Minggu
18 Oktober 2026 | 10 : 15

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Wayang Kulit Semarak Hari Jadi Blitar ke-702, Rijanto: Tradisi Harus Tetap Hidup di Masyarakat

pdip jatim 260825 hari jadi blitar 1

Pagelaran wayang kulit lakon Bimo Bangkit memeriahkan Hari Jadi Blitar ke-702. Bupati Rijanto menegaskan pentingnya menjaga seni tradisi dan gotong royong.

BLITAR – Alun-Alun Kanigoro kembali menjadi ruang bertemunya masyarakat dengan seni tradisi. Pagelaran wayang kulit dalam rangka Semarak Hari Jadi Blitar ke-702, Senin (24/8/2026) malam, tidak sekadar menghadirkan hiburan, tetapi menjadi bagian dari upaya menjaga budaya agar tetap hidup dan dekat dengan masyarakat.

Pagelaran menghadirkan dalang Ki Bambang Tri Bawono dengan lakon Bimo Bangkit. Suasana semakin meriah dengan kehadiran pelawak Joklitik-Joklutuk yang mengisi sela pertunjukan dengan sajian humor khas.

Bupati Blitar Rijanto turut hadir menyaksikan pertunjukan bersama masyarakat. Menurutnya, pagelaran wayang kulit memiliki arti penting karena seni tradisi tidak akan bertahan apabila hanya disimpan sebagai warisan masa lalu.

Karena itu, ruang pertunjukan seperti wayang kulit perlu terus diberikan agar masyarakat, khususnya generasi muda, tetap memiliki kesempatan mengenal dan menikmati kekayaan budaya daerah.

Rijanto juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam rangkaian Hari Jadi Blitar ke-702 sekaligus peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Menurutnya, berbagai kegiatan yang digelar tidak terlepas dari dukungan dan semangat gotong royong masyarakat.

“Semua rangkaian kegiatan ini tidak lepas dari dukungan dan gotong royong seluruh pihak. Terima kasih kepada masyarakat dan semua yang telah berkontribusi,” ujar Rijanto.

Hari Jadi Blitar ke-702 tahun ini mengusung tema “Manggih Raharja Blitar Kuncara”. Tema tersebut membawa harapan agar Kabupaten Blitar semakin rahayu, sejahtera, maju, sekaligus mampu menunjukkan prestasi dan potensi daerah.

Bagi Rijanto, semarak Hari Jadi tidak boleh berhenti pada kemeriahan panggung dan banyaknya kegiatan.

Setiap agenda diharapkan memiliki manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Harapannya bukan hanya menjadi hiburan, tetapi juga memberikan manfaat dan kontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Dengan cara pandang tersebut, pagelaran budaya menjadi bagian dari rangkaian pembangunan daerah.

Tradisi tetap dirawat, masyarakat mendapatkan ruang berkumpul, sementara potensi seni dan budaya lokal terus diperkenalkan.

Di sela kegiatan, Rijanto juga menyerahkan sejumlah penghargaan sebagai bentuk apresiasi terhadap masyarakat dan lembaga yang dinilai memberikan kontribusi bagi daerah.

Penghargaan diberikan dalam Gebyar Semarak Desa/Kelurahan dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI, penghargaan kepada sejumlah tokoh berprestasi, serta apresiasi atas capaian kinerja terbaik tingkat kecamatan.

Kantor Pertanahan Kabupaten Blitar juga mendapatkan penghargaan atas dukungannya dalam mempercepat pelaksanaan program pertanahan nasional.

Pemberian penghargaan tersebut menjadi bagian dari pesan bahwa pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada pemerintah.

Ada masyarakat, desa, lembaga, tokoh, hingga berbagai institusi yang ikut mengambil peran.

Melalui momentum Hari Jadi ke-702, Pemkab Blitar ingin tradisi dan budaya lokal tetap tumbuh bersamaan dengan pengembangan potensi daerah.

Wayang kulit menjadi salah satu ruangnya.

Gotong royong menjadi energinya.

Sementara peningkatan kesejahteraan masyarakat menjadi tujuan akhirnya.

Dengan demikian, semarak Hari Jadi Blitar tidak berhenti sebagai agenda tahunan. Peringatan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan sekaligus menghidupkan kembali berbagai potensi yang dimiliki masyarakat.

Sebab, di tengah perkembangan zaman, menjaga tradisi bukan berarti berhenti pada masa lalu.

Justru dari tradisi, masyarakat dapat menemukan kembali identitas, kebersamaan, dan kekuatan untuk melangkah ke depan.

Semangat “Manggih Raharja Blitar Kuncara” pun diharapkan tidak hanya menjadi tema di panggung perayaan, tetapi hadir dalam kerja bersama untuk menjadikan Kabupaten Blitar semakin berdaya dan berjaya. (arif/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Andreas Bidik Bursa Karbon Berbasis Komunitas Pertama di CMC Tiga Warna

MALANG – Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI Andreas Eddy Susetyo menargetkan kawasan ...
HEADLINE

Medsos Jadi Senjata, PDI Perjuangan Jatim Dorong Gen Z Suarakan Kebenaran

SURABAYA – DPD PDI Perjuangan Jawa Timur mendorong kader Generasi Z (Gen Z) untuk menguasai dan memanfaatkan media ...
KRONIK

Masuk Sekolah Partai, Gen Z Jatim Ungkap Sisi Seru PDI Perjuangan Jatim

SURABAYA – Tiga kader Generasi Z (Gen Z) membagikan pengalaman pertamanya terjun ke dunia politik saat mengikuti ...
LEGISLATIF

Warga Durenan Titip Aspirasi Irigasi dan Antisipasi Banjir kepada Deni Wicaksono

TRENGGALEK – Perbaikan irigasi, antisipasi banjir, dan peningkatan produktivitas panen menjadi aspirasi warga ...
KRONIK

DPP PDI Perjuangan Jadikan Video AI DPD Jatim Percontohan Nasional

SURABAYA – Inovasi pembelajaran politik berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) buatan DPD PDI ...
KABAR CABANG

Wadahi Bakat Atlet Lokal, Turnamen Catur Piala DRJ Ngawi Disambut Antusias Ratusan Peserta

NGAWI – Permainan papan catur rupanya memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat Kabupaten Ngawi. Hal ini ...