Rabu
12 Agustus 2026 | 6 : 09

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Senin Mulai Ngantor, Risma Siap Bersih-bersih Kemensos

pdip-jatim-risma-tri

SURABAYA – Mulai Senin (28/12/2020) Tri Rismaharini memulai tugas barunya sebagai Menteri Sosial (Mensos). Mantan Wali Kota Surabaya dua periode ini melakukan perjalanan darat dari Surabaya ke kantor Kemensos RI di Jakarta, pada Minggu (27/12/2020).

“Kemarin balik Surabaya melalui jalur darat, kemungkinan ke Jakarta melalui jalur darat juga,” kata Risma kepada wartawan, Sabtu (26/12/2020).

Risma mengatakan, perjalanan darat dia lakukan karena dia ingin turun ke desa-desa untuk mengecek langsung wilayah mana yang membutuhkan bantuan dari Kemensos. 

Baca juga: Di Surabaya, Mensos Risma Beber Program Terobosan

Keinginannya itu, sebut Risma, tidak mungkin dilakukannya jika menggunakan transportasi udara. “Sekalian melakukan pengecekan pada daerah-daerah yang memerlukan bantuan,” jelasnya. 

Kepada wartawan, Risma juga menegaskan, bakal siap bersih-bersih di Kemensos. Hal ini, sebut Risma, penting dilakukan agar tidak terjerat kasus korupsi.

“Iya sebetulnya saya nggak mau ngomong detail. Karena itu pun akan saya lakukan, tapi paling penting adalah bagaimana kontrol keuangan itu bisa dilakukan dengan tepat,” ujar Risma.

Kendati demikian, Risma mengaku bersih-bersih di tubuh Kementerian Sosial tidaklah mudah. Pasalnya, anggaran Non APBN-nya cukup besar.

“Jadi, sistem itu memang berat, itu hampir seperberapa dikelola APBN. Yang non APBN itu juga besar sekali katanya. Saya belum tahu persis, kemarin saya hanya serah terima sebentar ketemu dengan para pejabatnya, kemudian saya sowan ke Bu Mega kemudian setelah itu saya kembali ke Surabaya,” ungkap Risma.

Terkait pengawasan anggaran, Risma tidak mengungkapkannya ke media. Namun Risma mengaku sudah menyiapkan cara agar kinerja Kementerian Sosial menjadi lebih baik ke depan.

“Ada lah, kalau tak sampaikan nanti ndak itu. Soalnya saya butuh internal, ada caranya,” ujarnya.

Dia menegaskan jika ingin tata kelola menjadi baik, maka yang ada di dalam harus baik. Begitu juga sebaliknya, kalau tata kelolanya tidak baik, outputnya pun menjadi tidak baik.

“Kalau mau baik, itu harus keluar baik, itu di dalam harus baik. Percaya omongan saya. Kalau di dalam nggak baik, keluar itu nggak akan baik. Pasti itu,” jelas Risma.

“Jadi tata kelola yang baik, pasti akan menghasilkan output yang bagus. Tapi kalau tata kelolanya amburadul pasti outputnya jelek. Jadi karena itu tata kelolanya itu yang harus diperbarui, harus dikelola dengan betul,” paparnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Drama Tujuh Gol, Banteng Kalbar Taklukkan Maluku 4-3 di Soekarno Cup 2026

SURABAYA – Tim Banteng Kalimantan Barat (Kalbar) berhasil mengamankan tiga poin perdana setelah memenangi laga ...
SEMENTARA ITU...

Wabup Lamongan Lepas 38 Anggota Pramuka ke Jambore Nasional 2026

LAMONGAN – Wakil Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Wakamabicab) Gerakan Pramuka Lamongan sekaligus Wakil Bupati ...
EKSEKUTIF

Mas Ipin Turun ke Pesisir Munjungan, Tegaskan Pemkab Trenggalek Hadir dan Serap Aspirasi Warga

TRENGGALEK – Bupati Trenggalek M. Nur Arifin menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk tetap hadir di tengah ...
LEGISLATIF

Kanang Serahkan Tiga Unit Combine Harvester untuk Poktan di Ngawi

NGAWI – Kabupaten Ngawi dikenal sebagai salah satu daerah lumbung padi nasional. Di tingkat Jawa Timur, Ngawi juga ...
UMKM

Polikultur Rumput Laut dan Bandeng di Pangkahkulon Gresik Dilirik DPRD, Kades Sebut Air Tambak Jernih seperti Akuarium

GRESIK — Inovasi budidaya rumput laut yang dipadukan dengan ikan bandeng dan udang (polikultur) di Desa ...
SEMENTARA ITU...

Eri Cahyadi Ingatkan Mahasiswa Baru ITS: Jangan Hanya Andalkan AI, Perkuat Karakter dan Integritas

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengingatkan mahasiswa baru ITS agar tidak hanya mengandalkan AI, tetapi memperkuat ...