Sabtu
12 September 2026 | 6 : 39

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Gus Ipin Semangati Pasien Positif Corona dan OTG di Balai Diklat Trenggalek

pdip-jatim-arifin-rumah-isolasi-1

TRENGGALEK – Sejumlah warga Trenggalek yang dinyatakan positif Covid-19 dan orang tanpa gejala (OTG) menjalani isolasi di Asrama Balai Diklat Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Trenggalek.

Sebanyak 18 kamar yang terbagi di dalam dua lantai tersedia di gedung yang berada di Jalan Brigjen Soetran. Lantai satu digunakan pasien OTG, sedangkan lantai dua digunakan untuk pasien positif Covid-19.

Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin mengatakan, saat ini ada lima OTG dari keluarga salah satu pasien positif yang tinggal di asrama ini. Menurutnya, mereka terpaksa diminta tinggal ke Asrama Balai Diklat karena rumah mereka tak cukup layak sebagai tempat isolasi diri.

Selain itu, terdapat tiga pasien positif yang tak bergejala di menempati ruangan di lantai dua bangunan tersebut. Mereka adalah pasien 02, pasien 04, dan pasien 05, positif Covid-19 di Trenggalek.

Meski dalam kondisi mengisolasi diri, para OTG dan pasien memiliki hiburan. Masing –masing kamar di asrama ini disediakan televisi dan jaringan internet gratis.

“Setiap hari kami sterilkan bangunan di sini. Makanan, vitamin bagi yang tinggal kami cukupi,” kata Bupati Nur Arifin, kemarin.

Bupati yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Trenggalek ini menyebutkan, petugas medis bertugas 1×24 jam di gedung tersebut. Para dokter dan perawat itu bertugas bergantian dalam tiga shift.

“Semua petugas dilengkapi dengan APD (Alat Pelindung Diri) lengkap. Baik untuk petugas di dalam gedung maupun di luar gedung. Disinfeksi juga kami lakukan tiap hari. Jadi Insya Allah aman,” jelas bupati yang akrab disapa Gus Ipin ini.

Asrama tersebut mulai ditempati pasien terkait Covid-19 sejak Sabtu (16/5/2020). Pasien positif akan dirawat di lokasi karantina itu hingga dinyatakan sembuh.

Sementara OTG bisa pulang ke rumah setelah dinyatakan nonreaktif dalam dua kali rapid test virus corona baru.

“Yang OTG sudah kami rapid test dan hasilnya nonreaktif. Kami akan rapid test tujuh hari kemudian. Apabila hasilnya nonreaktif lagi, kami anggap benar-benar bersih,” ujar Gus Ipin.

Pada Senin (18/5/2020) sekitar pukul 17.00 WIB, Gus Ipin mengunjungi pasien positif dan OTG yang dikarantina di tempat tersebut. Dia sengaja berkunjung untuk memberikan semangat dan makanan berbuka bersama.

Nur Arifin yang mengenakan masker, pelindung wajah, dan sarung tangan itu juga ingin memastikan fasilitas di lokasi karantina tersebut memadai.

Para OTG juga mengenakan masker dan berdiri sesuai jarak aman berdasarkan protokol kesehatan.

Gus Ipin juga berbincang dengan pasien positif itu. Tapi, mereka berbincang dari balkon.

Gus Ipin harus berteriak untuk menanyakan kabar pasien positif yang diisolasi itu. “Iya pak kami lebih tenang dan senang di sini,” jawab salah satu pasien positif dari atas balkon. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Desil Bukan Lagi Acuan Tunggal, Pemkot Surabaya Libatkan Warga dan Pemuda Verifikasi Bansos

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengubah pola penentuan penerima bantuan sosial (bansos) dengan tidak ...
KRONIK

Raker PP Bamusi, Gus Falah Sampaikan Urgensi Ukhuwah Wathoniyah Ormas-ormas Islam

CIANJUR – Pengurus Pusat Baitul Muslimin Indonesia (PP Bamusi) menggelar rapat kerja untuk merumuskan program ...
EKSEKUTIF

Wawali Mojokerto: Jaminan Sosial Ketenagakerjaan adalah Hak Dasar Setiap Pekerja

MOJOKERTO – Wakil Wali Kota Mojokerto Rachman Sidharta Arisandi menegaskan jaminan sosial ketenagakerjaan merupakan ...
KRONIK

Buka Raker PP Bamusi, Hasto Kristiyanto Ingatkan Pengurus Hadirkan Islam Revolusioner

CIANJUR — Islam, menurut Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, tidak boleh berhenti sebagai agama ritual. Ia ...
KRONIK

Dilema Air di Perumahan Elit, DPRD Surabaya Minta PDAM Segera Negosiasi dengan Pengembang

SURABAYA – Temuan adanya tiga perusahaan pengembang raksasa di Surabaya, termasuk kawasan hunian papan atas, ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi: Rp5 Juta per RW Jangan Habis untuk Seremoni, Harus Jadi Penghasilan Gen Z

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya meminta anggaran kegiatan Generasi Z (Gen Z) sebesar Rp5 juta per RW ...