Selasa
15 September 2026 | 12 : 13

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Unggul di Semua Kelompok Pemilih, Alvara: Elektabilitas Jokowi-Ma’ruf 53,9 %

IMG_20190328_053305

JAKARTA — Tiga pekan jelang coblosan Pemilu 2019, elektabilitas pasangan capres-cawapres 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin makin tak terkejar pasangan Prabowo-Sandiaga.

Survei yang digelar lembaga Alvara Research Center yang hasilnya dirilis, Rabu (27/3/2019) menunjukkan sebanyak 53 persen lebih memilih Jokowi-Ma’ruf Amin dalam coblosan Pilpres 2019 pada 17 April depan. Sementara 34,7 persen responden lainnya memilih Prabowo-Sandiaga.

Survei Alvara pada 22 Februari hingga 2 Maret 2019 itu dilakukan terhadap 1.200 responden yang mewakili 34 provinsi.

“Jumlah responden yang menjawab tidak tahu sebanyak 11,4 persen,” kata CEO Alvara Research Center Hasanuddin Ali.

Penarikan 1.200 responden itu memakai multistage random sampling. Metode di dalam mencari jawaban adalah dengan wawancara tatap muka.

Hasil survei ini memiliki tingkat kepercayaan sebesar 95 persen. Margin of error survei sebesar 2,88 persen.

Hasanuddin mengungkapkan, tren elektabilitas Jokowi-Maruf itu cenderung stabil. Pada Agustus 2018, survei Alvara menunjukkan elektabilitas Jokowi-Ma’ruf sebesar 53,6 persen, sementara Prabowo-Sandiaga 35,2 persen.

“Pada Oktober 2018, elektabilitas Jokowi-Ma’ruf naik sedikit menjadi 54,1 persen, sementara elektabilitas Prabowo-Sandi turun jadi 33,9 persen,” urai Hasanuddin.

Pada Desember 2018, elektabilitas Jokowi-Maruf kembali naik sedikit jadi 54,3 persen, sementara elektabilitas Prabowo-Sandi naik kembali nyaris ke posisi Oktober 2018, yakni sebesar 35,1 persen.

Survei Alvara juga menunjukkan sebagian besar kelompok usia baby boomer atau kelompok yang lahir pada kurun waktu 1946-1964 cenderung memilih Jokowi-Ma’ruf.

Sedang kelompok generasi Z atau juga pemilih pemula terbelah nyaris sama rata pada kedua pasangan capres serta cawapres. Generasi Z adalah mereka yang lahir setelah 1995.

“Pada Oktober 2018, 57,5 persen kelompok baby boomer memilih Jokowi-Ma’ruf. Sementara 30,4 persen lainnya memilih Prabowo-Sandiaga,” ungkap Hasanuddin Ali.

Pada Desember 2018, disparitas elektabilitas kedua kandidat di kelompok baby boomer kian melebar. Sebanyak 61,1 persen memilih Jokowi-Ma’ruf. Sementara Prabowo-Sandiaga dipilih 26,0 persen.

Puncaknya pada bulan Februari 2019, sebanyak 66,0 persen memilih Jokowi-Ma’ruf. Sementara, kelompok baby boomer yang memilih Prabowo-Sandiaga semakin mengecil, menjadi 24 persen.

Pada kelompok usia milenial, disparitas elektabilitas pasangan 01 dan 02 cenderung statis. Berdasarkan survei pada Oktober 2018, responden yang memilih Jokowi-Ma’ruf sebanyak 53,6 persen.

Pada Desember 2018, menurun sedikit menjadi 52,5 persen. Sementara pada Februari 2019, jumlah responden yang memilih Jokowi-Ma’ruf menjadi 51,5 persen.

Adapun, pada Oktober 2018, elektabilitas Prabowo-Sandiaga sebesar 34,5 persen. Pada Desember 2018 naik menjadi 37,9 persen dan jumlahnya tetap pada survei yang digelar Februari 2019, yakni 37,2 persen.

“Nah, di kelompok suara gen z, ini cukup dinamis. Survei kami pada Oktober 2018, Jokowi-Ma’ruf meraih 47,9 persen. Sementara, pada waktu yang sama, jumlah kelompok usia gen z yang memilih Prabowo-Sandiaga sebesar 36,1 persen,” ujar Hasanuddin.

Dalam waktu dua bulan, terjadi peningkatan suara pada kedua kandidat. Jumlah kelompok gen z yang memilih Jokowi-Ma’ruf sebesar 54,0 persen. Sementara, yang memilih Prabowo-Sandiaga sebesar 36,1 persen.

Survei terbaru pada Februari 2019, jumlah pemilih Jokowi-Ma’ruf pada gen z menurun menjadi 44,0 persen. Sementara, jumlah pemilih Prabowo-Sandiaga melonjak menjadi 42,5 persen.

“Dari keseluruhan survei ini, menunjukkan margin keunggulan Jokowi-Ma’ruf semakin tebal di baby boomer. Sementara di gen z dan milenial, elektabilitas Prabowo-Sandiaga menempel cukup ketat Jokowi-Ma’ruf,” urainya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

DPRD Magetan Sidak Gudang Pengepul Kentang Mitra Indofood usai Keluhan Petani Soal Panen Lambat

MAGETAN — Komisi B DPRD Kabupaten Magetan turun langsung meninjau gudang pengepul kentang di Jalan Raya ...
LEGISLATIF

Puan Kenang Jejak Bung Karno dan Bulgarian Rose dalam 70 Tahun Persahabatan Indonesia-Bulgaria

JAKARTA — Ketua DPR RI Puan Maharani mengenang kunjungan Presiden pertama RI Soekarno ke Bulgaria pada 1961, saat ...
LEGISLATIF

Developer di Gresik Tak Sediakan Lahan Makam Terancam Sanksi

GRESIK – Pengelolaan pemakaman menjadi perhatian serius wakil rakyat kabupaten Gresik. Pasalnya, perumahan kian ...
KABAR CABANG

DPC Bojonegoro Kirim Air Bersih ke Tiga Desa di Sumberrejo Terdampak Kekeringan

BOJONEGORO – Krisis air bersih yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bojonegoro mendorong berbagai pihak untuk ...
OLAHRAGA

Hadapi Porprov 2027, Doding Dorong Semua Cabor Terus Poles Atlet dan Pelatih

TRENGGALEK — Menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027, KONI Kabupaten Trenggalek mendorong ...
LEGISLATIF

PDIP Jember Persoalkan War Room Rp2,5 Miliar, Candra: Memerangi Siapa?

JEMBER – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jember mempertanyakan urgensi anggaran war room senilai Rp2,5 miliar dalam ...