Selasa
26 Mei 2026 | 8 : 49

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Gunanya Ada Partai

20320a797ad7062a2aef1ca595439792
Presiden Sukarno berpidato pada malam pembukaan kongres Partai Nasional Indonesia (PNI) di Bandung, 18 Desember 1954 di Bandung. (foto: disway.id/perpusnas.go.id)

GUNANYA Ada Partai”, satu dari sekian bab dari tulisan (buku) Mencapai Indonesia Merdeka.

Buku tersebut ditulis Bung Karno di Pengalengan, kota kecil di pegunungan sisi selatan Bandung. Tulisan dibuat pada Maret 1933, selepas sang penyambung lidah rakyat Indonesia itu keliling dari sejumlah tempat di Jawa Tengah untuk menyalakan kesadaran massa.

Buku Mencapai Indonesia Merdeka, dulunya, merupakan risalah pemikiran Sukarno yang diterbitkan di sejumlah surat kabar. Antara lain Suluh Indonesia, Panji Islam, dan Pikiran Rakyat. Juga dicetak dalam brosur dan disebarluaskan.

Tulisan tersebut membuat polisi Hindia-Belanda kebakaran jenggot. Operasi pemberangusan dilaksanakan. Toko-toko buku digeledah. Sukarno pun diburu dan ditangkap. Dibui di Sukabumi untuk beberapa saat kemudian dibuang ke Ende, Flores.

Baca juga:Bung Karno Dibuang ke Ende Gegara Tulisan Mencapai Indonesia Merdeka

Kembali ke: Gunanya Ada Partai.

“Partailah yang harus mem­beri ke-bewust-an (kesadaran) pada pergerakan massa, memberi kesedaran, memberi keradikalan,” tulis Sukarno dalam buku tersebut.

Karena itu, maka partai lebih dulu harus partai yang bewust, partai yang sedar, partai yang radikal.

“Hanya partai yang demikian itu bisa menjadi pelopor yang sejati di dalam pergerakan massa, dan membawa massa itu dengan selekas-lekasnya kepada kemenangan dan keunggulan.”

Sukarno menjelaskan, orang sering mengira, Rakyat Indonesia bisa menang ketika semuanya masuk partai. Saat itu jumlah rakyat seantero negeri diperkirakan 60 juta jiwa. Bagi Bung Karno, hal itu adalah kemustahilan jika seluruhnya masuk partai.

“Tidak! Kemenangan tidak usah menunggu sampai semua rakyat­-jelata secindil-abangnya masuk suatu partai! Kemenangan sudah bisa datang, bilamana ada satu partai yang gagah berani dan bewust menjadi pelopor sejati daripada massa, yang bisa memimpin dan bisa menggerakkan massa.”

Kumpulan Penggerak Massa

Siapa saja orang-orang partai dimaksud?

Dalam penjelasannya, Bung Karno menegaskan, partai yang ia maksud adalah partai berisikan kumpulan Marhaen yang sadar, rajin, berkeras hati dan piawai mengelola massa.

“Marhaen-Marhaen itulah sudah cukup untuk menggerakkan massa-aksi yang hebat dan bergelora dan yang datang pada kemenangan, asal sahaja tergabung di dalam satu partai pelopor yang tahu menggelombangkan semua tenaganya massa.”

Watak Partai

Partai tak sekadar tempat berkumpulnya para penggerak massa. Sukarno menjelaskan hal watak partai yang maksud.

“Tetapi partai mana yang bisa menjadi partai-partai-pelopor di dalam massa-aksi kita? Partai yang kemauannya cocok dengan kemauan Marhaen, partai yang segala-galanya cocok dengan kemauan natuur, partai yang memikul natuur?”.

“Bukan partai borjuis, bukan partai ningrat, bukan “partai-Marhaen” yang reformistis, bukanpun partai radikal yang hanya amuk-amukan saja. Tetapi partai-Marhaen yang radikal yang tahu saat menjatuhkan pukulan-pukulannya.”

Menurut Bung Karno, Partai tak boleh ketinggalan oleh massa. Partai harus memerangi dua haluan: ber­juang memerangi haluan reformis, dan berjuang memerangi haluan anarcho-syndicalist. Partai yang tidak lembek, tetapi juga tidak amuk-amukan saja.

“Melainkan konsekwen-radikal yang berdisiplin, partai yang demikian itulah yang bisa menjadi partai pelopor.”

“Partai yang demikian itulah yang menuntun pergerakan Rakyat-jelata, merobah pergerakan Rakyat-jelata itu dari onbewust menjadi bewust”.

Jauh waktu sebelum Bung Karno menjlentrehkan Gunanya Ada Partai yang ia tulis pada dekade 30-an, Bung Karno dan kawan-kawannya dari Algeemene Studieclub telah mendirikan Partai Nasional Indonesia (PNI) pada 4 Juli 1927.

“Tujuan daripada PNI adalah kemerdekaan sepenuhnya,” kata Sukarno ditulis Cindy Adams dalam buku Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia. (hs)

 

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

DPC Gresik Salurkan Sapi Kurban ke Pesantren dan Masjid

GRESIK – Momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah dimanfaatkan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan ...
SUARA MUDA

Gen Z Mulai Ambil Panggung, Energi Baru Mengalir di Tubuh PDIP Kota Batu

Pelantikan jajaran PAC PDIP Kota Batu diwarnai hadirnya kader Gen Z dan perempuan muda sebagai simbol energi baru ...
KABAR CABANG

PDIP Jember Salurkan Sapi Kurban untuk Gus Firjaun dan Ribuan Paket Daging bagi Warga

DPC PDI Perjuangan Jember menyalurkan sapi kurban kepada Gus Firjaun dan menyiapkan ribuan paket daging kurban ...
KABAR CABANG

Wujud Kepedulian kepada Rakyat, DPC PDIP Kota Madiun Salurkan Hewan Kurban Jelang Idul Adha

MADIUN – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, DPC PDI Perjuangan Kota Madiun menyalurkan hewan kurban kepada ...
KABAR CABANG

DPC PDIP Kabupaten Blitar Terima Dua Ekor Sapi Kurban dari M Said Abdullah

DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar menerima bantuan dua ekor sapi kurban dari M Said Abdullah untuk dibagikan ...
KABAR CABANG

PDIP Kota Kediri Distribusikan Sapi Kurban, Perkuat Kepedulian dan Kedekatan dengan Masyarakat

DPC PDI Perjuangan Kota Kediri mendistribusikan bantuan sapi kurban ke yayasan dan masjid sebagai bentuk kepedulian ...