Jumat
25 September 2026 | 12 : 57

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Hasto: Ada Pihak yang Coba Mengganggu Konsolidasi Koalisi Pengusung Jokowi

pdip-jatim-hasto-ket-pers2

JAKARTA – Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan capres dan cawapres Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Hasto Kristiyanto menilai, dukungan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) hasil Muktamar Jakarta kepada pasangan Prabowo-Sandi upaya untuk mengusik kesolidan partai pengusung Jokowi-Ma’ruf.

Seperti diketahui, PPP Muktamar Pondok Gede atau kepengurusan Romahurmuziy adalah salah satu parpol pengusung Jokowi-Ma’ruf. “Ada pihak-pihak yang mencoba mengganggu konsolidasi dari partai pengusung Pak Jokowi,” ujar Hasto di Posko Cemara, Kamis (29/11/2018).

Pihaknya yakin dukungan PPP Muktamar Jakarta yang dipimpin Humphrey Djemaat itu tidak menggerus dukungan kader PPP kepada Jokowi-Ma’ruf. Sebab, kata dia, tokoh-tokoh PPP sudah merapat ke pasangan calon nomor urut 01 itu.

Hasto kemudian menyinggung Taj Yasin, anak tokoh PPP yaitu KH Maimun Zubair, yang justru dicalonkan sebagai Wakil Gubernur di Jawa Tengah mendampingi Ganjar Pranowo, kader PDI Perjuangan.

“Makanya sosok-sosok yang karismatik di PPP itu telah memberikan dukungannya ke Pak Jokowi dan KH Ma’ruf. Nah (dukungan PPP Muktamar Jakarta) itu bagian dari riak-riak politik yang mencoba mengganggu konsolidasi,” tambah Hasto.

Sebelumnya, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) hasil Muktamar Jakarta menyatakan dukungannya kepada pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Pilpres 2019.

Soal pernyataan dukungan beberapa keluarga pendiri Nahdlatul Umana kepada Prabowo, Hasto menyebut mereka berpikir ulang.

Keyakinan Hasto tersebut mengacu pada sikap Prabowo terkait Australia yang memindahkan kedutaan besarnya untuk Israel ke Yerusalem.  “Mereka belum tahu juga kalau Pak Prabowo enggak tegas sikapnya terhadap kedutaan di Israel. Jadi setelah itu mungkin akan berpikir ulang juga,” ujarnya.

Seperti diketahui, Prabowo mengatakan, dirinya menghormati kedaulatan Australia yang memutuskan untuk memindahkan kedutaan besarnya di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Hasto juga menyinggung insiden Sandiaga yang melompati makam pendiri NU. Jika keluarga pendiri NU mengetahui peristiwa tersebut, Hasto yakin mereka akan berpikir ulang untuk mendukung Prabowo-Sandi.

“Apalagi setalah melihat Pak Sandiaga Uno ke makam dan tidak bisa menghormati makam tokoh-tokoh NU, mereka akan berpikir ulang,” tambah Hasto. Pihaknya yakin bahwa kader NU tetap lebih memilih Jokowi-Ma’ruf. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Yuzar Rasyid Sidak Pasar Bandar dan Pahing, Cari Jalan Keluar Polemik Pedagang

KEDIRI – Anggota Komisi B DPRD Kota Kediri Yuzar Rasyid bersama sejumlah anggota dewan melakukan inspeksi mendadak ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Kota Pasuruan Setujui P-APBD 2026 dengan Catatan

KOTA PASURUAN – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Pasuruan secara resmi menyatakan menerima dan menyetujui Rancangan ...
PEMILU

PDI Perjuangan Usulkan Parliamentary Threshold 6 Persen untuk RUU Pemilu

JAKARTA – PDI Perjuangan akan membawa usulan parliamentary threshold (PT) sebesar 6 persen sebagai sikap resmi ...
SEMENTARA ITU...

MMA Trenggalek Borong 10 Medali di Kejurprov Jatim, Jadi Modal Tatap Popda dan Porprov 2027

TRENGGALEK – Cabang olahraga (cabor) mixed martial arts (MMA) Trenggalek yang tergolong masih muda langsung ...
KABAR CABANG

Konsolidasi di Kecamatan Rembang, Kader Banteng Ditegaskan Harus Turun ke Akar Rumput

KABUPATEN ​PASURUAN — Jajaran pengurus dan kader PDI Perjuangan di Kabupaten Pasuruan diminta untuk tidak hanya ...
KRONIK

Tanam Bibit Kelapa di Bancaran, Bupati Lukman Optimis Ciptakan Sumber Ekonomi Baru

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, bersama kelompok tani Kampung Kencat, Kelurahan Bancaran, melaksanakan ...