Jumat
28 Agustus 2026 | 8 : 03

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Budiman: Lawan Politik Tebar Ketakutan demi Ambisi Kekuasaan

pdip-jatim-budiman-sudjatmiko-1

JAKARTA – Politisi PDI Perjuangan Budiman Sudjatmiko menyebut, isu-isu yang memojokkan pemerintah, seperti berita hoaks dan kebohongan yang terus digulirkan lawan politik, merupakan politik tebar ketakutan demi nafsu ambisi politik kekuasaan.

Menurut Budiman, teknik itu dinamakan firehose of falsehood atau “selang pemadam kebakaran untuk kekeliruan”. Teknik ini menggunakan obvious lies atau kebohongan tersurat yang direncanakan untuk membangun ketakutan.

Sebagai propaganda, terang Budiman, cara ini dinilai sangat efektif sebab mempengaruhi bagian otak yang disebut amygdala – bagian otak yang bertanggung jawab untuk mendeteksi rasa takut dan mempersiapkan diri pada kondisi darurat.

Kata Budiman, kebohongan demi kebohongan menjadi bahan bakar kampanye kubu Prabowo-Sandiaga. Dengan cara itu, maka yang terjadi adalah kampanye politik bukan lagi untuk mengabarkan kebenaran, tetapi mengaburkannya.

“Dampak terparah ialah masyarakat akan berada dalam kondisi ketidakpastian karena dibawa ke arus informasi palsu,” tegas Budiman kepada media, Rabu (26/12/2018).

Cara-cara seperti itu, kata Budiman, dampaknya ialah kerusakan sosial dan politik yang sulit diperbaiki juga akan menyertai kerusakan dalam berfikir positif.

“Ketika semua terdaftar hal yang dibenci, tidak disukai dan bangsa merasa jijik, benar apa tidak, orang bisa begitu saja percaya, dan celakanya satu kebohongan atau fitnah itu lebih mudah dicerna, enak didengar, asik dibicarakan terus-menerus ketimbang kabar baik,” katanya.

Budiman menyebut yang dilakukan tim Prabowo, dengan kabar palsu dengan narasi ketakutan, diibaratkan membuang air comberan dengan cara menyemprotkan. Memang bisa dibersihkan namun, ketika kebohongan itu begitu massif, kesempatan untuk membersihkan menjadi sulit.

“Ketika Anda dikasih kesempatan untuk membantahnya, tetapi kebohongan saya yang disemburkan seperti pemadam kebakaran menyemprotkan air, bagaimana Anda melihatnya? Itu tidak terhingga karena jumlah kebohongan saya terhadap Anda tak terhingga. Anda bisa apa?” katanya.

Terlebih lagi, lanjut dia, di era kecanggihan teknologi seperti saat ini. Media sosial, bisa dibuat dengan ribuan akun. Secara otomatis, berita hoaks yang sengaja digoreng bisa diramaikan dengan sekejap.

Cara-cara menebar ketakutan, dilakukan ketika Presiden Amerika Serikat Donald Trump mencalonkan diri di Pilpres tahun lalu. Trump ketika itu, memahami betul setiap peristiwa yang terjadi di AS.

“Kenapa mereka tahu apa yang dibenci oleh 300 jutaan orang Amerika. Apa yang dibenci oleh 200 juta rakyat Brazil. Mereka tinggal memeriksa, apa sih yang mereka benci. Survei itu cukup mereka ketahui lewat akun twitter, akun Facebook,” kata dia.

Pemerintah Indonesia saat ini sedang menatap optimistis bisa memimpin di revolusi industri ke-4, memacu kecerdasan alami, kecerdasan buatan bangsa Indonesia berbasis big data. Sehingga, program itu sejalan dengan kemajuan, sementara Prabowo justru terus bicara kebodohan.

“Terus yang mau dibuat Indonesia jadi besar itu apa? Kalau kemudian narasinya narasi mengerdilkan diri tapi menginginkan Indonesia great again,” kata Budiman.

Menurut Budiman, pemerintahan di bawah kepemimpinan Jokowi ingin maju. Sehingga narasi yang sedang dibangun adalah narasi kecerdasan buatan big data, blok Chain, neurosains, dan lainnya. Itu yang mulai dikerjakan pemerintahan sekarang dan tidak ada jalan lain. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

DPRD Kota Malang Usulkan Insentif Guru PAUD Naik, Dibahas dalam APBD 2027

MALANG – DPRD Kota Malang mendorong peningkatan alokasi tunjangan insentif bagi para pendidik Pendidikan Anak Usia ...
LEGISLATIF

Abidin Fikri Salurkan Wakaf Al-Qur’an dan Bingkisan untuk Takmir Masjid di Bojonegoro

BOJONEGORO – Momentum Jumat Berkah dimanfaatkan oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Dr. H. ...
KRONIK

Setengah Jam di Posko Baguna, Tempat Para Penggembira Muktamar Melepas Lelah

JOMBANG – Matahari sedang terik-teriknya ketika jarum jam menunjuk pukul 13.30 WIB, Kamis (27/8/2026). Sinar ...
EKSEKUTIF

Bupati Malang Ingin Purna PMI Tak Kembali Jadi Pencari Kerja, tapi Penggerak Ekonomi Daerah

Bupati Malang HM Sanusi ingin purna PMI tak kembali menjadi pencari kerja, tetapi mampu memanfaatkan modal dan ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Soroti APBD Perubahan Kota Madiun, Bansos Turun hingga BTT Melonjak

MADIUN — Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Madiun menyoroti sejumlah perubahan komposisi anggaran dalam Raperda ...
KRONIK

Soroti Anggaran Pemeliharaan Aplikasi Rp310 Juta, Alfan PDIP Jember: Belum Sebanding Kualitas Layanan

JEMBER – Anggaran pemeliharaan aset tidak berwujud dan aplikasi layanan masyarakat sebesar Rp310,3 juta di Dinas ...