongan,” ucap Ratna.

Legislator di komisi DPRD yang mejadi mitra kerja bidang kesehatan pemkab itu juga menyakinkan jik vaksin Covid-19 telah melalui serangkaian uji klinis. Sehingga bisa dipastikan keamanannya, khasiat, dan mutunya oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta para ahli kesehatan. Tidak itu saja, vaksin Covid juga telah mendapat restu dari Majelis Ulama Indonesia.

Sebelum menutup telepon, Ratna juga mememinta kepada warga Lamongan yang telah divaksin untuk tidak mengabaikan protokoler kesehatan. Karena kekebalan itu baru muncul satu bulan setelah vaksin.

“Dan dalam satu bulan itu masih sangat dimungkinkan untuk terpapar lagi jika masyarakat tidak patuh dengan protokoler kesehatan. Apalagi ada kemungkinan varian Covid bisa berubah,” pungkas Ratna. (ak/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

DPRD Jember Belum Bahas Persetujuan Pinjaman Daerah Akibat Defisit Rp987 Miliar

JEMBER – Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Jember, Candra Ary Fianto, menyatakan Tim Anggaran Pemerintah Daerah ...
KABAR CABANG

PDI Perjuangan Kabupaten Madiun Genjot Konsolidasi hingga Desa Hadapi Pemilu 2029

MADIUN – Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Madiun Fery Sudarsono mempercepat konsolidasi organisasi hingga tingkat ...
KABAR CABANG

Kukuhkan Pengurus Ranting, Doding Rahmadi Ingatkan Kader PDIP Jangan Lupakan Sejarah

TRENGGALEK – Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek, Doding Rahmadi, mengingatkan kader partai agar ...
LEGISLATIF

DPRD Magetan Beri Catatan Pertanggungjawaban APBD 2025, SiLPA Tinggi PAD Belum Optimal

MAGETAN – DPRD Kabupaten Magetan menggelar Rapat Paripurna dengan agenda Pengambilan Keputusan terhadap Rancangan ...
KABAR CABANG

DPC Nganjuk Gelar Khataman dan Sarasehan Peringati 30 Tahun Kudatuli

NGANJUK – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Nganjuk menggelar rangkaian kegiatan doa bersama ...
KRONIK

Sambut Hari Kemerdekaan, Suwito Gotong Royong Bersama Masyarakat Arosbaya Cat Pembatas Jalan

BANGKALAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bangkalan, Agus Suwito, menegaskan pentingnya gotong royong dan ...