
MOJOKERTO – DPC PDI Perjuangan Kota Mojokerto melalui para kader di fraksi DPRD setempat akan memperjuangkan pengalokasian anggaran untuk penguatan sejarah dan kebudayaan. Hal itu ditegaskan Sekretaris DPC Ahmad Yustinus Ariyanto kepada wartawan, Kamis (6/2/2020).
Menurut pria yang akrab disapa Mas Yus ini, kebijakan partainya jelas dan tegas untuk urusan penguatan kebudayaan. Budaya yang tentunya berakar dari sejarah bangsa ini.
Hal itu tertuang dalam rekomendasi Kongres ke-5 di Bali dan dipertegas lagi dalam Rakernas ke-I di Jakarta beberapa waktu lalu. “Jadi, sebagai kader partai, maka kami akan laksanakan perintah partai,” kata Yustinus.
Bagaimana bentuk perjuangannya, Yustinus menambahkan bisa dilakukan baik oleh struktur partai maupun kader-kader yang bertugas di DPRD Kota Mojokerto.
Secara struktur kepartaian, bahkan AD/ART memerintahkan pembentukan badan kebudayaan. Badan ini menjadi wadah bagi kader partai untuk menjalankan fungsi-fungsi penguatan kebudayaan sekaligus menjalin komunikasi dengan komunitas maupun kelompok-kelompok budayawan.
“Untuk kader partai yang menjadi angota dewan, bentuk perjuangannya tentu dengan cara memperjuangkan alokasi anggaran di bidang kebudayaan,” terangnya.
Dalam konteks lokal, sambung dia, kebudayaan Kota Mojokerto tak bisa lepas dari akar sejarahnya, yakni Majapahit. Kerajaan besar di nusantara yang dalam sejarahnya juga menggunakan armada maritim dengan akses utama dari sungai Brantas.
Selain Majapahit, Kota Mojokerto juga menjadi tempat masa kecil bapak bangsa, Bung Karno bersekolah. “Nah, kebudayaan berbasis sejarah yang seperti ini layak untuk dilakukan penguatan. Bisa dikemas menjadi destinasi wisata, misanya,” terang Yustinus.
Politisi yang juga seorang trainer dan motivator tingkat nasional ini menambahkan, penguatan kebudayaan dan sejarah dikemas dalam destinasi wisata tidak saja mendatangkan pendapatan asli daerah (PAD) dan menumbuhkan perekonomian baru di sekitar lokasi.
Selain itu, juga untuk memasukkan nilai sejarah dan kebudayaan lokal dalam viasualisasi yang nyata dan gampang dicerna bagi generasi saat sekarang, milenial.
“Sejauh ini, kami melihat pemerintah kota memiliki perhatian terhadap kebudayaan dengan sejumlah agenda pagelaran seni dan kebudayaan. Tentu kami apresiasi hal itu. Kami juga akan memberikan dukungan manakala bidang budaya dijadikan program dan kebijakan kota yang lebih terarah dan terencana dalam jangka menengah dan panjang,” pungkasnya. (her)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS









