Jumat
16 Oktober 2026 | 10 : 16

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Jalur Rempah Bisa Jadi Jalan Kesejahteraan bagi Bangsa Indonesia

pdip-jatim-hasto-diskusi-jalur-rempah

JAKARTA – Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, Indonesia memiliki jalur rempah yang dahsyat nan bersejarah. Hasto menyebut, jalur rempah Indonesia tak kalah hebatnya dengan One Belt One Road (OBOR) yang terinspirasi dari jalur sutra China yang termahsyur di masa lalu.

“Tiongkok punya OBOR jalur sutra. Kalau kita bandingkan dengan jalur rempah internasional itu jauh lebih dasyat,” kata Hasto ketika membuka forum diskusi “Potensi Rempah Nusantara untuk Kemajuan Indonesia” di kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Senin (23/12/2019).

Menurut Hasto, sudah saatnya Indonesia berfokus pada pengembangan rempah-rempah. Indonesia, tambahnya, tak perlu lagi membandingkan-bandingkan diri dengan negara-negara lain.

“Darma bakti bagi Ibu Pertiwi, negara yang sebenarnya kaya raya tetapi orientasi kita kurang. Kita kagum dengan bangsa-bangsa Eropa, Amerika, Timur Tengah, kita ingin seperti mereka tapi mengubur apa yang ada di sini,” ujarnya.

“Maka mari kita mengkaji melalui jalur rempah ini, saya ingin menggelorakan semangat itu,” kata dia.

Pihaknya optimistis Indonesia bisa jadi bangsa sejahtera jika mampu mengelola jalur rempah dengan maksimal.

“Kita harus fokus kelola dari hulu ke hilir. Maka kami meyakini itu akan menjadi jalan kesejahteraan bagi bangsa dalam hal pangan. Pangan ini juga dalam hal kekayaan laut kita, bumbu-bumbuan, rempah-rempah, minyak-minyak juga,” tuturnya.

Karena itu, lanjut Hasto, salah satu agenda Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDIP mendatang adalah membicarakan soal optimalisasi pengelolaan jalur rempah.

Menurut dia, PDI Perjuangan tak lagi sekadar berbicara soal politik kekuasaan. Dia menegaskan bahwa partainya berfokus pada politik substantif.

“Maka Rakernas nanti, itu memang kita semacam melawan arus. Ketika orang masih suka politik kekuasaan, kami berbicara tentang politik substansi, politik apa yang ada di bumi Indonesia dan kemudian secara progresif ini harus kita kelola dengan menggunakan ilmu pengetahuan dan teknologi,” jelas dia.

Hasto mengatakan, Rakernas PDI-P yang digelar 10-12 Januari 2020 itu, sekaligus merupakan momentum pembentukan Badan Riset dan Inovasi Nasional yang berdasarkan pada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2019 tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.

Badan Riset dan Inovasi Nasional berada di bawah kendali Kementerian Riset dan Teknologi yang dipimpin Menteri Bambang Brodjonegoro.  (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Kukuhkan 66 Kepala Sekolah, Bupati Lukman Tekankan Integritas dan Mutu Pendidikan

BANGKALAN – Kepala sekolah bukan sekadar menduduki jabatan struktural, tetapi juga memegang tanggung jawab besar ...
KRONIK

Sambut Hari Santri, Pemkab Banyuwangi Gelar Cek Kesehatan Gratis untuk 28 Ribu Santri

BANYUWANGI – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026 yang jatuh setiap tanggal 22 Oktober, Pemerintah ...
KRONIK

Antrean BBM Meluas di Jember, Widarto Kritik Pertamina Tak Transparan

JEMBER – Antrean panjang di sejumlah SPBU Jember belum terjawab penyebabnya. Wakil Ketua DPRD Jember, Widarto, ...
LEGISLATIF

Keluhan Warga Barat Magetan Tertumpah di Pertemuan Reses Rita Haryati

MAGETAN – Sejumlah warga dari pelbagai desa di Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, mengeluhkan kondisi ...
LEGISLATIF

Beri Bantuan Air Bersih di Kaligede Ngawi, Kanang Temukan Pompa Sumur Terkendala Daya Listrik

NGAWI – Musim kemarau panjang memicu kekeringan parah di Kabupaten Ngawi. Berdasarkan data Badan Penanggulangan ...
EKSEKUTIF

Bupati Yani dan PMI Gresik Apresiasi Pendonor Darah yang Telah Donor 50 Kali

GRESIK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Gresik memberikan ...