Jumat
16 Oktober 2026 | 4 : 07

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Ini, Sikap PDIP Jatim Terkait Teror Bom Medan

pdip-jatim-sri-untari-sek-baru

SURABAYA – DPD PDI Perjuangan Jawa Timur mengecam aksi bom bunuh diri di Mapolresta Medan, Rabu (13/11/2019), yang mengakibatkan enam orang terluka.

“Kami tentu mengecam aksi teror tersebut, karena merupakan tindakan tak berperikemanusiaan. Tindakan tersebut jelas-jelas upaya mencabut hak hidup paling mendasar dari seorang manusia, yakni hak hidup,” kata Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Sri Untari Bisowarno, Sabtu (16/11/2019).

Dalam keyakinan semua agama, sebut Untari, kehidupan dan kematian sesungguhnya adalah kewenangan Tuhan Yang Maha Esa, yang memberikan kehidupan dan mengambil kehidupan atas tiap-tiap orang.

PDI Perjuangan Jawa Timur, lanjut Untari, turut prihatin terhadap sejumlah korban luka akibat aksi tersebut. Karena itu, keluarga besar PDIP Jatim mendoakan agar para korban teror agar segera mendapatkan kesembuhan baik secara fisik maupun traumatik.

“Kami di Jawa Timur sangat bisa merasakan apa yang dirasakan warga Medan. Sebab kami yang di Jawa Timur, belumlah hilang dari ingatan kami terkait aksi teror bom di Surabaya dan di Sidoarjo yang mengakibatkan hilangnya sejumlah nyawa manusia setahun lalu,” ucapnya.

Mencermati perkembangan pengungkapan kasus teror di Medan oleh pihak berwenang, tambah Untari, pihaknya berharap ada percepatan dalam pengungkapannya hingga tuntas. Untuk kemudian memproses hukum secara tegas  apabila kemudian terungkap ada personal atau pihak atau kelompok lain yang terlibat.

Kepada keluarga besar PDI Perjuangan di Jawa Timur secara khusus, dan masyarakat Jawa Timur secara umum, Untari mengharapkan untuk tidak takut. Sebab ketakutan massal itulah yang dikehendaki para teroris.

“Sebab dengan ketakutan, akan menimbulkan kekhawatiran yang berlebihan, saling curiga, hingga akhirnya mempermudah ruang gerak para penganut terorisme,” ujarnya.

Pihaknya juga mengajak warga Jawa Timur untuk terus menjaga ketentraman di lingkungan masing-masing. Dengan tetap menjaga tali silaturahmi antar tetangga, terbuka dalam pergaulan baik dengan lintas suku, golongan, maupun agama seperti terjalin selama ini dengan mengedepankan sikap toleransi. Sebab hanya dengan toleransi, maka pondasi kerukunan antar warga yang beragam ini bisa kokoh dan solid.  

“Toleransi bisa dilakukan dari hal yang paling kecil. Dari soal sepele seperti mengucap salam misalnya, juga mesti mengedepankan toleransi seperti diajarkan para pendiri bangsa,” kata Untari.

Bahkan karena tingginya rasa toleransi pada saat itu, para pendiri bangsa merumuskan satu salam nasional, satu salam tunggal, salam milik bersama, sebagai bentuk saling mendoakan dan memberikan semangat antar anak bangsa Indonesia yang terdiri dari beragam agama dan suku ini.

Untari menambahkan, salam yang dimaklumatkan Presiden Soekarno dan belum ada pencabutan atas maklumat tersebut adalah salam dengan kata: Merdeka! Yang dibalas dengan kata: Merdeka!

Pengucapan salam disertai dengan mengangkat satu tangan dengan lima jari pada posisi terbuka dan sejajar dengan pundak.

Dalam perjalanan bernegara dan berbangsa, salam tersebut tidak lagi dipergunakan dalam keseharian maupun dalam acara kenegaraan. Meski begitu, sikap dan tindakan menjunjung tinggi toleransi masih dipraktikkan para pemimpin negeri ini dalam upaya menjaga kebhinneka tunggal ika-an negeri ini.

Presiden Jokowi misalnya, yang mengucapkan  seluruh salam agama yang ada dengan salam “khas” masing-masing sebelum maupun sesudah mengakhiri setiap pidato-pidato resminya. Hal serupa juga dilakukan sebagaian besar kepala daerah maupun aparat penyelenggara negara yang ada di Jawa Timur. (ru)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Pantau Pasar Tradisional, Wabup Antok Minta Dinas Cari Strategi Stabilkan Harga Daging Ayam

NGAWI – Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait mencari strategi ...
LEGISLATIF

Data Desil Bansos Bermasalah, Sri Untari Dorong Pemutakhiran Lebih Cepat

JAKARTA – Ketidakakuratan data kesejahteraan dan lambatnya pemutakhiran berisiko membuat bantuan sosial (bansos) ...
EKSEKUTIF

344 Koperasi Desa Merah Putih di Kediri Harus Kantongi SLF Sebelum Beroperasi

KEDIRI – Pemerintah Kabupaten Kediri memastikan 344 unit Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP) yang telah disiapkan ...
KRONIK

Perhatikan Nasib Ibu Saena dan Delapan Anaknya, Hakim: Kami Bantu Fasilitasi Pendidikan Mereka

BANGKALAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bangkalan, Nur Hakim, memberikan perhatian terhadap kondisi ibu ...
KRONIK

Kukuhkan 66 Kepala Sekolah, Bupati Lukman Tekankan Integritas dan Mutu Pendidikan

BANGKALAN – Kepala sekolah bukan sekadar menduduki jabatan struktural, tetapi juga memegang tanggung jawab besar ...
KRONIK

Sambut Hari Santri, Pemkab Banyuwangi Gelar Cek Kesehatan Gratis untuk 28 Ribu Santri

BANYUWANGI – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026 yang jatuh setiap tanggal 22 Oktober, Pemerintah ...