Jumat
17 April 2026 | 6 : 31

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Baktiono Minta Pembangunan Jembatan Joyoboyo Dikebut

pdip-jatim-jembatan-joyoboyo-desain-1

SURABAYA – Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya Baktiono minta proyek Jembatan Joyoboyo dikebut pengerjaannya. Sebab, Komisi C menilai pekerjaan proyek yang ditargetkan selesai Desember 2020 itu, sampai kemarin masih berjalan sekitar 30 persen.

“Kami rekomendasikan agar proyek tersebut dikebut pengerjaannya. Kalau perlu dikerjakankan 24 jam. Karena pekerjaan proyek tersebut saya rasa tidak ada imbasnya terhadap lingkungan maupun dampak pada lalulintas yang ditimbulkan,” kata Baktiono, Kamis (6/8/2020).

Kemarin, komisi bidang pembangunan ini meninjau langsung pelaksanaan pekerjaan proyek Jembatan Joyoboyo. Pasalnya, secara fisik serapan yang dilaporkan pelaksana proyek realisasinya mencapai 53,38 persen.

Laporan realisasi itu, menurut Baktiono, tidak sama dengan fakta fisik di lapangan setelah Komisi C melakukan meninjauan langsung proyek tersebut.

“Dalam laporan realisasi yang disampaikan telah mencapai 53,83 persen. Namun ketika kita tinjau langsung baru terealisasi fisik sekitar 30 persen saja,” ungkapnya.

Oleh karena itu, pihaknya minta agar Dinas PU tidak memberikan adendum. Dikhawatirkan, terang Baktiono, proyek ini akan dikerjakan asal-asalan oleh pelaksana proyek, sebab bisa dilanjutkan pada periode tahun berikutnya.

Wakil rakyat yang juga Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya ini menyebutkan, jika proyek senilai Rp 39 miliar lebih itu dilakukan sesuai target atau lebih cepat tuntas, manfaatnya bisa segera dirasakan masyarakat dan Pemkot juga diapreasiasi baik.

“Jika cepat selesai, kan bisa segera dimanfaatkan untuk masyarakat. Pemkot juga dinilai bagus oleh masyarakat,” ujar dia.

Baktiono menambahkan, detail design engineering yang ada sama sekali tidak menampilkan Suroboyo-nya. Padahal saat hearing di Komisi C yang melibatkan Dewan Kesenian Suroboyo (DKS), diusulkan agar pembangunan Jembatan Joyoboyo perlu menonjolkan kekhasan Suroboyo-nya.

“Seperti Bung Karno membangun Tugu Pahlawan dan Monas, desain yang ditampilkan menonjokan ciri khasnya. Kalau ke Tugu Pahawan yang pasti adanya di Surabaya, begitu juga dengan Monas. Masyarakat sudah paham itu,” urai dia.

“Jadi punya ciri khas, kalau jembatan itu adanya hanya di Surabaya, bukan di daerah lain,” pungkasnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

HEADLINE

PWI Jatim Anugerahi Said Abdullah, Dinilai Sukses Kelola Kebijakan Fiskal

MH Said Abdullah menerima penghargaan dari PWI Jawa Timur pada puncak Hari Pers Nasional 2026 di Surabaya, atas ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Minta OPD Surabaya Publikasikan Output dan Outcome Program ke Publik

Eri Cahyadi meminta OPD Surabaya mempublikasikan output dan outcome program untuk meningkatkan transparansi dan ...
LEGISLATIF

Puan Maharani Terima Penghargaan KWP Awards 2026, Tekankan Peran Media Kawal Kinerja DPR

Puan Maharani menerima penghargaan KWP Awards 2026 dan menegaskan peran penting media dalam mengawal serta ...
LEGISLATIF

Sawah di Pakusari Terdampak Limbah, DPRD Minta Pemkab Jember Pahami UU Pengelolaan Sampah

Pemkab Jember diminta memahami UU Pengelolaan Sampah setelah limbah mencemari irigasi dan mengancam 10 hektare ...
LEGISLATIF

Pansus DPRD Jatim Soroti Program OPD, Anggaran Besar Belum Tekan Kemiskinan

DPRD Jatim menilai program OPD belum berdampak signifikan terhadap penurunan kemiskinan meski capaian administratif ...
KRONIK

Bupati Lukman Minta BUMD Tingkatkan Kinerja, Topang Perekonomian Daerah

JAKARTA – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, berkomitmen untuk mendorong kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk ...