Kamis
20 Agustus 2026 | 4 : 05

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

23 Tahun Kudatuli: Kesatuan dengan Rakyat Tak Bisa Dihancurkan oleh Kezaliman

pdip-jatim-hasto-4

BANDUNG – Kisah kelam peristiwa kerusuhan 27 Juli 1996 (Kudatuli) yang menyasar Kantor Partai Demokrasi Indonesia (PDI), Jl. Diponegoro 58 Jakarta Pusat, masih tersimpan jelas dalam ingatan setiap kader PDI Perjuangan.

Saat itu, kantor yang diduduki pendukung Megawati Soekarnoputri diserbu massa pendukung Soerjadi (Ketua Umum versi Kongres PDI di Medan) dibantu oleh aparat.

Tepat Sabtu (27/7/2019) atau 23 tahun setelah kejadian itu, PDIP sebagai embrio partai baru yang lahir pasca kejadian itu, terus mengenang Kudatuli sebagai bagian kelam dalam sejarah partai.

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto di hadapan peserta Konferda PDIP Jawa Barat mengatakan, wujud refleksi dari peristiwa itu adalah keyakinan kuat, kesatuan dengan rakyat yang selama ini dipraktikkan takkan bisa dihancurkan oleh kezaliman dalam bentuk apapun.

“Tetapi karena kita selalu digerakkan oleh kekuatan yang maha dahsyat itu, yakni adalah kesatuan dengan rakyat, sebagaimana yang diungkapkan Bung Karno. Jadi meskipun secara fisik kantor partai hancur lebur, tetapi semangat jiwa raga kita tidak pernah hilang,” kata Hasto.

Dia mengatakan, Kudatuli mempertontonkan kekuasaan otoriter yang berusaha menghilangkan seluruh aspek kehidupan PDI. Kantor DPP PDI diserang dan berusaha dihancurkan.

Maka hari ini, Hasto menekankan bahwa PDI Perjuangan mengucap syukur atas pasang naik turunnya semua manajemen kepartaian. Menurutnya, Tuhan yang Maha Esa tetap memberkahi perjuangan PDIP bersama rakyat sehingga menjadi pemenang pemilu 2019.

“Dalam pemilu tahun 2019 PDI Perjuangan kembali dipercayai rakyat sebagai pemenang pemilu, demikian juga pemenangan pemilu presiden. Inilah tanggung jawab masa depan bahwa kekuasaan itu untuk kepentingan rakyat,” tegasnya.

Peristiwa Kudatuli adalah salah satu peristiwa terkelam dalam sejarah demokrasi Indonesia. Akibat kerusuhan ini, Komnas HAM mencatat ada lima orang tewas, 149 orang luka-luka, 23 hilang, serta 136 ditahan.

Kudatuli 1996 adalah peristiwa pengambilalihan secara paksa kantor DPP PDI di Jalan Diponegoro 58 Jakarta Pusat yang saat itu dikuasai pendukung Megawati Soekarnoputri.

Penyerbuan dilakukan oleh massa pendukung Ketua Umum PDI versi Kongres Medan, Soerjadi. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

HEADLINE

Banteng Jatim Pesta 6 Gol, Lolos Semifinal Soekarno Cup dan Bidik Juara Lagi

SURABAYA – Banteng Jawa Timur (Jatim) tampil menggila di babak perempat final Soekarno Cup 2026. Bermain di Stadion ...
LEGISLATIF

DPRD Magetan Desak Pemkab Benahi Perizinan Aset Daerah Usai Polemik Izin Alun-Alun

MAGETAN — Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Magetan mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito: Toleransi Beragama di Sekolah Harus Diteruskan Antar Generasi

Mas Dhito berpesan agar semangat toleransi antarumat beragama di sekolah terus dijaga dan diwariskan kepada ...
LEGISLATIF

DPRD Jatim Dorong Pergub Dipercepat agar Perda Tak Mandek di Aturan

SURABAYA – DPRD Jawa Timur menekankan pentingnya percepatan penerbitan Peraturan Gubernur (Pergub) sebagai aturan ...
LEGISLATIF

Martin Dorong Pemprov Jatim Bangun Cadangan Air di Wilayah Rawan Kekeringan Bondowoso

SURABAYA – Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Martin Hamonangan, mendesak Pemprov Jatim mengubah pola penanganan ...
KRONIK

Desak Usut Tuntas Kasus Ibu Aniaya Anak di Pamekasan, Hj. Ansari: Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak

PAMEKASAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Hj. Ansari, meminta polisi untuk mengusut tuntas kekerasan ...