Kamis
15 Oktober 2026 | 10 : 18

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Sasar Panggung Dunia, Gandrung Sewu 2026 Usung Konsep Baru

PDIP-Jatim-Gandrung-Sewu-15102026

BANYUWANGI – Pagelaran Gandrung Sewu 2026 yang memasuki tahun ke-14 ditargetkan menyasar panggung dunia. Agenda yang masuk Kalender Event Nasional (KEN) itu bakal menyajikan konsep glow in the dark. Ribuan penari akan tampak menyala di tengah temaram Pantai Boom, Banyuwangi.

“Kami bekerja sama dengan InJourney untuk menyajikan Gandrung Sewu yang naik kelas. Kami menyajikannya dengan konsep baru agar bisa dikenal di panggung dunia,” ujar Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, dalam konperensi pers di TMII, Jakarta, Rabu (14/10/2026).

Menurut Ipuk, gelaran Gandrung Sewu 2026 berbeda dengan event sebelumnya yang digelar pada siang hari. Kali ini, pertunjukannya akan dihelat pada malam hari. Para penari akan dilengkapi dengan instrumen khusus agar memancarkan pedar warna-warni.

“Gandrung sewu, bagi kami, tidak hanya sebatas wisata. Tapi, ini adalah keluhuran budaya kami. Kami wariskan nilai pada generasi muda, sekaligus mengenalkannya pada dunia,” jelas perempuan yang juga menjabat Wakabid Pemerintahan dan Otonomi Daerah DPD PDI Perjuangan Jatim itu.

Visi dan kreativitas yang dimiliki masyarakat dan Pemkab Banyuwangi tersebut, menggerakkan Injourney untuk terlibat dalam pengembangan Gandrung Sewu. Hal tersebut ditegaskan oleh Direktur Utama InJourney Maya Watono.

“Banyuwangi memiliki fondasi alam dan budaya yang kuat. Melalui kolaborasi ini, kami ingin menghubungkan seluruh potensi tersebut agar memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi daerah,” ujar Maya.

InJourney yang merupakan perusahaan di bawah Danantara yang bergerak dalam sektor aviasi (penerbangan) dan pariwisata berupaya mengembangkan ekosistem yang terintegrasi. Khususnya, di sejumlah daerah yang terkoneksi dengan penerbangan seperti halnya Banyuwangi.

“InJourney melihat pariwisata sebagai sebuah ekosistem yang perlu dikembangkan secara terintegrasi. Keberhasilan pariwisata tidak hanya diukur dari jumlah wisatawan yang datang, tetapi juga dari berapa lama mereka tinggal, aktivitas yang mereka lakukan, dan seberapa besar manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat setempat,” terangnya.

Gandrung Sewu yang mengambil tema kembang darmo ini akan dihelat pada Sabtu malam, 24 Oktober mendatang. Pagelaran kolosal itu akan melibatkan 1.300 penari. Tak hanya yang berasal dari Banyuwangi, namun juga diikuti oleh penari dari luar kota. (ars/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Beri Bantuan Air Bersih di Kaligede Ngawi, Kanang Temukan Pompa Sumur Terkendala Daya Listrik

NGAWI – Musim kemarau panjang memicu kekeringan parah di Kabupaten Ngawi. Berdasarkan data Badan Penanggulangan ...
EKSEKUTIF

Bupati Yani dan PMI Gresik Apresiasi Pendonor Darah yang Telah Donor 50 Kali

GRESIK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Gresik memberikan ...
LEGISLATIF

Deni Wicaksono Ajak Warga Panggul Trenggalek Jaga Hutan dan Sumber Air

TRENGGALEK – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Deni Wicaksono mengajak masyarakat Kecamatan Panggul, Kabupaten ...
KRONIK

Sasar Panggung Dunia, Gandrung Sewu 2026 Usung Konsep Baru

BANYUWANGI – Pagelaran Gandrung Sewu 2026 yang memasuki tahun ke-14 ditargetkan menyasar panggung dunia. Agenda ...
EKSEKUTIF

Sanusi Siapkan Pendidikan Kesetaraan Gratis untuk 14.565 Anak Tidak Sekolah di Malang

MALANG – Bupati Malang HM Sanusi menyiapkan intervensi pendidikan kesetaraan yang dibiayai penuh melalui APBD untuk ...
KRONIK

Ina Ammania Desak Kasus Dugaan Kekerasan Seksual 13 Mahasiswi Unpas Diusut Transparan

BONDOWOSO – Anggota Komisi VIII DPR RI, Ina Ammania, mendesak pengusutan transparan atas dugaan kekerasan seksual ...