Kamis
08 Oktober 2026 | 9 : 28

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Lewat Telepon, Sekjen PBB Ajak Jokowi Kerja Sama

pdip jatim - Sekjen PBB Ban Ki Moon 01

pdip jatim - Sekjen PBB Ban Ki Moon 01NUSA DUA – Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB) Ban Ki-moon mengajak presiden terpilih Joko Widodo bekerja sama menghadapi tantangan dunia. Ajakan itu disampaikan Ban Ki-moon melalui telepon dari arena Forum Global ke-6 Aliansi Peradaban Perserikatan Bangsa-Bangsa (The United Nations Alliance of Civilizations/UNOAC) di Nusa Dua, Bali, Jumat (29/8/2014).

Saat jumpa pers Ban Ki-moon mengaku telah menelepon Jokowi untuk membicarakan kelanjutan kerja sama badan dunia itu dengan pemerintah Indonesia. “Saya meyakinkan Joko Widodo akan dukungan penuh PBB dan kami sepakat bekerja sama menghadapi tantangan-tantangan di dunia ini,” ungkap Ban Ki-moon dalam jumpa pers Forum Global ke-6 UNOAC.

Mantan Menteri Luar Negeri Korea Selatan yakin, kerja sama Indonesia dengan PBB akan semakin mendalam, sehingga dapat merealisasikan visi bersama untuk dunia yang lebih baik. Indonesia, kata Baki Ki-moon, merupakan salah satu negara demokrasi terbesar di dunia dan telah memberi contoh tentang budaya demokrasi yang hidup.

Dia juga mengucapkan selamat kepada bangsa Indonesia yang telah menyelesaikan pemilihan umum. “Pemilu itu berjalan damai dan demokratis dengan para peserta pemilu yang menghormati hasilnya,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Ban Ki-moon juga menyatakan yakin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang segera mengakhiri jabatannya, akan terus bekerja untuk kemanusiaan. “Saya yakin Presiden Yudhoyono akan bekerja lebih dekat demi kemanusiaan bahkan setelah kepergiannya dari kantor kepresidenan untuk bekerja pada PBB dan kemanusiaan,” katanya.

Dalam sambutan pembukaan Forum Global ke-6 UNAOC, Ban Ki-moon menyampaikan semboyan “Bhineka Tungal Ika” yang dimiliki bangsa Indonesia bukan sekadar slogan. Semboyan itu, sebut dia, merupakan gaya hidup yang berarti penting untuk menciptakan perdamaian.

Aliansi Peradaban PBB yang dibentuk Ban Ki-moon pada 14 Juli 2005 itu bertujuan menjembatani jurang antara Islam dan Barat, serta membangun kemauan politik dan aksi bersama untuk menghadapi prasangka, mispersepsi, dan menolak ekstremisme dalam masyarakat. Aliansi Peradaban PBB itu memiliki empat pilar tindakan, yaitu pendidikan, kepemudaan, media, dan migrasi. (pri/*)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Belum Tunjukkan Tahapan Konkret, DPRD Jember Pertanyaan Proyek PLTSa Pakusari

JEMBER – Rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) di tempat pembuangan akhir (TPA) Pakusari, ...
MILANGKORI

Doding Rahmadi: Pendidikan Agama Jadi Benteng Hadapi Hoaks dan Perubahan Zaman

TRENGGALEK – Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek Doding Rahmadi mengingatkan pentingnya pendidikan agama sebagai salah ...
LEGISLATIF

Novita Minta Calon Dewas RRI Perhatikan Nasib Kontributor, Honorer, dan PPPK

JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini meminta calon Dewan Pengawas (Dewas) Lembaga Penyiaran Publik ...
KRONIK

Gandeng BSI, Bupati Ipuk Perkuat Upaya Pengentasan Kemiskinan

BANYUWANGI – Upaya pengentasan kemiskinan di Banyuwangi terus diperkuat melalui kolaborasi banyak pihak. Kali ini, ...
EKSEKUTIF

Eri Ungkap Alasan 13 Kepala PD Surabaya Diganti: Bukan Soal Suka atau Tidak Suka

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan alasan pergantian 13 kepala perangkat daerah dalam setahun. Evaluasi ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Minta Kompetensi Guru di Kabupaten Kediri Ditingkatkan

KEDIRI – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meminta kompetensi guru di Kabupaten Kediri terus ditingkatkan ...