Selasa
25 Agustus 2026 | 7 : 37

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Wayang Kulit Semarak Hari Jadi Blitar ke-702, Rijanto: Tradisi Harus Tetap Hidup di Masyarakat

pdip jatim 260825 hari jadi blitar 1

Pagelaran wayang kulit lakon Bimo Bangkit memeriahkan Hari Jadi Blitar ke-702. Bupati Rijanto menegaskan pentingnya menjaga seni tradisi dan gotong royong.

BLITAR – Alun-Alun Kanigoro kembali menjadi ruang bertemunya masyarakat dengan seni tradisi. Pagelaran wayang kulit dalam rangka Semarak Hari Jadi Blitar ke-702, Senin (24/8/2026) malam, tidak sekadar menghadirkan hiburan, tetapi menjadi bagian dari upaya menjaga budaya agar tetap hidup dan dekat dengan masyarakat.

Pagelaran menghadirkan dalang Ki Bambang Tri Bawono dengan lakon Bimo Bangkit. Suasana semakin meriah dengan kehadiran pelawak Joklitik-Joklutuk yang mengisi sela pertunjukan dengan sajian humor khas.

Bupati Blitar Rijanto turut hadir menyaksikan pertunjukan bersama masyarakat. Menurutnya, pagelaran wayang kulit memiliki arti penting karena seni tradisi tidak akan bertahan apabila hanya disimpan sebagai warisan masa lalu.

Karena itu, ruang pertunjukan seperti wayang kulit perlu terus diberikan agar masyarakat, khususnya generasi muda, tetap memiliki kesempatan mengenal dan menikmati kekayaan budaya daerah.

Rijanto juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam rangkaian Hari Jadi Blitar ke-702 sekaligus peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Menurutnya, berbagai kegiatan yang digelar tidak terlepas dari dukungan dan semangat gotong royong masyarakat.

“Semua rangkaian kegiatan ini tidak lepas dari dukungan dan gotong royong seluruh pihak. Terima kasih kepada masyarakat dan semua yang telah berkontribusi,” ujar Rijanto.

Hari Jadi Blitar ke-702 tahun ini mengusung tema “Manggih Raharja Blitar Kuncara”. Tema tersebut membawa harapan agar Kabupaten Blitar semakin rahayu, sejahtera, maju, sekaligus mampu menunjukkan prestasi dan potensi daerah.

Bagi Rijanto, semarak Hari Jadi tidak boleh berhenti pada kemeriahan panggung dan banyaknya kegiatan.

Setiap agenda diharapkan memiliki manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Harapannya bukan hanya menjadi hiburan, tetapi juga memberikan manfaat dan kontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Dengan cara pandang tersebut, pagelaran budaya menjadi bagian dari rangkaian pembangunan daerah.

Tradisi tetap dirawat, masyarakat mendapatkan ruang berkumpul, sementara potensi seni dan budaya lokal terus diperkenalkan.

Di sela kegiatan, Rijanto juga menyerahkan sejumlah penghargaan sebagai bentuk apresiasi terhadap masyarakat dan lembaga yang dinilai memberikan kontribusi bagi daerah.

Penghargaan diberikan dalam Gebyar Semarak Desa/Kelurahan dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI, penghargaan kepada sejumlah tokoh berprestasi, serta apresiasi atas capaian kinerja terbaik tingkat kecamatan.

Kantor Pertanahan Kabupaten Blitar juga mendapatkan penghargaan atas dukungannya dalam mempercepat pelaksanaan program pertanahan nasional.

Pemberian penghargaan tersebut menjadi bagian dari pesan bahwa pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada pemerintah.

Ada masyarakat, desa, lembaga, tokoh, hingga berbagai institusi yang ikut mengambil peran.

Melalui momentum Hari Jadi ke-702, Pemkab Blitar ingin tradisi dan budaya lokal tetap tumbuh bersamaan dengan pengembangan potensi daerah.

Wayang kulit menjadi salah satu ruangnya.

Gotong royong menjadi energinya.

Sementara peningkatan kesejahteraan masyarakat menjadi tujuan akhirnya.

Dengan demikian, semarak Hari Jadi Blitar tidak berhenti sebagai agenda tahunan. Peringatan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan sekaligus menghidupkan kembali berbagai potensi yang dimiliki masyarakat.

Sebab, di tengah perkembangan zaman, menjaga tradisi bukan berarti berhenti pada masa lalu.

Justru dari tradisi, masyarakat dapat menemukan kembali identitas, kebersamaan, dan kekuatan untuk melangkah ke depan.

Semangat “Manggih Raharja Blitar Kuncara” pun diharapkan tidak hanya menjadi tema di panggung perayaan, tetapi hadir dalam kerja bersama untuk menjadikan Kabupaten Blitar semakin berdaya dan berjaya. (arif/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Sambut Muktamar ke-35 NU, Baguna PDIP Jatim Buka Posko Pelayanan Gratis bagi Muktamirin

JOMBANG – Menyambut kedatangan ribuan peserta Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), Badan Penanggulangan Bencana ...
SEMENTARA ITU...

Wayang Kulit Semarak Hari Jadi Blitar ke-702, Rijanto: Tradisi Harus Tetap Hidup di Masyarakat

Pagelaran wayang kulit lakon Bimo Bangkit memeriahkan Hari Jadi Blitar ke-702. Bupati Rijanto menegaskan pentingnya ...
HEADLINE

Jelang Muktamar ke-35 NU, DPD PDIP Jatim Ziarah ke Makam Mbah Wahab, Mbah Hasyim dan Gus Dur

JOMBANG – Menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, ...
KRONIK

Genjot Transformasi Digital, Pemkab Bangkalan Hadirkan Layanan PBB yang Mudah dan Cepat lewat MyTax

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan terus mendorong transformasi digital dalam penyelenggaraan ...
LEGISLATIF

Reses, Warga Kasiman Bojonegoro Sampaikan Ragam Aspirasi kepada Lasmiran

BOJONEGORO – Infrastruktur jalan, perbaikan saluran air, hingga penguatan modal usaha mikro, kecil, dan menengah ...
KABAR CABANG

PDI Perjuangan Kecamatan Sendang Targetkan Penambahan Kursi DPRD Tulungagung Dapil 5

TULUNGAGUNG – Musyawarah Ranting (Musran) dan Musyawarah Anak Ranting (Musranran) PDI Perjuangan se-Kecamatan ...