Jumat
16 Oktober 2026 | 3 : 12

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

PDI Perjuangan Kenang Jalaluddin Rakhmat sebagai Sosok Cendekiawan Jujur dan Toleran

pdip-jatim-Jalaluddin-Rakhmat-150221

JAKARTA – Kabar duka menyelimuti PDI Perjuangan pada hari ini, Senin (15/2/2021). Politisi PDI Perjuangan yang dikenal sebagai cendekiawan muslim, Jalaluddin Rakhmat meninggal dunia. 

Pria yang dikenal dengan sapaan Kang Jalal itu tutup usia sekitar pukul 15.45 WIB di RS Santosa Internasional Bandung, Jawa Barat. Ketua DPP PDI Perjuangan Djarot Saiful Hidayat menyampaikan ucapan belasungkawa meninggalnya Jalaluddin Rakhmat. 

“Turut berbelasungkawa sedalam-dalamnya,” kata Djarot melalui pesan singkat kepada Kompas.com, Senin. 

Djarot mengatakan, PDI Perjuangan mengenang sosok Kang Jalal sebagai pribadi yang baik, jujur, dan toleran. “Almarhum orang yang baik, jujur, toleran dan teguh pada prinsip,” ujarnya. 

Mengenang sebagai pribadi yang ramah, Djarot pun berharap agar almarhum Kang Jalal dapat diberikan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa. 

Jalaluddin Rakhmat ialah pria kelahiran Bandung 29 Agustus 1949. Dia tercatat sebagai pengajar di Universitas Padjadjaran sejak tahun 1978 hingga tahun 2014. 

Almarhum Jalaluddin Rakhmat juga diketahui merupakan politikus PDI Perjuangan. 

Dia pernah terpilih menjadi anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan periode 2014-2019. Pada waktu itu, Jalaluddin Rakhmat menjadi anggota Komisi VIII DPR RI. 

Bergabung ke Komisi VIII, rupanya sudah menjadi keinginan Jalaluddin. Ia beralasan, dengan bergabung ke Komisi VIII, ia dapat memperjuangakan terbentuknya undang-undang perlindungan agama. 

“Hal yang paling penting masyarakat harus terlindungi. Selama tidak mengganggu dan menghambat orang lain, seluruh kebebasan tidak dibatasi,” kata Jalaluddin, Senin (4/8/2014). 

Ia berharap, dengan undang-undang tersebut, tak ada lagi kisah kelompok minoritas diintimidasi dan jadi korban kekerasan. 

“Semoga ke depan tidak ada lagi peristiwa sebuah kelompok diserang atas nama agama. Oleh karena itu, kalau perlu ke Mahkamah Konstitusi agar undang-undang perlindungan agama tersebut hadir. Itu apabila ditempatkan di Komisi VIII,” ujar Jalaluddin. 

Almarhum meninggal dunia di usia 71 tahun. (*)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Antrean BBM Meluas di Jember, Widarto Kritik Pertamina Tak Transparan

JEMBER – Antrean panjang di sejumlah SPBU Jember belum terjawab penyebabnya. Wakil Ketua DPRD Jember, Widarto, ...
LEGISLATIF

Keluhan Warga Barat Magetan Tertumpah di Pertemuan Reses Rita Haryati

MAGETAN – Sejumlah warga dari pelbagai desa di Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, mengeluhkan kondisi ...
LEGISLATIF

Beri Bantuan Air Bersih di Kaligede Ngawi, Kanang Temukan Pompa Sumur Terkendala Daya Listrik

NGAWI – Musim kemarau panjang memicu kekeringan parah di Kabupaten Ngawi. Berdasarkan data Badan Penanggulangan ...
EKSEKUTIF

Bupati Yani dan PMI Gresik Apresiasi Pendonor Darah yang Telah Donor 50 Kali

GRESIK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Gresik memberikan ...
LEGISLATIF

Deni Wicaksono Ajak Warga Panggul Trenggalek Jaga Hutan dan Sumber Air

TRENGGALEK – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Deni Wicaksono mengajak masyarakat Kecamatan Panggul, Kabupaten ...
KRONIK

Sasar Panggung Dunia, Gandrung Sewu 2026 Usung Konsep Baru

BANYUWANGI – Pagelaran Gandrung Sewu 2026 yang memasuki tahun ke-14 ditargetkan menyasar panggung dunia. Agenda ...