Sabtu
26 September 2026 | 9 : 59

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Wiling Minta Pemkab Magetan Lebih Serius Perhatikan Pengrajin Bambu dan Kulit Sidorejo

pdip-jatim-suyono-wiling-160321

MAGETAN – Ketua Komisi D DPRD Magetan Suyono Wiling minta Pemkab setempat lebih serius memperhatikan para pengrajin anyaman bambu dan kulit di Desa Sidorejo, Kecamatan Sidorejo.

Menurut Wiling ada beberapa kendala yang dihadapi para pengrajin anyaman bambu dan kulit di desa Sidorejo. Selain produknya belum dikenal luas, juga kurangnya pelatihan dan permodalan bagi para pengrajin yang jumlahnya mencapai ratusan.

Bentuk perhatian itu, sebutnya, bisa lewat program pemberdayaan UMKM. “Harus ada perhatian khusus dari Pemkab Magetan,” kata Suyono Wiling, Selasa (16/3/2021).

Dia menambahkan, soal pemasaran juga menjadi perhatian khusus. Saat ini para penganyam bambu tersebut hanya dapat melayani kebutuhan lokal Magetan dengan harga rendah, sehingga akan berpengaruh pada penghasilan para pengrajin. 

Selain butuh perhatian dari Pemkab Magetan, dia akan  memperjuangkan ke tingkat provinsi terkait apa yang  selama ini menjadi kendala para pengrajin. Salah satunya, koordinasi dengan wakil rakyat di DPRD Jatim.

Sementara itu, Kepala Desa Sidorejo Pulung Larson Fitroh Shara menyampaikan jika mayoritas warga setempat terutama ibu-ibu rumah tangga bekerja sebagai pengrajin anyaman bambu dan sebagian di kerajinan kulit.

Produk yang dihasilkan meliputi besek, topi, rak sepatu, tempat sampah, vas bunga dan lain lain. Sedangkan para pengrajin kulit mempunyai beberapa produk seperti gantungan kunci, dompet, tempat ID card, juga kerajinan kulit lainnya.

Sampai saat ini hasil produksi para pengrajin masih minim dan daya jual juga sangat rendah. “Saya atas nama warga desa mengharap ada support bantuan permodalan dan pelatihan,” ungkap Larson.

Saat ini para pengrajin bambu ada 4 kelompok binaan dengan anggota mencapai ratusan orang. Sedangkan kerajinan kulit baru satu kelompok dengan anggota sekitar 25 orang pengrajin.

Rata rata para pengrajin ini, seperti yang disampaikan Suyono Wiling, masih kekurangan modal. Selain itu juga butuh pelatihan agar mereka bisa berinovasi dan berkreasi dalam produknya untuk meningkatkan daya saing.

Yang lebih penting, imbuhnya, juga harus ada pembinaan dari dinas terkait untuk memasarkan produk-produk mereka. “Sedangkan untuk pengrajin kulit sudah ada pelatihan dan teknik pemasaran dari tim yang didatangkan dari Kota Surabaya,” tutupnya. (rud)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Amithya Desak Korban Kekerasan di Sekolah Dapat Trauma Healing dan Pendampingan Intensif

MALANG – Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita mendesak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Ajak Santri Warisi Semangat Resolusi Jihad dan Terapkan dalam Kehidupan

KEDIRI – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menitipkan pesan kepada para santri agar terus mewarisi semangat ...
KABAR CABANG

DPC Magetan Kibarkan Bendera Setengah Tiang Hormati Wafatnya Guruh Soekarnoputra

MAGETAN — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Magetan menginstruksikan seluruh jajaran pengurus ...
KRONIK

Kenangan Didik Nurhadi Bersama Guruh Soekarnoputra: Pesan PIP hingga Tolak Politik Uang

Didik Nurhadi mengenang kedekatannya dengan Guruh Soekarnoputra sejak 2014 sebagai Ketua BAGUS. Ia mengingat pesan ...
KRONIK

Geger Benda Purbakala Hilang, DPRD Sebut Jember Darurat Cagar Budaya

JEMBER – Dua batu yoni hilang dari Situs Pocangan, Desa Pocangan, Kecamatan Sukowono, Jember. Ketua Komisi B DPRD ...
LEGISLATIF

Komisi III DPRD Ngawi Pantau Pembangunan Pasar Beran

NGAWI – Pembangunan Pasar Beran di Desa Beran, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, mendapat perhatian dari Komisi III ...