Kamis
15 Oktober 2026 | 11 : 59

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Corona Mewabah, Jokowi Imbau Masyarakat Tak Panik dan Cemas Berlebihan

pdip-jatim-jokowi-pal-3

SURABAYA – Presiden Joko Widodo mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap wabah virus corona (coronavirus) yang terkonfirmasi menyebar di 13 negara. Meski demikian, masyarakat diminta untuk tidak panik dan cemas secara berlebihan.

“Pengawasan di semua bandara kita, terutama yang berhubungan dengan flight dari dan ke Tiongkok sudah kita lakukan. Yang paling penting, hati-hati dan waspada terhadap gejala yang ada,” pesan Jokowi usai memimpin Rapat Terbatas di PT PAL, Surabaya, Senin (27/1/2020).

Jokowi juga menegaskan, pemerintah berupaya keras memberi perlindungan dan mencukupi kebutuhan warga negara Indonesia (WNI) yang saat ini masih berada di Wuhan, China, kota asal munculnya virus corona.

Baca juga: Antisipasi Masuknya Virus Corona, Untari Sidak Bandara Juanda

Presiden Jokowi yang juga terus memantau perkembangan wabah corona menyebutkan, pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Beijing terus menjalin kontak dengan WNI di sana. “Sementara masih berada di sana. KBRI sudah bicara detail dan mengikuti,” tuturnya.

Dia menjelaskan, pemerintah melalui KBRI berupaya keras untuk memenuhi kebutuhan logistik para WNI tersebut dan memastikan agar pengiriman bantuan tersebut dapat berjalan dengan baik.

Sebelumnya, Jokowi mengatakan sebagai langkah preventif, pemerintah sudah menyiagakan 100 rumah sakit di Indonesia dengan ruang isolasi untuk pasien dengan gejala penyakit di paru-paru dan saluran pernapasan.

“Rumah sakit itu seperti Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Jakarta, dan rumah sakit-rumah sakit lain di berbagai daerah,” kata Jokowi.

Virus corona tengah menjadi perhatian dunia. Pasalnya, selain mulai menyebar di kota Wuhan, China, virus corona jenis baru tersebut juga terdeteksi hingga Amerika Serikat.

Berdasarkan informasi dari Komisi Kesehatan Nasional China, virus corona memiliki kemiripan seperti virus SARS dan MERS yang dapat mengakibatkan kematian bagi penderitanya.

Sejak diketahui sebagai wabah misterius yang menyebabkan pneumonia, jumlah pasien yang terinfeksi virus ini terus bertambah. Hingga Senin pagi, Pemerintah China menyatakan, korban meninggal akibat wabah virus corona mencapai 80 orang dengan lebih dari 2.300 orang terinfeksi. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Antrean BBM Meluas di Jember, Widarto Kritik Pertamina Tak Transparan

JEMBER – Antrean panjang di sejumlah SPBU Jember belum terjawab penyebabnya. Wakil Ketua DPRD Jember, Widarto, ...
LEGISLATIF

Keluhan Warga Barat Magetan Tertumpah di Pertemuan Reses Rita Haryati

MAGETAN – Sejumlah warga dari pelbagai desa di Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, mengeluhkan kondisi ...
LEGISLATIF

Beri Bantuan Air Bersih di Kaligede Ngawi, Kanang Temukan Pompa Sumur Terkendala Daya Listrik

NGAWI – Musim kemarau panjang memicu kekeringan parah di Kabupaten Ngawi. Berdasarkan data Badan Penanggulangan ...
EKSEKUTIF

Bupati Yani dan PMI Gresik Apresiasi Pendonor Darah yang Telah Donor 50 Kali

GRESIK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Gresik memberikan ...
LEGISLATIF

Deni Wicaksono Ajak Warga Panggul Trenggalek Jaga Hutan dan Sumber Air

TRENGGALEK – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Deni Wicaksono mengajak masyarakat Kecamatan Panggul, Kabupaten ...
KRONIK

Sasar Panggung Dunia, Gandrung Sewu 2026 Usung Konsep Baru

BANYUWANGI – Pagelaran Gandrung Sewu 2026 yang memasuki tahun ke-14 ditargetkan menyasar panggung dunia. Agenda ...