Jumat
18 September 2026 | 3 : 57

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Napak Tilas Kenang Agresi Militer Belanda di Magetan

pdip jatim - gerak jalan napak tilas magetan

pdip jatim - gerak jalan napak tilas magetanMAGETAN – Bupati Drs H Sumantri MM memberangkatkan gerak jalan napak tilas di Desa Ngunut, Magetan, Rabu (8/10/2014). Gerak jalan itu untuk mengenang peristiwa sejarah perpindahan pusat pemerintahan kabupaten dari Magetan ke Kecamatan Parang akibat agresi militer Belanda 1948.

Dari Desa Ngunut, Kecamatan Parang, peserta menempuh perjalanan sejauh 15 km hingga pendopo Kabupaten Magetan. “Kegiatan napak tilas Ngunut-Parang-Magetan ini rutin dilaksanakan setiap tahun. Masyarakat dapat berpartisipasi sebagai wujud nyata mengenang peristiwa bersejarah sembari berolah raga,” kata Sumantri, di sela acara pemberangkatan.

Sebagai generasi penerus, kata Sumantri, tentu tidaklah cukup hanya berpartisipasi dalam kegiatan napak tilas. “Perjuangan kita belum berakhir. Saat ini kita masih harus berjuang mengisi kemerdekaan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat Magetan yang adil, mandiri dan bermartabat,” ujar bupati dari PDI Perjuangan itu.

Kegiatan tahunan terkait rangkaian peringatan Hari Jadi ke-339 Kabupaten Magetan yang jatuh 12 Oktober mendatang ini diikuti ribuan peserta berasal dari berbagai unsur. Seperti pemerintahan, TNI, Polri, siswa-siswi sekolah, instansi swasta maupun masyarakat umum dan terbagi menjadi kategori kelompok/perorangan.

Prosesi pemberangkatan dihadiri pimpinan DPRD, Kajari Magetan, Ketua Pengadilan Agama, Plt. Sekdakab Magetan, Kepala SKPD beserta camat. Kriteria penilaian didasarkan pada ketepatan waktu, kerapian serta ketertiban barisan.

Seperti tertuang dalam catatan perjalanan sejarah Kabupaten Magetan, terjadi agresi militer II yang dilancarkan Belanda untuk menguasai kembali negara Indonesia. Imbas peristiwa tersebut juga terasa di Magetan.

Pada 19 Desember 1948, pasukan Belanda menyerbu dan menguasai Magetan, dan pusat kota berhasil dikuasai Belanda. Untuk menghindari kekosongan kekuasaan dan meneruskan perjuangan, Pemerintah Kabupaten Magetan kemudian mengambil langkah taktis dengan jalan memindahkan pusat pemerintahan ke Desa Ngunut, Kecamatan Parang.

Setelah tentara Belanda meninggalkan Magetan, tanggal 1 Januari 1950 pusat pemerintahan akhirnya dapat dikembalikan lagi ke kota Magetan. (sa)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

95 Persen Peternak di Lamongan Tak Punya Legalitas, Terkendala Rumitnya Perizinan PBG

LAMONGAN – Berbagai aturan justeru menyulitkan peternak dalam mengakses program pemerintah hingga akses perbankan. ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Tak Ingin Bantuan Intan Berhenti di Bansos, Dorong Usaha Menjahit

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi tak ingin bantuan kepada Intan, ibu yang menjadi tulang punggung keluarga ...
KRONIK

Hari Kesadaraan Nasional, Bupati Ipuk: Birokrat Harus Peka

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, memimpin upacara peringatan Hari Kesadaran Nasional (HKN) di ...
KRONIK

Sadarestuwati: Padi MSP 65 Bisa Jadi Salah Satu Solusi Swasembada Pangan

JOMBANG – Padi MSP 65 atau GP 65 Bogor yang dikembangkan di lahan demplot Kabupaten Jombang menunjukkan hasil di ...
HEADLINE

Padi MSP 65 Panen 10 Ton per Hektare di Jombang, Ganjar Minta Uji Coba 3-4 Kali

JOMBANG – Padi GP 65 Bogor atau MSP 65 yang diuji coba di Kabupaten Jombang mencatat hasil panen rata-rata sekitar ...
HEADLINE

Wabup Ngawi Terus Pantau Kebakaran Lereng Utara Lawu, Sekat Bakar Dibuat untuk Melokalisir Api

NGAWI – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lereng utara Gunung Lawu wilayah Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, ...