Rabu
04 November 2026 | 11 : 05

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Kader PDI Perjuangan Bangga Disebut Kader Desa

pdip-jatim-hasto-070121

JAKARTA – Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, selama Bulan Bung Karno, Partai memfokuskan diri dengan hadir di desa, membangun spirit kemajuan dari desa dan mengembangkan desa sebagai taman sari peradaban nusantara.

Kegiatan Bulan Bung Karno ini dimulai dari peringatan hari lahirnya Pancasila pada 1 Juni, lahirnya Bung Karno pada 6 Juni, dan wafatnya Bung Karno pada 21 Juni.

“PDI Perjuangan sangat bangga dengan identitas yang melekat sebagai GrassRoots Party, Partai Wong Cilik dengan kader Partai yang menyebut dirinya sebagai kader desa,” kata Hasto Kristiyanto, Senin (31/5/2021).

Dengan hadir di desa, bergumul dengan persoalan rakyat sehari-hari, jelas Hasto, maka apa yang dilakukan oleh Partai merupakan antitesa dari politik elektoral yang seringkali hanya berbasiskan popularitas semata.

“Aspek elektoral sering dimanipulasi oleh pencitraan. PDI Perjuangan membangun elektoral dengan basis kebudayaan; dengan basis kekuatan riil di akar rumput dan dengan merasakan seluruh nafas keseharian rakyat guna menampilkan seluruh watak kekuasaan yang membumi,” ujarnya.

Hasto menambahkan, dengan turun menyatu bersama rakyat, maka bahasa yang dipakai oleh anggota dan kader Partai adalah bahasa rakyat, bahasa kejujuran guna menyuarakan problematika rakyat, mencari solusi atas persoalan tersebut, namun tetap mengandung nafas kebudayaan masyarakat desa.

PDI Perjuangan, lanjut Hasto, terus mengeskpresikan seluruh keindonesiaan kita: kebhinnekaan yang hidup di desa, semangat berdikari dari desa, budaya gotong royong penuh toleransi, hidup rukun dan kehidupan yang menjaga kelestarian alam raya dan seisinya dari desa.

“Kita diajarkan oleh Ibu Megawati Soekarnoputri tentang jati diri dan watak politik yang sebenarnya, yakni politik yang berbicara tentang keseharian rakyat, seperti politik yang memastikan ketersediaan pangan dengan harga terjangkau; politik tentang pentingnya kebersihan lingkungan hidup; politik menanam; politik yang membangun kesiapsiagaan rakyat terhadap bencana; politik yang membahas asupan gizi rakyat, politik kuliner, pariwisata, politik pendidikan, dan pendeknya watak politik yang menyentuh seluruh aspek kehidupan rakyat,” beber Hasto.

“Seluruh ekspresi kebudayaan rakyat di desa, seperti budaya lesung, kuliner, seni, permainan anak, dan lainnya, akan ditampilkan selama Bulan Bung Karno,” pungkasnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Reses di Purwodadi, Eko Herdiyanto Soroti Kebutuhan Pompa Air untuk Atasi Banjir

MALANG – Kebutuhan pompa air untuk mengatasi genangan banjir di Kelurahan Purwodadi, Kecamatan Blimbing, menjadi ...
LEGISLATIF

Novita Hardini Dorong Pemuda Trenggalek Produksi Film untuk Angkat Potensi 157 Desa Kreatif

TRENGGALEK – Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, mendorong generasi muda Trenggalek memanfaatkan kreativitas ...
KRONIK

Ratusan Juta Dugaan Pungli KHDPK Dikembalikan, Widarto Minta Perjuangan Petani Tak Berhenti

JEMBER – Pengembalian uang Rp138 juta yang diduga dipungut dalam pengurusan akses pengelolaan kawasan hutan menjadi ...
EKSEKUTIF

Pemkab Kediri Perkuat Perlindungan Anak, Pencegahan Bullying Jadi Perhatian

KEDIRI – Pemkab Kediri menegaskan pemenuhan hak anak harus diikuti perlindungan nyata dari kekerasan, diskriminasi, ...
KABAR CABANG

Pekan Peduli Sampah Nasional, PDIP Surabaya Siapkan 100 Titik Teba untuk Olah Sampah Organik

SURABAYA – DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya menyiapkan sekitar 100 titik Teba atau lubang pengolahan sampah organik ...
LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Pasuruan Sorot RAPBD 2027, dari Rencana Hutang hingga Turunnya Anggaran Pendidikan

KABUPATEN PASURUAN – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Pasuruan menyoroti sejumlah persoalan dalam Rancangan ...