Sabtu
26 September 2026 | 3 : 19

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Tiada Kunjungan Dapil Tanpa Pembumian Pancasila

pdip-jatim-ristu-nugroho-150621

MADIUN – Membumikan Pancasila tak pernah terlewatkan oleh Ristu Nugroho, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Propinsi Jawa Timur. Di setiap kunjungan ke dapilnya, Ristu selalu semangat dalam menyampaikan pentingnya mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satunya saat meninjau progres pembangunan jembatan di Desa Rejosari, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun beberapa waktu lalu.

Di hadapan segenap warga desa setempat, Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur ini mengajak seluruh masyarakat untuk tidak melupakan sejarah. Karena bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak lupa dengan sejarahnya.

Ristu Nugroho mengatakan, kunjungan yang ia lakukan bersama para pengurus DPC PDI Perjuangan dan anggota DPRD Kabupaten Madiun dari fraksi PDI Perjuangan tersebut adalah dalam rangka memperingati dan menyemarakkan bulan Bung Karno untuk menanamkan pengamalan Pancasila.

Ristu menyerukan, sebagai generasi penerus harus mewarisi api semangat perjuangan Bung Karno. Apalagi dalam membangun desa, semangat gotong royong yang selalu digaungkan oleh Bapak Bangsa sekaligus merupakan jati diri bangsa Indonesia, harus selalu dijaga dan dilestarikan.

“Seperti jalan yang dibangun di Desa Rejosari adalah hasil kerjasama semuanya, bukan hasil kerja kepala desa saja, atau anggota dewan saja. Tapi hasil kerjasama gotong royong,” kata Ristu, Selasa (15/6/2021).

Legislator Banteng ini menambahkan, meskipun sekarang semua sudah diperhatikan oleh pemerintah, tapi semangat gotong royong jangan sampai hilang. Kalau ada jalan PU kemudian rusak diperbaiki, jangan hanya menunggu pemerintah.

“Paling tidak sebulan sekali, warga diharap gotong royong bersih bersih lingkungan, toh itu demi kebaikan masyarakat desa itu sendiri,” imbuhnya.

“Bisa maju dan sejahtera harus ada semangat gotong royong. Guyub rukun adalah modal utama dalam melaksanakan pembangunan” terangnya.

Ristu menambahkan, Bung Karno juga sering menyampaikan dalam pidato-pidatonya bahwa bangsa Indonesia harus berkepribadian dalam kebudayaan dan berdaulat dalam berpolitik. Seperti menjaga tradisi, nguri-uri budaya bangsa.

“Jangan sampai malah kita mengikuti budaya bangsa lain. Terbalik itu namanya. Pancasila itu jangan hanya sering didengar dan hafal saja tetapi tidak dilaksanakan,” pungkas Ristu. (ant/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

OLAHRAGA

Pemkot Surabaya Siapkan Fasilitas Olahraga Gratis untuk Putaran Nasional Piala Soeratin

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan sejumlah fasilitas olahraga milik pemerintah kota untuk ...
KRONIK

Bukan Cuma Soal Trofi, Bupati Lukman Sebut PORSADIN Jadi Ajang Level Up Karakter Santri Bangkalan

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, mengingatkan para santri diniyah untuk menjaga kepercayaan dan tanggung ...
KRONIK

E-PAD dan SIMPLING Masuk Nominasi JAWARA 2026, Bupati Ipuk: Kami Kembangkan Sesuai Kebutuhan Masyarakat

BANYUWANGI – Dua inovasi Banyuwangi, E-PAD dan SIMPLING (Sistem Informasi Manajemen Pelayanan Laboratorium ...
KABAR CABANG

DPC Ngawi Cek Rutin Kesehatan Pengurus, Agar Tetap Bugar Dampingi Rakyat

NGAWI – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi menggelar pemeriksaan kesehatan bagi pengurus partai di Kantor ...
LEGISLATIF

Anas Karno: Layanan Online dan Kehadiran ASN di Balai RW Harus Berjalan Bersamaan

SURABAYA – Sekretaris Komisi A DPRD Kota Surabaya Anas Karno menegaskan seluruh upaya untuk memberikan pelayanan ...
LEGISLATIF

Novita Hardini: Ekspansi Industri Tak Boleh Abaikan Aspek Ekologis

JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini menegaskan ekspansi industri harus berjalan seiring dengan ...