Jumat
28 Agustus 2026 | 8 : 07

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Saat Kecil Hidup di Pinggir Kali, Jokowi: Saya Kira Tak Perlu Diekspose…

pdip-jatim-jokowi-menuju-cahaya2

JAKARTA -Cerita bahwa masa kecil Presiden Joko Widodo hidup di bantaran kali mungkinsudah banyak beredar di media massa dan berbagai buku. Namun, seperti apapersisnya seorang Jokowi kecil menjalani hidup di pinggiran kali itu, nampaknyabelum pernah ada yang menceritakan ulang.

Rupanya, sang sumber cerita sendiri yang tidak ingin cerita tersebut menjadi konsumsi publik.  “Hal-hal seperti itu saya kira tidak perlu diekspose,” ujar Jokowi ketika ditanya pembawa acara peluncuran buku “Jokowi Menuju Cahaya” di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Kamis (13/12/2018).

Jadi, cerita Jokowi kecil hidup di bantaran sungai yang patut diketahui khalayak, hanyalah ia hidup susah. Sudah.

“Namanya hidup di pinggir kali, ya semua orang tahulah kayak gimana. Enggak perlulah saya ceritakan,” ujar Jokowi. “Yang jelas kesulitan dan kesusahan untuk hidup, sudah jadi keseharian kita,” lanjut dia.

Meski demikian, Jokowi mengakui, kesusahan masa kecilnya itu sangatlah mempengaruhi kehidupannya saat ini, baik sebagai kepala keluarga maupun kepala negara. “Perjalanan panjang dalam kesulitan, dalam kekurangan, menjadi bagian yang penting bagi kehidupan saya sekarang ini,” ujar Jokowi.

Salah satunya adalah mengenai ketegaran dan kekuatannya secara pribadi dalam menghadapi kondisi yang menderanya. Sesulit dan semenyakitkan apapun.

“Menjadikuat. Karena kita sudah ditempa saat menjalani kehidupan di masa lalu,”ujar Jokowi.

Penulis buku ‘Menuju Cahaya’ Alberthiene Endah mengatakan, buku yang ditulisnya menceritakan gambaran perjalanan hidup Jokowi hingga menjadi seorang Presiden di Republik Indonesia.

Buku ini juga bercerita bagaimana pengalaman di masa kecil Jokowi dan apa saja hikmah di balik cerita tersebut. Selain itu, buku Menuju Cahaya juga menggambarkan satu cita-cita yang bisa diwujudkan Jokowi.

“Ini buku kedua. Pertama jadi wali kota menjelang jadi gubernur. Sekarang jadi Presiden, tentu banyak berubah,” kata Endah.

Buku Menuju Cahaya juga menuliskan bagaimana Jokowi sebagai Kepala Negara memberikan kebijakan-kebijakan di pemerintahan yang berasal dari pengalaman hidupnya yang cukup sulit.

“Bagi seorang Jokowi membangun Indonesia adalah membangun keadilan berhak dihampiri pembangunan. Untuk merenungkan, pembangunan bukanlah selalu manis. Tapi kepahitan, dalam memiliki tujuan dan menjadi tegar,” sambungnya. “Memiliki tujuan dalam sabar dan proses. Dan memiliki tujuan hari esok Indonesia jadi lebih baik. Dan untuk memahami pembangunan bukan selalu sesuatu yang nikmat,” tuturnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

DPRD Kota Malang Usulkan Insentif Guru PAUD Naik, Dibahas dalam APBD 2027

MALANG – DPRD Kota Malang mendorong peningkatan alokasi tunjangan insentif bagi para pendidik Pendidikan Anak Usia ...
LEGISLATIF

Abidin Fikri Salurkan Wakaf Al-Qur’an dan Bingkisan untuk Takmir Masjid di Bojonegoro

BOJONEGORO – Momentum Jumat Berkah dimanfaatkan oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Dr. H. ...
KRONIK

Setengah Jam di Posko Baguna, Tempat Para Penggembira Muktamar Melepas Lelah

JOMBANG – Matahari sedang terik-teriknya ketika jarum jam menunjuk pukul 13.30 WIB, Kamis (27/8/2026). Sinar ...
EKSEKUTIF

Bupati Malang Ingin Purna PMI Tak Kembali Jadi Pencari Kerja, tapi Penggerak Ekonomi Daerah

Bupati Malang HM Sanusi ingin purna PMI tak kembali menjadi pencari kerja, tetapi mampu memanfaatkan modal dan ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Soroti APBD Perubahan Kota Madiun, Bansos Turun hingga BTT Melonjak

MADIUN — Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Madiun menyoroti sejumlah perubahan komposisi anggaran dalam Raperda ...
KRONIK

Soroti Anggaran Pemeliharaan Aplikasi Rp310 Juta, Alfan PDIP Jember: Belum Sebanding Kualitas Layanan

JEMBER – Anggaran pemeliharaan aset tidak berwujud dan aplikasi layanan masyarakat sebesar Rp310,3 juta di Dinas ...