Selasa
28 April 2026 | 10 : 11

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Pensiunan PNS Kampanyekan Jokowi

Sutopo fans Jokowi

Sutopo fans JokowiLAKI-laki tua itu nampak bugar. Pagi-pagi sekali ketika matahari mulai naik dari ujung timur di hari minggu cerah (22/6/2014) lalu, dia sudah mengayuh sepeda kumbangnya menuju Taman Bungkul, Surabaya. Niatnya satu: bergabung dengan relawan pendukung calon presiden (capres) Joko Widodo di ajang car free day (CFD).

“Dari rumah jam lima, sampai sini setengah enam. Badan sehat hati senang,” ujar pria yang tinggal di Tenggilis Timur VII ini sembari sibuk memasang payung kecil di sepedanya.

Soetopo (74) tak datang dengan tangan kosong. Sepeda onthel tuanya sudah dirombak hingga jadi seperti rombong. Lengkap dengan kotak musik di sadel belakang dan kotak perkakas di sisi samping sepeda.

Tak ketinggalan payung dan wayang kertas berbentuk ikan suro dan buaya, Garuda Pancasila, serta penari remo di depan stang sepeda. “Saya kerjakan dua hari semua ini, sejak minggu lalu ada acara kampanye Jokowi di sini saya ikut. Saya ingin bantu Pak Jokowi,” kata dia.

Soetopo memang nampak total menunjukkan dukungannya untuk Jokowi-JK. Dari depan hingga belakang, dari ban hingga lampu sepedanya itu penuh asesoris berbau Jokowi-Jusuf Kalla.

Tak hanya sepeda, tubuhnya pun ditempeli pernik serupa. Mulai rompi hingga topi lebar ala coboy yang ia buat sendiri. Ada sticker, bendera, pin, dan potongan berita koran.

“Saya guntingi sendiri kliping koran ini, lalu saya fotokopi dan saya tempel. Topi juga saya bikin sendiri dari karet bekas, murah meriah dukung Jokowi,” jelas ketua Komunitas Sepeda Kuno Senopati Surabaya itu sambil terkekeh.

Sebuah papan partitur pun ia pasang disamping sepedanya. Musik keroncong mengalun dari kotak kecil sepeda tua Soetopo. Sembari mengenakan topi lebarnya, ia pun memegang okulele dan memasang harmonika di lehernya.

Meriah, itulah kesan yang nampak dari pria pensiunan humas Pemprov Jatim ini. Minggu pagi itu pun menjadi semakin marak dengan lagu “Salam 2 Jari” dari grup band Slank yang ia bawakan.

Soetopo melakukan semua itu karena ia ingin ikut mengampanyekan pasangan capres nomor 2, Jokowi-JK dengan cara yang unik dan kreatif. “Relawan Jokowi kan harus kreatif, tidak memfitnah atau menjelek-jelekkan. Ya ini cara kreatif saya. Kebetulan ada aksi relawan di taman Bungkul, jadi saya ikut. Saya tidak dibayar, iklhas buat Pak Jokowi,” jelas pria yang mengaku pernah jadi kader Partai Nasionalis Indonesia (PNI) ini.

Ditanya tentang mengapa mendukung Jokowi, Soetopo mengaku ia terbiasa melayani para jenderal selama berdinas. “Dari zaman 65, hingga orde baru, dan era reformasi saya sudah meladeni banyak jenis pejabat. Jokowi ini kan bukan dari kalangan jenderal atau pejabat, dia rakyat biasa. Pemimpin yang dari rakyat akan jadi pelayan rakyat,” tuturnya. (sa)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Driver Online Desak Perda Aplikator, DPRD Jatim Siap Tindak Lanjuti Aspirasi Dobrak

Driver online di Jatim desak perda aplikator, DPRD siap bahas regulasi untuk lindungi kesejahteraan driver. ...
LEGISLATIF

Romy dan Pulung Turun ke Blitar, Konsolidasi Akar Rumput hingga Garap Ruang Digital Hadapi 2029

Romy Soekarno dan Pulung Agustanto konsolidasi PDIP di Blitar, dorong penguatan akar rumput dan strategi digital ...
LEGISLATIF

Kasus Bunuh Diri Remaja Meningkat, DPRD Jatim Dorong Hotline Kesehatan Mental 24 Jam

DPRD Jatim dorong hotline kesehatan mental 24 jam dan layanan konselor di Puskesmas untuk tangani kasus bunuh diri ...
KABAR CABANG

Juventus, Anak Muda dari Blimbing yang Memilih Masuk Politik

Cerita Juventus Ronaldo, kader muda PDI Perjuangan Kota Malang yang masuk politik untuk mengajak generasi muda ...
EKSEKUTIF

Eri Tegaskan Pasar Tumpah Harus Ditertibkan, Pedagang Diarahkan ke Pasar Resmi

Eri Cahyadi tegaskan pasar tumpah di Surabaya harus ditertibkan dan pedagang diarahkan ke pasar resmi demi ...
KRONIK

Kelompok Seni Tiban di Blitar Tumbuh Pesat sejak 2021, Jadi Tanda Kuatnya Kesadaran Budaya

Jumlah kelompok seni tiban di Blitar meningkat dari 6 menjadi 20 sejak 2021, didorong kesadaran masyarakat dan ...