PONOROGO – Wakil Bupati Ponorogo Lisdyarita mengatakan, pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai bukan jadi penghalang bagi Pemkab Ponorogo untuk mengadakan pembelajaran tatap muka (PTM) di tahun ajaran 2021/2022.
Pemkab Ponorogo bakal melaksanakan PTM dengan menjalankan protokol kesehatan (prokes) yang ketat. Salah satunya adalah memprioritaskan vaksinasi bagi tenaga pendidik.
Terkait itu, kata Lisdyarita, pihaknya ingin mendapatkan vaksin yang lebih banyak lagi. “Kita ingin mendapatkan vaksin lebih banyak lagi. Karena saat ini vaksin memasuki dosis tahap kedua. Vaksin untuk guru-guru sama lansia masih kurang,” ungkap Lisdyarita, Selasa (18/5/2021).
“Saya akan sidak ke lapangan (sekolah). Kita ingin PTM tetap diadakan. Karena faktor zona, kita pakai zona mikro,” imbuh wakil bupati yang juga Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Ponorogo itu.
Dia menambahkan, kebutuhan vaksin dirasa masih kurang untuk melaksanakan PTM, terutama bagi para pendidik yang syaratnya harus divaksin terlebih dahulu.

Selain itu, zona yang tidak merah, persetujuan dari orangtua dan murid, serta izin dari Satgas Covid-19 di tingkat kecamatan menjadi syarat diadakannya PTM.
Wabup yang juga disapa Bunda Rita ini juga tak lupa mengingatkan ke seluruh masyarakat, termasuk di dalamnya para murid dan guru-guru, bahwa prokes harus tetap dijalankan.
“Intinya saya ingin PTM tetap dilaksanakan dengan tetap menjalankan prokes. Ponorogo juga sudah membaik,” pungkasnya.
Terkait ini, sebelumnya pada Senin (17/5/2021), dari Gedung Pusdalops Ponorogo, Lisdyarita mengikuti Rapat Koordinasi Distribusi Vaksin dan Pelaksanaan PTM di Jawa Timur.
Rakor virtual ini diikuti Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Wagub, serta para kepala dinas di Provinsi Jatim. (jrs/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










