Selasa
11 Agustus 2026 | 2 : 18

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Wiling Minta Pemkab Magetan Lebih Serius Perhatikan Pengrajin Bambu dan Kulit Sidorejo

pdip-jatim-suyono-wiling-160321

MAGETAN – Ketua Komisi D DPRD Magetan Suyono Wiling minta Pemkab setempat lebih serius memperhatikan para pengrajin anyaman bambu dan kulit di Desa Sidorejo, Kecamatan Sidorejo.

Menurut Wiling ada beberapa kendala yang dihadapi para pengrajin anyaman bambu dan kulit di desa Sidorejo. Selain produknya belum dikenal luas, juga kurangnya pelatihan dan permodalan bagi para pengrajin yang jumlahnya mencapai ratusan.

Bentuk perhatian itu, sebutnya, bisa lewat program pemberdayaan UMKM. “Harus ada perhatian khusus dari Pemkab Magetan,” kata Suyono Wiling, Selasa (16/3/2021).

Dia menambahkan, soal pemasaran juga menjadi perhatian khusus. Saat ini para penganyam bambu tersebut hanya dapat melayani kebutuhan lokal Magetan dengan harga rendah, sehingga akan berpengaruh pada penghasilan para pengrajin. 

Selain butuh perhatian dari Pemkab Magetan, dia akan  memperjuangkan ke tingkat provinsi terkait apa yang  selama ini menjadi kendala para pengrajin. Salah satunya, koordinasi dengan wakil rakyat di DPRD Jatim.

Sementara itu, Kepala Desa Sidorejo Pulung Larson Fitroh Shara menyampaikan jika mayoritas warga setempat terutama ibu-ibu rumah tangga bekerja sebagai pengrajin anyaman bambu dan sebagian di kerajinan kulit.

Produk yang dihasilkan meliputi besek, topi, rak sepatu, tempat sampah, vas bunga dan lain lain. Sedangkan para pengrajin kulit mempunyai beberapa produk seperti gantungan kunci, dompet, tempat ID card, juga kerajinan kulit lainnya.

Sampai saat ini hasil produksi para pengrajin masih minim dan daya jual juga sangat rendah. “Saya atas nama warga desa mengharap ada support bantuan permodalan dan pelatihan,” ungkap Larson.

Saat ini para pengrajin bambu ada 4 kelompok binaan dengan anggota mencapai ratusan orang. Sedangkan kerajinan kulit baru satu kelompok dengan anggota sekitar 25 orang pengrajin.

Rata rata para pengrajin ini, seperti yang disampaikan Suyono Wiling, masih kekurangan modal. Selain itu juga butuh pelatihan agar mereka bisa berinovasi dan berkreasi dalam produknya untuk meningkatkan daya saing.

Yang lebih penting, imbuhnya, juga harus ada pembinaan dari dinas terkait untuk memasarkan produk-produk mereka. “Sedangkan untuk pengrajin kulit sudah ada pelatihan dan teknik pemasaran dari tim yang didatangkan dari Kota Surabaya,” tutupnya. (rud)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Andreas Buka Peluang UMKM Eks Dolly Tembus Pasar Ekspor, Risma Tekankan Pasar Lokal Harus Kuat

Anggota DPR RI Andreas Eddy Susetyo membuka peluang UMKM eks Dolly menembus pasar ekspor, sementara Risma ...
KRONIK

Bupati Bupati Ipuk Lepas 32 Kontingen Pramuka Banyuwangi ke Jambore Nasional ke-12 di Cibubur

BANYUWANGI – Sebanyak 32 Pramuka Penggalang siswa berbagai SMP di Banyuwangi akan mengikuti Jambore Nasional ...
KRONIK

Guntur Wahono: Tiban Bukan Sekadar Adu Skill, Tapi Merawat Persaudaraan Antar Daerah

BLITAR – Seni tradisi Tiban tidak semestinya berhenti sebagai tontonan budaya. Di balik pertarungan para jawara di ...
OLAHRAGA

Kalah 1-4 dari Jabar, Deni Wicaksono Tegaskan Peluang Banteng Jatim Masih Terbuka

SURABAYA – Kekalahan telak 1-4 dari Banteng Jawa Barat membuat langkah Banteng Jatim di Soekarno Cup 2026 langsung ...
OLAHRAGA

Aji Santoso Dorong Soekarno Cup Berkelanjutan, 400 Talenta Muda Dibuka Jalan ke Klub Profesional

SURABAYA – Lapangan Soekarno Cup 2026 bukan sekadar tempat bagi pemain muda mengejar kemenangan. Di balik ...
KRONIK

Apresiasi Kegiatan Rejotangan Fun Trail Run, Erma Susanti: Pengungkit Wisata Desa

TULUNGAGUNG – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur, Erma Susanti, mengapresiasi dan mendukung ...