MALANG – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur Daniel Rohi mengatakan, pengembangan destinasi pariwisata provinsi harus diiringi peningkatan kualitas dan kuantitas SDM.
“Dalam upaya peningkatan destinasi pariwisata, harus juga dibarengi peningkatan dari segi kualitas dan kuantitas sumber daya manusia yang semakin terampil dan kompeten. Serta penguatan kemampuan kewirausahaan bagi masyarakat di bidang kepariwisataan,” kata Daniel, kemarin.
Hal itu secara terbuka dia sampaikan ketika menjadi narasumber acara Sosialisasi Perda Provinsi Jatim Nomor 6 Tahun 2017. Acara bertema “Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Provinsi Jawa Timur Tahun 2017-2032” yang diselenggarakan Komisi B DPRD Jatim itu berlangsung di Aria Hotel, Kota Malang, Kamis (22/4/2021).
Terlebih, lanjut Daniel, karena pandemi Covid-19, sektor pariwisata di Malang Raya turun drastis.
Data BPS menunjukkan 2019, wisatawan domestik Kota Malang 5.170.523 orang, sementara wisatawan mancanegara 16.286 orang. Pada tahun 2020 anjlok sebesar 66 persen.
Begitupun Kota Wisata Batu, Target sebelumnya 7,2 juta wisatawan. Akibat pandemi secara realistis target hanya ada 2 juta wisatawan.
Oleh sebab itu, Daniel Rohi menjelaskan dalam rangka mendorong UMKM Pariwisata yang dikembangkan oleh masyarakat, harus mendapatkan dukungan berupa insentif dari Pemprov Jatim.
“Peningkatan akses dan dukungan permodalan dalam rangka mengembangkan produk UMKM di bidang pariwisata yang dikembangkan masyarakat merupakan aspek yang penting. Selain itu perlu proteksi agar masyarakat setempat menjadi prioritas dalam pengembangan usaha wisata dan mendorong partisipasi masyarakat dengan tetap mempertahankan keunggulan dan kearifan lokal,” terangnya.
“Pemerintah harus memberikan dorongan berupa insentif modal kepada pelaku UMKM Pariwisata untuk mendorong pengembangan usaha yang lebih baik,” tambah dia.
Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur tersebut juga menyoroti pengembangan pariwisata, yang menurutnya harus berbasis pada konsep pembangunan berkelanjutan yang menekankan keseimbangan aspek ekonomi, sosial dan tidak bisa dilepaskan dari aspek lingkungan.
Menurutnya, aspek lingkungan harus menjadi perhatian bersama semua pihak. Ia mengingatkan, jangan sampai dalam pengembangan tempat pariwisata justru merusak lingkungan yang ada.
“Dalam upaya pengembangan pariwisata harus mengedepankan konsep sustainablity untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup. Hal tersebut saya rasa mampu mencegah dampak negatif yang dapat menurunkan kualitas lingkungan dan mengganggu keseimbangan ekosistem,” kata Daniel. (ryo/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










