Sabtu
05 September 2026 | 7 : 12

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Wayang Kulit Semarak Hari Jadi Blitar ke-702, Rijanto: Tradisi Harus Tetap Hidup di Masyarakat

pdip jatim 260825 hari jadi blitar 1

Pagelaran wayang kulit lakon Bimo Bangkit memeriahkan Hari Jadi Blitar ke-702. Bupati Rijanto menegaskan pentingnya menjaga seni tradisi dan gotong royong.

BLITAR – Alun-Alun Kanigoro kembali menjadi ruang bertemunya masyarakat dengan seni tradisi. Pagelaran wayang kulit dalam rangka Semarak Hari Jadi Blitar ke-702, Senin (24/8/2026) malam, tidak sekadar menghadirkan hiburan, tetapi menjadi bagian dari upaya menjaga budaya agar tetap hidup dan dekat dengan masyarakat.

Pagelaran menghadirkan dalang Ki Bambang Tri Bawono dengan lakon Bimo Bangkit. Suasana semakin meriah dengan kehadiran pelawak Joklitik-Joklutuk yang mengisi sela pertunjukan dengan sajian humor khas.

Bupati Blitar Rijanto turut hadir menyaksikan pertunjukan bersama masyarakat. Menurutnya, pagelaran wayang kulit memiliki arti penting karena seni tradisi tidak akan bertahan apabila hanya disimpan sebagai warisan masa lalu.

Karena itu, ruang pertunjukan seperti wayang kulit perlu terus diberikan agar masyarakat, khususnya generasi muda, tetap memiliki kesempatan mengenal dan menikmati kekayaan budaya daerah.

Rijanto juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam rangkaian Hari Jadi Blitar ke-702 sekaligus peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Menurutnya, berbagai kegiatan yang digelar tidak terlepas dari dukungan dan semangat gotong royong masyarakat.

“Semua rangkaian kegiatan ini tidak lepas dari dukungan dan gotong royong seluruh pihak. Terima kasih kepada masyarakat dan semua yang telah berkontribusi,” ujar Rijanto.

Hari Jadi Blitar ke-702 tahun ini mengusung tema “Manggih Raharja Blitar Kuncara”. Tema tersebut membawa harapan agar Kabupaten Blitar semakin rahayu, sejahtera, maju, sekaligus mampu menunjukkan prestasi dan potensi daerah.

Bagi Rijanto, semarak Hari Jadi tidak boleh berhenti pada kemeriahan panggung dan banyaknya kegiatan.

Setiap agenda diharapkan memiliki manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Harapannya bukan hanya menjadi hiburan, tetapi juga memberikan manfaat dan kontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Dengan cara pandang tersebut, pagelaran budaya menjadi bagian dari rangkaian pembangunan daerah.

Tradisi tetap dirawat, masyarakat mendapatkan ruang berkumpul, sementara potensi seni dan budaya lokal terus diperkenalkan.

Di sela kegiatan, Rijanto juga menyerahkan sejumlah penghargaan sebagai bentuk apresiasi terhadap masyarakat dan lembaga yang dinilai memberikan kontribusi bagi daerah.

Penghargaan diberikan dalam Gebyar Semarak Desa/Kelurahan dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI, penghargaan kepada sejumlah tokoh berprestasi, serta apresiasi atas capaian kinerja terbaik tingkat kecamatan.

Kantor Pertanahan Kabupaten Blitar juga mendapatkan penghargaan atas dukungannya dalam mempercepat pelaksanaan program pertanahan nasional.

Pemberian penghargaan tersebut menjadi bagian dari pesan bahwa pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada pemerintah.

Ada masyarakat, desa, lembaga, tokoh, hingga berbagai institusi yang ikut mengambil peran.

Melalui momentum Hari Jadi ke-702, Pemkab Blitar ingin tradisi dan budaya lokal tetap tumbuh bersamaan dengan pengembangan potensi daerah.

Wayang kulit menjadi salah satu ruangnya.

Gotong royong menjadi energinya.

Sementara peningkatan kesejahteraan masyarakat menjadi tujuan akhirnya.

Dengan demikian, semarak Hari Jadi Blitar tidak berhenti sebagai agenda tahunan. Peringatan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan sekaligus menghidupkan kembali berbagai potensi yang dimiliki masyarakat.

Sebab, di tengah perkembangan zaman, menjaga tradisi bukan berarti berhenti pada masa lalu.

Justru dari tradisi, masyarakat dapat menemukan kembali identitas, kebersamaan, dan kekuatan untuk melangkah ke depan.

Semangat “Manggih Raharja Blitar Kuncara” pun diharapkan tidak hanya menjadi tema di panggung perayaan, tetapi hadir dalam kerja bersama untuk menjadikan Kabupaten Blitar semakin berdaya dan berjaya. (arif/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Di Tempat Hasto Dilahirkan, Demokrasi Dibicarakan Lewat Gamelan dan Tarian

YOGYAKARTA – Tidak ada kemewahan ruang pertemuan hotel. Tidak ada pendingin udara yang membuat suasana malam terasa ...
LEGISLATIF

Puan Dukung Penegakan Hukum 21 Badan Usaha Terkait Karhutla, Minta Prosesnya Transparan

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani mendukung langkah Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) melakukan penegakan hukum ...
KRONIK

Hasto Ingatkan Ancaman Populisme Otoriter, Dorong Lima Agenda Ketahanan Demokrasi

YOGYAKARTA – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengingatkan menguatnya populisme otoriter dapat ...
KRONIK

Pantau Langsung Kebakaran Kawah Ijen, Bupati Ipuk Ajukan Helikopter Water Bombing

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, memantau langsung lokasi kebakaran di Kawsan Pegunungan Ijen, ...
KRONIK

Bupati Fauzi Lantik 4 Kepala OPD, Tekankan Integritas dan Pelayanan Terbaik untuk Rakyat

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, melantik empat pejabat pimpinan tinggi pratama (JPTP) di ...
KABAR CABANG

Formasi Baru Terbentuk, Ranting dan Anak Ranting se-Kecamatan Pagerwojo Siap Menangkan Pemilu 2029

TULUNGAGUNG – Pengurus Ranting dan Anak Ranting PDI Perjuangan se-Kecamatan Pagerwojo masa bakti 2026-2031 resmi ...