Senin
18 Mei 2026 | 7 : 09

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Jokowi Perjuangkan 1 Muharram sebagai Hari Santri Nasional

pdip-jatim-jokowi-tahun-baru-sarungan

MALANG – Di depan ribuan jamaah Pondok Pesantren Babussalam, Banjarejo, Pagelaran, Kabupaten Malang, capres nomor 2 Joko Widodo (Jokowi)  menandatangani surat kesediaan untuk memperjuangkan tanggal 1 Muharram sebagai Hari Santri Nasional. Penandatanganan itu dilakukan di sela acara Haul KH Hasyim Asy’ari dan Bung Karno, Jumat (27/6/2014) malam.

Jokowi dan rombongan tiba di Ponpes Babussalam sekitar pukul 21.00 yang langsung disambut ribuan massa dengan lantunan bacaan shalawat. Jokowi diterima pengasuh ponpes Babussalam KH Thoriq Darwis SPdi dengan mengalungkan sorban ke leher Jokowi sebagai tanda persaudaraan dan kekeluargaan. Kemudian, Jokowi diterima di ruang tamu pondok untuk berbincang dengan para sesepuh dan pengasuh pondok.

Pertemuan berlangsung cepat sekira 10 menit. Jokowi kemudian menuju panggung yang telah disediakan.

Dalam sambutannya, Kiai Thoriq menyampaikan bahwa santri adalah budaya yang terus ditransfer dari generasi ke generasi. “Tidak ada ulama yang mengaku mantan santri, karena semangatnya untuk mencari ilmu, jadi sambung menyambung terus tiada putusnya ilmu itu,” ujarnya.

Kesangupan Jokowi memperjuangkan 1 Muharram sebagai Hari Santri Nasional, menurut Kiai Thoriq, berarti pula Jokowi mau memperjuangkan kiai, ulama, dan santri. “Mudah-mudahan niat Pak Jokowi untuk menjadi presiden betul-betul diridhoi Allah,” ucapnya.

Sementara itu, Jokowi dalam sambutannya kembali menyampaikan pesan agar masyarakat memanfaatkan sisa waktu yang hanya tinggal 12 hari untuk memperkenalkan calon presiden nomor 2 Joko Widodo -Jusuf Kalla. “Sampaikan orangnya ini, programnya ini, visi misinya begini, terus menerus. Karena hanya itu yang akan mampu melawan semua fitnah, hasutan, dan berita buruk yang beredar selama ini tentang saya. Karena itu ini saya bawakan tabloid Obor Rahmatan Lil’alamin untuk alat,” kata Jokowi.

Tabloid Obor Rahmatan Lil’alamin adalah tabloid yang berisi profil dan kesaksian para ulama mengenai sosok Jokowi. Tabloid ini sengaja diterbitkan untuk meluruskan tulisan di tabloid Obor Rakyat yang materinya menjatuhkan dan cenderung bernada fitnah pada sosok Jokowi.
Mantan Wali Kota Solo itu mengakhiri pidatonya dengan meminta maaf pada hadirin dan mengucapkan selamat menjakankan ibadah puasa di bulan Ramadan. Kemudian Jokowi meneken kesanggupan memperjuangkan 1 Muharram sebagai Hari Santri Nasional.

Jokowi dan rombongan melanjutkan perjalanan menuju Kota Blitar untuk ziarah di makam proklamator Indonesia Ir. Soekarno. (sa)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

HEADLINE

PDIP Jatim Pastikan Anak Muda Terlibat Langsung dalam Pengambilan Keputusan Partai

PDIP Jatim membuka ruang besar bagi generasi muda agar terlibat langsung dalam pengambilan keputusan partai. ...
KRONIK

Bupati Bangkalan Luncurkan Program Subsidi Nol Persen untuk UMKM

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan meluncurkan program subsidi bunga nol persen bagi pelaku Usaha ...
KABAR CABANG

Ketika Tari Jaka Mada Menjadi Ruh Pelantikan PAC dan KSB Ranting PDIP Lamongan

Tari Jaka Mada memukau pelantikan PAC dan KSB Ranting PDIP Lamongan dengan pesan kepemimpinan, budaya, dan semangat ...
RUANG MERAH

Dolar Memang Tidak Dipakai di Desa, Tetapi Dampaknya Masuk Sampai ke Dapur

Oleh Didik Prasetiyono* PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto di Nganjuk bahwa “rakyat desa nggak pakai dolar” ...
KABAR CABANG

Bamusi Tulungagung Dorong Percepatan Perda Minol untuk Kendalikan Peredaran Alkohol

TULUNGAGUNG – Pengurus Cabang Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) Kabupaten Tulungagung mendorong DPRD dan ...
HEADLINE

Banteng Jatim FC U-17 Makin Matang, Gresik United Academy Dibungkam 5-0

Banteng Jatim FC U-17 tampil impresif usai menang 5-0 atas Gresik United Academy jelang Soekarno Cup 2026. SURABAYA ...