Sabtu
17 Oktober 2026 | 5 : 46

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Hasto Harap Pemerintah Segera Tetapkan Hari Keris Nasional

pdip-jatim-hasto-amati-koleksi-keris

JAKARTA – Sekjen Senapati Nusantara, Hasto Kristiyanto berharap pemerintah segera menetapkan Hari Keris Nasional setelah ditetapkan oleh UNESCO sebagai karya agung warisan budaya dunia.

Hal tersebut disampaikan Hasto saat berbicara di Forum Komunikasi “Keris Indonesia dan Tiga Genre Tari Tradisi Bali Setelah Terdaftar dalam IHC UNESCO untuk Pemajuan Kebudayaan” yang diadakan Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Kantor Kemendikbud, Rabu (4/9/2019).

“Keris dengan segala unsur filosofi di dalamnya telah diakui oleh UNESCO sebagai karya agung warisan budaya dunia,” kata Hasto.

Oleh karena itulah, bersama Kemendikbud, Senapati Nusantara berharap dan mendukung pemerintah dalam waktu dekat untuk menetapkan 25 November sebagai Hari Keris Nasional.

UNESCO mengukuhkan keris Indonesia sebagai karya agung warisan kemanusiaan milik seluruh bangsa di dunia sejak 25 November 2005 lalu.

“Kami telah memberikan naskah akademik ke pemerintah melalui Mensesneg dan sedang tahap finalisasi setelah penetapan UNESCO. Kita tidak hanya berbicara terkait aspek filsafat dalam karya kebudayaan itu tapi juga aspek teknologi,” ujar Sekjen PDI Perjuangan ini.

Apalagi perhatian generasi muda semakin kuat terhadap akar kebudayaan Nusantara.

“Kami berkomunikasi dengan Mensesneg semoga tidak lama lagi bisa ditetapkan hari keris karena ini menjadi fundamen yang baik dari sisi pengakuan pemerintah dan memberikan sebuah spirit bagi seluruh pemerhati tosan aji untuk berkarya bagi bangsa,” papar Hasto.

Untuk diketahui, Senapati Nusantara merupakan organisasi penggerak budaya tosan aji atau senjata tradisional yang terbuat dari besi yang dianggap pusaka secara nasional.

Dia juga menambahkan tiap tahun Senapati Nusantara mengadakan kegiatan penelitian dan rapat kerja nasional.

“Semua senafas dengan yang dicanangkan Presiden Jokowi untuk memberi perhatian terhadap sumber daya manusia. Memberikan perhatian terhadap sumber daya manusia tidak lepas dari akar kebudayaan. Itulah kontribusi Senapati Nusantara,” beber Hasto.

Hasto mengatakan akar kebudayaan Nusantara luar biasa. “Dengan melihat masa lalu kita punya orientasi ke masa depan bagaimana direction kita sebagai sebuah bangsa dibangun dari semangat kita bukan bangsa yang baru kemarin sore yang saat ini tiba-tiba mempertanyakan apa suku kita, agama kita,” ucap Hasto.

Politisi asal Yogyakarta itu menambahkan memiliki ketertarikan karena keris itu merupakan karya budaya yang dari sisi ilmu tekniknya sangat luar biasa.

Selain Hasto, di forum komunikasi itu hadir Sekjen Kemendikbud Didik Suhardi, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Totok Suprayitno, serta lebih dari ratusan pemerhati tosan aji. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Lamongan Kawal Raperda Tata Niaga dan Perlindungan Petani Tembakau

LAMONGAN — Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Lamongan berkomitmen mengawal pembentukan Rancangan Peraturan ...
LEGISLATIF

1.870 Kasus Narkoba Terungkap di Jatim, Andy Firasadi Dorong Pencegahan Berbasis Lingkungan

SURABAYA – Pemberantasan narkoba di Jawa Timur perlu diperkuat hingga ke lingkungan permukiman. Anggota Fraksi PDI ...
KRONIK

Hasto Kristiyanto Dorong Gerakan Merawat Pertiwi Perkuat Ekonomi Pesisir

MALANG – Gerakan pelestarian lingkungan harus memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Sekretaris Jenderal DPP PDI ...
KRONIK

Reses di Ponorogo, Kanang Siap Perjuangkan Aspirasi Pendidikan hingga Penyediaan Air Bersih

PONOROGO – Anggota Komisi VI DPR RI, Ir. Budi Sulistyono (Kanang), berkomitmen memperjuangkan berbagai aspirasi ...
HEADLINE

Hasto: Konservasi Mangrove dan Ekowisata CMC Tiga Warna Layak Dicontoh Daerah Lain

MALANG – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengapresiasi langkah konkret pemberdayaan masyarakat ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi: Kota Modern Tak Boleh Kehilangan Jati Diri Budaya

SINGKAWANG – Kemajuan sebuah kota tidak cukup diukur dari jalan yang mulus, gedung yang menjulang, atau pesatnya ...