Rabu
28 Oktober 2026 | 12 : 23

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Dewan Soroti Check Lock 4 Kali Sehari di Pemkab Sumenep

pdip-jatim-darul-fath-sumenep

SUMENEP – Kebijakan check lock empat kali dalam sehari bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep mendapat sorotan anggota dewan.

Ketua Komisi I DPRD Sumenep, Darul Hasyim Fath mengatakan, absen kehadiran sampai empat kali itu dinilai tidak efektif. Sebab, tidak semua ASN selalu stand by di kantor masing-masing.

Darul berpendapat, kebijakan tersebut perlu dikoreksi. Menurut politisi PDI Perjuangan ini, saat bertugas di lapangan, seorang ASN harus pontang-panting balik kantor hanya untuk check lock.

Dia mencontohkan staf sekretariat dewan, dan beberapa ASN lain, yang mobilitasnya ke lapangan, bahkan dari level staf hingga Kepala OPD.

“Kalau mereka sedang ada di lapangan, sedang inspeksi misalnya, mereka harus pontang-panting balik ke kantor sekadar mau memastikan finger print. Memastikan mereka terdeteksi kehadirannya,” kata Darul di ruang fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumenep, Selasa (7/1/2020).

Darul mengatakan, orientasi menciptakan sistem pemerintahan yang baik atau good government tidak harus memperumit abdi negara.

Menurutnya, ada pertimbangan lain yang harus dilakukan pemerintah. Contoh riilnya, Pemkab Banyuwangi dan Pemprov Jawa Timur yang memberlakukan check lock dua kali dalam sehari kerja.

“ASN sudah tertib dengan absen dua kali. Kalau harus ditertibkan dengan absen empat kali, saya tidak tahu motivasinya apa? Tapi yang jelas kita setuju untuk mengoreksi, supaya kelincahan para ASN tidak terkunci oleh sekedar daftar kehadiran,” tegas wakil rakyat asal Pulau Masalembu itu.

Selain tidak efektif, kebijakan absen empat kali itu juga akan berdampak pada pendapatan ASN itu sendiri. Baik berupa pemotongan gaji, ataupun tunjangan kinerja.

“Karena kalau staf sekwan misalnya ikut anggota dewan sedang inspeksi ke kecamatan terjauh misalnya, mereka kan mengalami kerugian budgetter, karena daftar kehadiran itu kan berimplikasi pada berkah dan rejeki bagi mereka,” jelas Darul.

Untuk itu, Komisi I DPRD Sumenep akan memanggil Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sumenep untuk mengklarifikasi soal empat kali check lock.

“Secara resmi Komisi I akan mengundang pihak BKPSDM untuk memberikan klarifikasi-klarifikasi,” tegas pria yang juga Wakil Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi DPC PDI Perjuangan Sumenep ini. (set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

RUANG MERAH

Di Bawah Getar Suara, di Luar Layar Gawai

Oleh Martin Rachmanto ADA momen ketika sebuah lagu tak lagi sekadar jejeran nada dan rima yang lewat di feed sosial ...
SEMENTARA ITU...

126 Atlet Trenggalek Bidik Tambahan Medali di Popda Jatim 2026, Empat Emas Jadi Pelecut

TRENGGALEK – Sebanyak 126 atlet Kabupaten Trenggalek disiapkan untuk memburu prestasi dalam Pekan Olahraga Pelajar ...
LEGISLATIF

Patemo Desak PU Pengairan Selesaikan Sengkarut Lahan Proyek Sungai Gonggo

BANYUWANGI – Warga Dusun Ringinagung, Desa Pesanggaran, menyatakan dukungan penuh terhadap pengerjaan proyek ...
LEGISLATIF

Dukung Target UHC, PDIP Ponorogo Desak Peningkatan Alokasi Jaminan Kesehatan di RAPBD 2027

PONOROGO – Fraksi PDI Perjuangan maPAN DPRD Ponorogo mendorong peningkatan alokasi Penerima Bantuan Iuran Daerah ...
LEGISLATIF

Diana Sasa: Integrasi Trans Jatim Harus Mudahkan Penumpang sampai Tujuan Akhir

Fraksi PDIP DPRD Jatim meminta Trans Jatim terintegrasi dengan feeder, angkutan lokal, terminal, dan stasiun agar ...
EKSEKUTIF

Rijanto Ajak Muslimat NU Jadi Penggerak Pembangunan dan Kesejahteraan Blitar

BLITAR – Bupati Blitar Rijanto mengajak lebih dari 3.000 anggota Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) memperkuat peran ...