Rabu
12 Agustus 2026 | 12 : 18

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Tiada Kunjungan Dapil Tanpa Pembumian Pancasila

pdip-jatim-ristu-nugroho-150621

MADIUN – Membumikan Pancasila tak pernah terlewatkan oleh Ristu Nugroho, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Propinsi Jawa Timur. Di setiap kunjungan ke dapilnya, Ristu selalu semangat dalam menyampaikan pentingnya mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satunya saat meninjau progres pembangunan jembatan di Desa Rejosari, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun beberapa waktu lalu.

Di hadapan segenap warga desa setempat, Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur ini mengajak seluruh masyarakat untuk tidak melupakan sejarah. Karena bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak lupa dengan sejarahnya.

Ristu Nugroho mengatakan, kunjungan yang ia lakukan bersama para pengurus DPC PDI Perjuangan dan anggota DPRD Kabupaten Madiun dari fraksi PDI Perjuangan tersebut adalah dalam rangka memperingati dan menyemarakkan bulan Bung Karno untuk menanamkan pengamalan Pancasila.

Ristu menyerukan, sebagai generasi penerus harus mewarisi api semangat perjuangan Bung Karno. Apalagi dalam membangun desa, semangat gotong royong yang selalu digaungkan oleh Bapak Bangsa sekaligus merupakan jati diri bangsa Indonesia, harus selalu dijaga dan dilestarikan.

“Seperti jalan yang dibangun di Desa Rejosari adalah hasil kerjasama semuanya, bukan hasil kerja kepala desa saja, atau anggota dewan saja. Tapi hasil kerjasama gotong royong,” kata Ristu, Selasa (15/6/2021).

Legislator Banteng ini menambahkan, meskipun sekarang semua sudah diperhatikan oleh pemerintah, tapi semangat gotong royong jangan sampai hilang. Kalau ada jalan PU kemudian rusak diperbaiki, jangan hanya menunggu pemerintah.

“Paling tidak sebulan sekali, warga diharap gotong royong bersih bersih lingkungan, toh itu demi kebaikan masyarakat desa itu sendiri,” imbuhnya.

“Bisa maju dan sejahtera harus ada semangat gotong royong. Guyub rukun adalah modal utama dalam melaksanakan pembangunan” terangnya.

Ristu menambahkan, Bung Karno juga sering menyampaikan dalam pidato-pidatonya bahwa bangsa Indonesia harus berkepribadian dalam kebudayaan dan berdaulat dalam berpolitik. Seperti menjaga tradisi, nguri-uri budaya bangsa.

“Jangan sampai malah kita mengikuti budaya bangsa lain. Terbalik itu namanya. Pancasila itu jangan hanya sering didengar dan hafal saja tetapi tidak dilaksanakan,” pungkas Ristu. (ant/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Drama Tujuh Gol, Banteng Kalbar Taklukkan Maluku 4-3 di Soekarno Cup 2026

SURABAYA – Tim Banteng Kalimantan Barat (Kalbar) berhasil mengamankan tiga poin perdana setelah memenangi laga ...
SEMENTARA ITU...

Wabup Lamongan Lepas 38 Anggota Pramuka ke Jambore Nasional 2026

LAMONGAN – Wakil Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Wakamabicab) Gerakan Pramuka Lamongan sekaligus Wakil Bupati ...
EKSEKUTIF

Mas Ipin Turun ke Pesisir Munjungan, Tegaskan Pemkab Trenggalek Hadir dan Serap Aspirasi Warga

TRENGGALEK – Bupati Trenggalek M. Nur Arifin menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk tetap hadir di tengah ...
LEGISLATIF

Kanang Serahkan Tiga Unit Combine Harvester untuk Poktan di Ngawi

NGAWI – Kabupaten Ngawi dikenal sebagai salah satu daerah lumbung padi nasional. Di tingkat Jawa Timur, Ngawi juga ...
UMKM

Polikultur Rumput Laut dan Bandeng di Pangkahkulon Gresik Dilirik DPRD, Kades Sebut Air Tambak Jernih seperti Akuarium

GRESIK — Inovasi budidaya rumput laut yang dipadukan dengan ikan bandeng dan udang (polikultur) di Desa ...
SEMENTARA ITU...

Eri Cahyadi Ingatkan Mahasiswa Baru ITS: Jangan Hanya Andalkan AI, Perkuat Karakter dan Integritas

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengingatkan mahasiswa baru ITS agar tidak hanya mengandalkan AI, tetapi memperkuat ...