Minggu
16 Agustus 2026 | 6 : 43

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Dibuat UMKM Lokal, Pemkab Banyuwangi Siapkan 1 Juta Masker

pdip-jatim-anas-masker-140420

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi memesan satu juta masker kain untuk membendung arus penyebaran virus Corona (Covid-19). Masker kain itu diproduksi ratusan UMKM dan penjahit setempat, lalu dibagikan gratis ke masyarakat.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, sesuai rekomendasi WHO, semua orang baik sakit maupun sehat disarankan memakai masker, terutama ketika berkegiatan di luar rumah.

“Maka Gugus Tugas Covid-19 Banyuwangi terus membagikan masker kain kepada masyarakat. Masker-masker itu dipesan dari UMKM-UMKM konveksi lokal,” kata Anas, kemarin.

Untuk model atau maskernya telah dipandu dinas terkait, sehingga bisa memenuhi standar yang dibutuhkan untuk mengurangi potensi penularan virus.

”Dengan melibatkan UMKM, ini sekaligus memberdayakan konveksi-konveksi lokal yang saat ini ordernya menurun karena wabah Covid-19,” jelas Anas.

Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM Nanin Oktaviantie menambahkan, pada tahap awal pihaknya memesan 500.000 masker. Setelah itu baru 500.000 masker tahap dua, sehingga total 1 juta masker.

Pendistribusian akan dilakukan berdasarkan pesanan yang sudah jadi alias tidak menunggu semua proses pengerjaan masker rampung dilakukan. Sejauh ini sudah sekitar 27.000 masker kain dibagikan, seperti ke pedagang pasar dan warga di beberapa ruas jalan.

”Kita harap 500.000 masker tahap pertama selesai dalam 10 hari ke depan. Tapi untuk distribusinya tidak menunggu semua selesai. Pesanan di UMKM mana yang sudah jadi, langsung didistribusikan ke masyarakat. Distribusi ke depan akan dilakukan melalui kecamatan dan desa/kelurahan,” ujarnya.

Hady, pemilik konveksi Hady sebagai salah satu UMKM yang diberi pesanan Pemkab Banyuwangi, bersyukur usaha miliknya tetap eksis dengan order masker yang masuk.

Selama ini, konveksinya memproduksi kaos untuk berbagai toko oleh-oleh di Banyuwangi. Namun, karena dunia pariwisata sudah tak bergeliat, order dari toko oleh-oleh pun berhenti.

“Kami bersyukur ada order masker, sehingga bisa terus menjaga usaha konveksi ini. Setiap hari kami ditargetkan bisa memproduksi 300 masker kain,” terang Hady. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Amithya Ingatkan Generasi Muda Tak Kehilangan Jati Diri di Era Digital

MALANG – Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita mengingatkan masyarakat agar tidak kehilangan jati ...
KABAR CABANG

Pengurus Ranting Se-Kecamatan Kerek dan Soko Tuban Jalani Pelantikan

TUBAN – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tuban resmi memulai rangkaian pelantikan pengurus ...
KABAR CABANG

Musran Tuntas, PDIP Kabupaten Blitar Bidik 22 Kursi pada Pemilu 2029

PDIP Kabupaten Blitar menuntaskan Musran se-kabupaten dan membidik 22 kursi DPRD pada Pemilu 2029 melalui penguatan ...
LEGISLATIF

Novita Hardini Apresiasi Bringinan, Pisang Cavendish Jadi Sumber Ekonomi Warga

Novita Hardini mendorong budidaya pisang Cavendish di Desa Bringinan, Ponorogo, menjadi model pemberdayaan ekonomi ...
KRONIK

Pesan Bupati Fauzi untuk Paskibraka 2026: Disiplin Jangan Cuma Pas Upacara!

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengukuhkan Paskibraka 2026 di Pendopo Agung Keraton, Sabtu ...
KRONIK

Tiga Wasit Perempuan Warnai Laga Soekarno Cup 2026 di Bangkalan

BANGKALAN – Laga Banteng Papua Tengah melawan Banteng Sulawesi Selatan dalam lanjutan Soekarno Cup 2026 di Stadion ...