NGAWI – Musim kemarau panjang memicu kekeringan parah di Kabupaten Ngawi. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ngawi, sebanyak 22 desa terdampak kekeringan dengan total warga terdampak mencapai 4.723 jiwa.
Akibat sumur-sumur warga mengering, masyarakat terpaksa bergantung penuh pada bantuan air bersih yang dikirim setiap 2 hingga 3 hari sekali.
Salah satu wilayah yang mengalami kondisi terparah adalah Dusun Kaligede, Desa Ngancar, Kecamatan Pitu. Sebanyak 68 Kepala Keluarga (KK) di dusun tersebut terpaksa bertahan di tengah krisis air bersih yang sudah berlangsung selama lima bulan terakhir.
Merespons kondisi memprihatinkan tersebut, Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Ir. Budi Sulistyono (Kanang), turun langsung menyalurkan bantuan air bersih menggunakan truk tangki ke Dusun Kaligede, Kamis (15/10/2026).
Kedatangan bantuan air bersih ini disambut antusias warga. Puluhan masyarakat tampak berjejer mengantre membawa galon bekas dan jerigen demi mendapatkan suplai air untuk kebutuhan memasak dan minum harian.
”Saat ini di Kabupaten Ngawi, khususnya wilayah yang berada di pinggiran hutan, mengalami kekeringan yang sangat memprihatinkan. Situasi ini harus kita tangani bersama-sama,” ujar Kanang di lokasi.
Legislator PDI Perjuangan tersebut menegaskan bahwa akses dan kecukupan air bersih merupakan hak mendasar bagi setiap warga negara. Oleh karena itu, hadirnya intervensi dari negara dan jajaran wakil rakyat menjadi hal mendesak yang wajib dilakukan.
Tak sekadar menyalurkan bantuan darurat, Kanang juga menelusuri akar masalah teknis pengairan di Dusun Kaligede.
Di lokasi tersebut, sebenarnya telah dibangun sarana sumur dalam beserta jaringan pipa hingga ke rumah-rumah warga. Namun, fasilitas tersebut tidak bekerja optimal akibat keterbatasan daya listrik.
Mengenai temuan itu, Kanang menegaskan akan segera berkoordinasi dengan pihak PLN agar ada penambahan jaringan dan daya listrik sehingga pompa air berkapasitas besar dapat difungsikan secara optimal.

”Kendala ini akan kami sampaikan ke PLN agar dilakukan penambahan daya jaringan listrik. Dengan begitu, pompa air sumur dalam bisa bekerja maksimal untuk memenuhi kebutuhan warga secara berkelanjutan,” tegas mantan Bupati Ngawi dua periode tersebut.
Sementara itu, Kepala Dusun Kaligede, Sugiono, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya atas kepedulian Kanang yang langsung mendengarkan dan mencari solusi atas keluhan masyarakat.
”Hampir lima bulan kami krisis air bersih dan hanya mengandalkan kiriman tangki karena sumur-sumur warga kering,” ujarnya.
Mengenai sumur dalam, lanjut Sugiono, pihaknya menyampaikan bahwa sumber air sebenarnya ada. Namun pompa tidak bekerja optimal karena daya listriknya tidak kuat memompa air ke penampungan.
“Kami sangat berterima kasih atas kepedulian Pak Kanang,” ungkap Sugiono.
Selain menyalurkan bantuan pasokan air bersih, dalam kesempatan tersebut Kanang juga menyerahkan bantuan paket sembako untuk membantu meringankan beban ekonomi warga setempat. (amd/hs)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS













