Selasa
03 November 2026 | 9 : 21

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Antisipasi Dana Kelurahan, Risma Lakukan Ini…

pdip-jatim-risma-pakaian-dinas

SURABAYA – Memasuki 2019, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyampaikan antisipasi apabila para lurah mendapatkan anggaran seperti dana desa. Sebab lurah merupakan aparatur sipil negara (ASN), sedangkan kepala desa bukan ASN, sehingga pengeluaran keuangannya juga akan berbeda.

Terkait pengelolaan dana kelurahan ini, Pemkot Surabaya tak ingin blunder di kemudian hari sehingga mempengaruhi hasil audit keuangan yang sementara ini berjalan baik.

“Makanya, nanti kita akan cek juga pengelolaannya bagaimana. Kalau ASN mengeluarkan uang itu pasti ikut pengelolaan keuangan,” kata Risma, kemarin.

Wali Kota perempuan pertama di Kota Surabaya ini juga mengingatkan kepada jajarannya apabila nantinya mendapatkan dana desa, diharapkan tidak terkena permasalahan hukum karena pengelolaan keuangan yang tidak benar.

Risma pun akan mempersiapkan para lurahnya dengan mengadakan training dan juga beberapa tes.

“Dapat atau tidak dana desa itu, kita belum tahu. Kalau tidak dapat ya sudah tidak apa-apa, tapi kalau kita dapat, kan sudah lebih siap dan sudah antisipasi. Kami juga terus melakukan training kepada lurah-lurah,” tegasnya.

Kucuran dana desa untuk kelurahan belum bisa dipastikan. Risma mengaku belum mendapatkan pemberitahuan berapa dana desa yang bakal diterima kelurahan di Surabaya.

Dia mewanti-wanti pejabat di tingkat kelurahan tetap mempersiapkan segala dokumen yang diperlukan untuk mengurus dana desa jika akhirnya dicairkan. Sekaligus menyusun perencanaan yang matang agar penyerapan sesuai dengan anggaran.

Hal serupa disampaikan kepada organisasi perangkat daerah (OPD) dan pejabat kecamatan yang lain.

“Pemeriksa sekarang tidak hanya ke dinas-dinas yang besar seperti pekerjaan umum (PU). Tapi juga ke yang kecil-kecil, jadi saya minta menyiapkan,” lanjut mantan kepala bappeko itu.

OPD yang progres penyerapannya cukup molor selama 2018 diingatkan untuk bisa mempercepat pengerjaan pada tahun depan. Terutama untuk infrastruktur. Dia juga mengingatkan para PNS untuk fokus pada pelayanan masyarakat dan tidak tergiur tawaran lain di luar tanggung jawab mereka. Terutama yang bukan menjadi hak ASN. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Warga Tanpa Identitas Luput dari Bansos, Widarto Sebut Kemiskinan Bukan Sekadar Angka Statistik

JEMBER – Penurunan jumlah penduduk miskin di Kabupaten Jember sekitar 15 ribu orang dalam setahun terakhir belum ...
EKSEKUTIF

Inovasi Sosialisasi Regulasi, Pemkab Ngawi Gelar Lomba Cerdas Cermat Tata Ruang Libatkan Warga

NGAWI – Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) menggelar Festival Tata ...
KRONIK

Aris Sulawan Bersama Warga Walikukun Gotong Royong Bangun Sejumlah Bak Sampah

NGAWI – Keterbatasan fasilitas pembuangan sampah masih menjadi persoalan kebersihan lingkungan di sejumlah wilayah ...
EKSEKUTIF

BKK Desa di Ngawi dari P-APBD 2026 Kisaran Rp 100 – 200 Juta

NGAWI – Sebanyak 122 desa di Kabupaten Ngawi mendapatkan alokasi Bantuan Keuangan Khusus (BKK) desa pada perubahan ...
KRONIK

Buyer Filipina Tertarik Kopi Banyuwangi, Bupati Ipuk Dorong Peluang Ekspor

BANYUWANGI – Kopi Banyuwangi menarik perhatian buyer asal Filipina. Sembilan calon pembeli dari negara tersebut ...
LEGISLATIF

Untari Ajak Warga Kota Malang Jadi Pionir Lingkungan Bersih, Mulai dari Pilah Sampah di Rumah

MALANG – Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Sri Untari Bisowarno mengajak masyarakat Kota Malang menjadi pionir ...