Selasa
25 Agustus 2026 | 9 : 00

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Whisnu Sakti: Mesin PDIP Siap Hadapi Pilwali Surabaya

pdip-jatim-whisnu-usai-paripurna

SURABAYA – Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana memastikan mesin partainya siap menghadapi Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Surabaya 2020. Modalnya, 15 kursi di DPRD Surabaya hasil Pemilu Legislatif 2019.

“Itu sebagai modal dasar. Artinya dari kekuatan mesin (partai) ini kita sudah siap, tinggal kita maksimalkan kembali nanti para anggota dewan yang baru jadi,” kata Whisnu kepada wartawan di Balai Kota Surabaya, Senin (10/6/2019).

Dari 15 anggota Fraksi PDIP DPRD Surabaya nanti, 11 di antaranya wajah lama alias incumbent dan hanya empat saja yang wajah baru. Menurut Whisnu, hal itu menunjukkan kalau “petugas partai” PDIP di legislatif sering turun ke bawah dan bisa diterima masyarakat.

“Sehingga kekuatan itu, yang akan menjadi kekuatan modal utama partai dalam menghadapi Pilkada tahun depan,” ujar politisi yang juga Wakil Wali Kota Surabaya ini.

Dia pun menegaskan, kemenangan PDIP di Surabaya pada Pileg 2019 bukan semata kemenangan partai, tapi kemenangan masyarakat Surabaya.

“Kita ingin juga melihat dengan kemenangan itu, nanti mesin partai kita sudah siap untuk menghadapi Pilada tahun depan,” katanya.

Terkait bakal calon kepala daerah dari PDIP di Pilkada Surabaya 2020, menurut Whisnu, semuanya mengikuti mekanisme partai. Sampai saat ini, ungkapnya, belum keluar juklak dan juknisnya dari dewan pimpinan pusat partai.

Bakal calon wali kota, lanjut Whisnu, biasanya dijaring dari bawah lewat Rakercabsus yang mengusulkan ke DPD PDIP Jatim kemudian dibawa ke DPP.

Menurut Whisnu, tidak menutup kemungkinan sosok yang direkomendasi oleh DPP PDI Perjuangan dalam Pilwali 2020, adalah nama yang tidak termasuk di dalam penjaringan partai di tingkat DPC.

Sebab, dalam AD/ART Partai ada hak prerogatif (hak istimewa) Ketua Umum DPP PDI Perjuangan untuk menentukan siapa yang direkom dalam Pilwali Surabaya 2020 nanti.

Whisnu mencontohkan, sejarah terpilihnya nama Tri Rismaharini pada Pilwali 2010 yang juga bukan dari penjaringan di tingkat DPC.

“Surabaya dulu Ibu Risma tidak terjaring di Rakercabsus, tapi keputusan DPP Bu Risma dan pak Bambang yang direkom. Kalau bicara tradisi, ya tidak ada tradisi yang pakem,” jelas Whisnu. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Hari Jadi ke-832 Trenggalek, Mas Ipin Bebaskan Denda Pajak dan Diskon BPHT 50%

TRENGGALEK – Memeriahkan Hari Jadi ke-832 Kabupaten Trenggalek, Bupati Mochamad Nur Arifin memberikan sejumlah ...
LEGISLATIF

Warga Bojonegoro Desil 1-4 Dijamin Terima Bansos dan Beasiswa, Apa Itu?

BOJONEGORO – Natasha Devianti, Anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro Fraksi PDI Perjuangan, memanfaatkan Reses Masa ...
KABAR CABANG

390 Ranting Dikukuhkan, PDIP Kabupaten Malang Siapkan Mesin Politik Menuju Pemilu 2029

PDIP Kabupaten Malang mengukuhkan 390 pengurus ranting sebagai bagian konsolidasi menuju Pemilu 2029 dan upaya ...
KRONIK

Sambut Muktamar ke-35 NU, Baguna PDIP Jatim Buka Posko Pelayanan Gratis bagi Muktamirin

JOMBANG – Menyambut kedatangan ribuan peserta Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), Badan Penanggulangan Bencana ...
SEMENTARA ITU...

Wayang Kulit Semarak Hari Jadi Blitar ke-702, Rijanto: Tradisi Harus Tetap Hidup di Masyarakat

Pagelaran wayang kulit lakon Bimo Bangkit memeriahkan Hari Jadi Blitar ke-702. Bupati Rijanto menegaskan pentingnya ...
HEADLINE

Jelang Muktamar ke-35 NU, DPD PDIP Jatim Ziarah ke Makam Mbah Wahab, Mbah Hasyim dan Gus Dur

JOMBANG – Menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, ...