Rabu
09 September 2026 | 5 : 33

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Soal Menteri Akan Diputuskan Sendiri oleh Jokowi-JK

Jokowi-JK-Phinisi

Jokowi-JK-PhinisiJAKARTA – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Tjahjo Kumolo, kembali menegaskan, presiden terpilih Joko Widodo tak akan bagi-bagi kursi kabinet karena alasan dukungan partai politik. Posisi menteri akan diisi dari kalangan profesional.

“Pak Jokowi-JK sepakat, kabinet ke depan adalah kabinet profesional. Kabinet yang orangnya diambil dari bidangnya, yang bisa bekerjasama secara kolektif dalam rangka sistem presidensil,” jelas Tjahjo, Rabu (23/7/2014).

Menurut Ketua Tim Pemenangan Pasangan Capres-cawapres Jokowi-JK, pengisian kabinet akan diputuskan sendiri oleh Jokowi dan JK. Dia berharap masyarakat bersabar soal siapa-siapa yang menduduki jabatan menteri ke depan.

Terpisah, Wakil Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menambahkan, para menteri yang dipilih adalah‎ mereka yang menguasai bidangnya, berintegritas, serta mampu menyelesaikan masalah. Para menteri dari kalangan profesional itu bisa diambil di luar partai koalisi, atau di dalam partai koalisi tersebut.

Menurut Hasto, para pembantu presiden itu harus mampu mewujudkan Tri Sakti Bung Karno, yakni Indonesia yang berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian di bidang budaya.

Dia menegaskan, dalam bidang ekonomi kabinet Jokowi-JK harus bisa melakukan perubahan tidak hanya hanya berkutat pada pertumbuhan ekonomi tapi juga pemerataan di berbagai wilayah terutama daerah-daerah terpencil di luar Jawa. “Pemerintahan Jokowi-JK kedepan harus tegas untuk menolak segala kebijakan impor pangan,” tegasnya.

Sementara, Jokowi kepada wartawan belum mau berbicara terkait komposisi menteri yang akan mengisi kabinet dalam pemerintahannya. “Kita belum bicara sampai kabinet,” jelas Jokowi, di di Kantor DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jalan Raden Saleh, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (23/7/2014) malam.

Saat ini pihaknya baru mempersiapkan masa transisi peralihan kepemimpinan, yakni dengan membentuk kantor transisi. Kantor transisi itu, lanjut Jokowi, berfungsi mengidentifikasipersoalan yang terjadi, baik di birokrasi atau di masyarakat. Setelah berhasil teridentifikasi, tim mempersiapkan langkah apa saja yang harus dilakukan begitu Jokowi resmi menjabat sebagai presiden. (pri/*)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Serahkan Insentif Guru Rohani Lintas Agama, Bupati Ipuk: Bagian dari Penguatan Pendidikan Karakter

BANYUWANGI – Ratusan guru rohani lintas agama menerima insentif dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi di ...
LEGISLATIF

Puan Desak Pelaku Pembakaran Lahan untuk Sawit Segera Ditindak

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak pelaku pembakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang kemudian ...
LEGISLATIF

Jalan Gador-Pakis Rusak dan Lama Dikeluhkan, Doding Turun Langsung Cek Kondisi

TRENGGALEK – Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek Doding Rahmadi turun langsung meninjau kondisi jalan rusak yang ...
LEGISLATIF

Puan Dorong Satu Kepemimpinan Penanganan Bencana, Keselamatan Warga Jadi Prioritas

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani mendorong pemerintah membangun satu kepemimpinan dalam penanganan bencana yang ...
LEGISLATIF

Buleks: Air Keruh Jangan Dibebankan ke Konsumen, Sumber Masalah Harus Dibuka Transparan

SURABAYA – Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya Budi Leksono atau Buleks meminta Perumda Air Minum Surya Sembada ...
LEGISLATIF

Tolak Utang Rp786 Miliar, Fraksi PDI-P Jember Tinggalkan Paripurna KUA-PPAS 2027

JEMBER – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jember memilih tidak masuk ruang paripurna saat penandatanganan nota ...