Kamis
15 Oktober 2026 | 5 : 02

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Hanya Tiga Parpol Alami Kenaikan Suara, PDIP Bertahan di Puncak

pdip-jatim-Ilustrasi-pemilu-2019

SURABAYA – Sembilan partai politik (Parpol) hasil survei Polmark Research Center (PRC) yang diprediksi lolos ambang batas parlemen 2019, bila dibandingkan hasil Pileg 2014, hanya tiga parpol yang mengalami kenaikan perolehan suara.

“Di 73 dapil survei, dari enam belas partai, kami prediksi sembilan partai yang lolos dan tujuh lainnya tidak lolos,” ujar Eep Saefulloh Fatah, Direktur Polmark Research Center (PRC) di Surabaya, Selasa (5/3/2019).

Menurut PRC, sembilan partai diprediksi lolos ke parlemen yakni PDIP, Partai Gerindra, Partai Golkar, PKB, Partai Demokrat, PAN, Partai Nasdem, PKS, PPP. Dan yang diprediksi tidak lolos yakni Partai Garuda, Partai Berkarya, Perindo, PSI, Partai Hanura, PBB dan PKPI. Perolehan suaranya di bawah empat persen.

Dalam data yang dirilis PRC, dari sembilan parpol, PDIP yang memuncaki perolehan suara dengan elektabilitas 28,6 persen. Sedangkan peringkat dua ditempati Partai Gerindra dengan 14,1 persen.

 Lalu Partai Golkar diperingkat ketiga dengan elektabilitas 13,3 persen. Selanjutnya, PKB 11,5 persen, Partai Demokrat 6,9 persen, PAN 5,9 persen, Partai Nasdem 5,6 persen, PKS 4,6 persen, dan PPP 4,5 persen.

Bila hasil survei PRC ini dibandingkan dengan hasil Pileg 2014, hanya tiga partai yang mengalami kenaikan perolehan suara, yaitu PDIP (2014-18,95 persen), Partai Gerindra (2014-11,81 persen) dan PKB (2014-9,04 persen). Selebihnya, suara parpol tergerus sekitar 2 persen.

Pengakuan PRC, survei dilakukan di Sumatra (20,1 persen), Jawa (58,6 persen), Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua (21,3 persen) dari jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) dengan jumlah responden sebanyak 32.560.

Masih dalam data PRC, berdasarkan wilayah survei, jumlah perolehan elektabilitas di Sumatra, PDIP berada di puncak dengan angka 20,2 persen. Seterusnya, peringkat kedua Partai Golkar 17,5 persen, Ketiga Partai Gerindra dengan 16,7 persen, Partai Demokrat dan PAN sama-sama peroleh 9,2 persen, Partai Nasdem 7,9 persen, dan PKS 6,9 persen.

Sementara di Jawa, PDIP bercokol dengan 32,9 persen, PKB 15,7 persen, Partai Gerindra 13,7 persen, Partai Golkar 10,3 persen, Partai Demokrat 6,1 persen, PPP 4,9 persen, PAN dan PKS masing-masing 4,3 persen.

Untuk Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua, PDIP memperoleh elektabilitas 22,0 persen, Partai Golkar 19,6 persen, Partai Gerindra 13,0 persen, Partai Nasdem 9,3 persen, PAN 8,0 persen, Partai Demokrat 7,7 persen, PPP 4,7 persen, PKS 4,6 persen, dan PKB 4,0 persen.

“Hasil ini merupakan agregat di 73 dapil dari 80 dapil di Indonesia. Ini merupakan gambaran kenyataan politik Indonesia, berdasarkan kenyataan politik lokal. Metodenya multi stage random sampling dengan margin error kurang lebih 4,8 persen,” tegas Eep dikutip Kantor Berita RMOL Jatim. (rmol)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Pelaku Usaha Mikro Tuban Didorong Berkoperasi

TUBAN – Upaya memperkuat perekonomian berbasis kerakyatan terus didorong di daerah. Anggota DPRD Jawa Timur Fraksi ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Pertanyakan Pengawasan Dishub, Pelanggaran Parkir Terjadi di Depan Petugas

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mempertanyakan efektivitas pengawasan Dinas Perhubungan (Dishub) setelah ...
KRONIK

Anak Muda Magetan Didorong Tanggap Bencana, Manfaatkan Medsos hingga Turun Lapangan

MAGETAN – Generasi Z (Gen Z) dan kaum muda memiliki posisi strategis untuk menjadi motor penggerak sekaligus ...
EKSEKUTIF

Rijanto Sidak Dua Proyek Strategis Blitar, Pastikan Jalan dan Jembatan Tepat Sasaran

BLITAR – Bupati Blitar Rijanto turun langsung meninjau rencana perbaikan jalan di Dusun Kepek, Desa Ngeni, ...
KRONIK

Gelar GAS NIKAH di Yayasan Taufiqus Sibyan, Hj. Ansari Tekankan Pentingnya Kepastian Hukum

PAMEKASAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Hj. Ansari, mengingatkan masyarakat agar mencatatkan pernikahan ...
KOLOM

Pendidikan Karakter dan Cinta Tanah Air : Catatan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Untag Surabaya

Oleh Susy Cecilia Agustina S.* IBARAT pohon, cinta tanah air tidak tiba-tiba tumbuh, tapi perlu disemai, dipupuk, ...