Jumat
26 Juni 2026 | 9 : 57

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Dibuat UMKM Lokal, Pemkab Banyuwangi Siapkan 1 Juta Masker

pdip-jatim-anas-masker-140420

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi memesan satu juta masker kain untuk membendung arus penyebaran virus Corona (Covid-19). Masker kain itu diproduksi ratusan UMKM dan penjahit setempat, lalu dibagikan gratis ke masyarakat.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, sesuai rekomendasi WHO, semua orang baik sakit maupun sehat disarankan memakai masker, terutama ketika berkegiatan di luar rumah.

“Maka Gugus Tugas Covid-19 Banyuwangi terus membagikan masker kain kepada masyarakat. Masker-masker itu dipesan dari UMKM-UMKM konveksi lokal,” kata Anas, kemarin.

Untuk model atau maskernya telah dipandu dinas terkait, sehingga bisa memenuhi standar yang dibutuhkan untuk mengurangi potensi penularan virus.

”Dengan melibatkan UMKM, ini sekaligus memberdayakan konveksi-konveksi lokal yang saat ini ordernya menurun karena wabah Covid-19,” jelas Anas.

Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM Nanin Oktaviantie menambahkan, pada tahap awal pihaknya memesan 500.000 masker. Setelah itu baru 500.000 masker tahap dua, sehingga total 1 juta masker.

Pendistribusian akan dilakukan berdasarkan pesanan yang sudah jadi alias tidak menunggu semua proses pengerjaan masker rampung dilakukan. Sejauh ini sudah sekitar 27.000 masker kain dibagikan, seperti ke pedagang pasar dan warga di beberapa ruas jalan.

”Kita harap 500.000 masker tahap pertama selesai dalam 10 hari ke depan. Tapi untuk distribusinya tidak menunggu semua selesai. Pesanan di UMKM mana yang sudah jadi, langsung didistribusikan ke masyarakat. Distribusi ke depan akan dilakukan melalui kecamatan dan desa/kelurahan,” ujarnya.

Hady, pemilik konveksi Hady sebagai salah satu UMKM yang diberi pesanan Pemkab Banyuwangi, bersyukur usaha miliknya tetap eksis dengan order masker yang masuk.

Selama ini, konveksinya memproduksi kaos untuk berbagai toko oleh-oleh di Banyuwangi. Namun, karena dunia pariwisata sudah tak bergeliat, order dari toko oleh-oleh pun berhenti.

“Kami bersyukur ada order masker, sehingga bisa terus menjaga usaha konveksi ini. Setiap hari kami ditargetkan bisa memproduksi 300 masker kain,” terang Hady. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Eko Wahyono Tawarkan Tiga Strategi Membumikan Marhaenisme di Kalangan Gen-Z

Wakil Ketua Bidang Kaderisasi dan Ideologi DPC PDI Perjuangan Surabaya Eko Wahyono menawarkan tiga pendekatan untuk ...
LEGISLATIF

Temui Massa Aksi, Ketua DPRD Blitar Pastikan 11 Tuntutan Mahasiswa Dikawal

Ketua DPRD Kabupaten Blitar Supriadi turun langsung menemui massa aksi Cipayung Plus Blitar Raya dan memastikan 11 ...
LEGISLATIF

Fuad Benardi Minta Pemerintah Kaji Penghentian Impor BBM, DPRD Jatim Bakal Panggil Pertamina

Anggota Komisi C DPRD Jawa Timur Fuad Benardi meminta pemerintah mengkaji secara matang rencana penghentian impor ...
SEMENTARA ITU...

Sarasehan Ngaji Pusaka Panji Patrem di Trenggalek Ajak Generasi Muda Lestarikan Keris

Sarasehan budaya Ngaji Pusaka Panji Patrem digelar di Trenggalek untuk mengenalkan keris kepada generasi muda. ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP DPRD Jember Minta Raperda Kawasan Tanpa Rokok Dikaji Komprehensif

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jember meminta pembahasan Raperda Kawasan Tanpa Rokok dilakukan secara komprehensif. ...
KRONIK

Salurkan Bantuan untuk Anak-Anak Yatim, Bupati Lukman: Tanggung Jawab Kita Bersama

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan memanfaatkan 10 Muharram 1448 Hijriah untuk menebarkan ...