Jumat
17 April 2026 | 3 : 28

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Sri Rahayu Dorong Sosialisasi Physical Distance Lebih Masif

pdip-jatim-sri-rahayu-yayuk-dpr

JAKARTA – Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Sri Rahayu minta pemerintah lebih memasifkan sosialisasi social distance atau physical distance sebagai upaya mengurangi penularan virus Corona (Covid-19).

Legislator yang kerap disapa Yayuk ini menyebut, masih banyak masyarakat yang tidak mengerti makna dari social distance atau physical distance. Menurutnya, jika perlu sosialisasinya menggunakan bahasa daerah masing-masing.

Dia juga berharap masyarakat benar-benar memperhatikan imbauan pemerintah terkait media penyebaran virus Corona. Karena, 90 persen yang terpapar Corona karena adanya kontak langsung dengan penderita positif virus Corona lantas menyentuh mata, hidung dan mulut.

“Padahal seharusnya mereka mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir terlebih dahulu,” terang Yayuk, kemarin.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR dari dapil 6 Jawa Timur ini pun mengajak masyarakat tetap mematuhi imbauan agar tetap berada di rumah. Sebab, jelas Yayuk, langkah ini penting dilakukan untuk memutus mata rantai penyebarluasan virus Corona.

“Kami juga berharap agar masyarakat tidak panik, tetapi tetap waspada dengan mamatuhi dan sadar akan imbauan pemerintah,” tuturnya.

Yayuk pun minta pemerintah melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, agar meningkatkan koordinasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk dengan asosiasi alat kesehatan dan industri farmasi.

Hal ini terkait pemenuhan kebutuhan obat dan alat-alat kesehatan yang dibutuhkan bagi upaya deteksi, pencegahan dan respon penanganan Covid-19.

Di antaranya masker, rapid test, reagen, VTM (Virus Transport Medium), Nasal Swab Dacron, dan ventilator sesuai standar yang sudah ditetapkan Kementerian Kesehatan RI dengan tetap mengutamakan pendayagunaan industri dalam negeri.

Selain itu, Yayuk juga menyebutkan beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penanganan wabah Corona, diantaranya pemenuhan kebutuhan alat pelindung diri (APD) bagi tenaga medis yang sesuai dengan standar WHO.

Tak hanya itu, pemerintah juga harus melaksanaan rapid test secara masif sebagai upaya memberi perlindungan kepada seluruh tenaga kesehatan yang menjadi frontliner penanganan Covid-19.

Dia pun mendorong agar pemerintah segera melakukan rapid test secara massif untuk mencegah pelonjakan pasien positif Corona di tanah air.

“Pemenuhan APD dan pelaksanaan rapid test ini sangat diperlukan untuk mengetahui peta persebaran virus Corona. Di samping itu, rapid test dapat digunakan untuk tracing riwayat kontak yang ada,” jelasnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

BERITA TERKINI

Said Abdullah: Pers Harus Jadi Pilar Keempat Demokrasi dan Kontrol Kekuasaan

Saat menerima penghargaan PWI Jatim di HPN 2026, Said Abdullah menegaskan pers harus menjadi pilar keempat ...
HEADLINE

PWI Jatim Anugerahi Said Abdullah, Dinilai Sukses Kelola Kebijakan Fiskal

MH Said Abdullah menerima penghargaan dari PWI Jawa Timur pada puncak Hari Pers Nasional 2026 di Surabaya, atas ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Minta OPD Surabaya Publikasikan Output dan Outcome Program ke Publik

Eri Cahyadi meminta OPD Surabaya mempublikasikan output dan outcome program untuk meningkatkan transparansi dan ...
LEGISLATIF

Puan Maharani Terima Penghargaan KWP Awards 2026, Tekankan Peran Media Kawal Kinerja DPR

Puan Maharani menerima penghargaan KWP Awards 2026 dan menegaskan peran penting media dalam mengawal serta ...
LEGISLATIF

Sawah di Pakusari Terdampak Limbah, DPRD Minta Pemkab Jember Pahami UU Pengelolaan Sampah

Pemkab Jember diminta memahami UU Pengelolaan Sampah setelah limbah mencemari irigasi dan mengancam 10 hektare ...
LEGISLATIF

Pansus DPRD Jatim Soroti Program OPD, Anggaran Besar Belum Tekan Kemiskinan

DPRD Jatim menilai program OPD belum berdampak signifikan terhadap penurunan kemiskinan meski capaian administratif ...