Selasa
03 November 2026 | 11 : 19

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Seperti Ini, Saksi yang Disiapkan PDIP Untuk Pemilu Serentak 2019

pdip-jatim-djarot-hasto

PANGANDARAN – Ketua Bidang Keanggotaan dan Organisasi DPP PDI Perjuangan Djarot Saiful Hidayat mengatakan pemilu presiden (pilpres) dan pemilu legislatif (pileg) 2019 berlangsung bersamaan.

PDI Perjuangan menyiapkan tiga orang saksi di setiap tempat pemungutan suara (TPS) untuk menghadapi pemilu serentak tersebut.

“Jadi memang harus tiga orang saksi. Sekarang bayangin kalau cuma satu dan dua, itu mereka jam 07.00 sampai jam 01.00 pagi tidak akan mampu,” kata Djarot, saat Safar Kebangsaan PDIP di Pangandaran, Jawa Barat, Minggu (25/11/2018).

Dengan perhitungan waktu penghitungan yang cukup lama, ucap Djarot, maka diperlukan tiga saksi untuk mengawal satu TPS. Hal itu juga untuk mencegah potensi kecurangan pada saat penghitungan suara.

Djarot meminta para pengurus ranting merekrut saksi yang tegas dan berani. Sebab kecurangan kerap terjadi saat perhitungan suara sehingga saksi yang telah disiapkan dapat melawan jika terjadi hal tersebut.

“Saya suka saksi PDIP bawel, cerewet, bukan saksi yang kalau perhitungan tidur. Tapi yang cerewet kalau dicurangi cari saksi yang kita latih, yang kita didik terutama yang berani,” jelasnya.

“Kalau nggak berani, minggir. Berarti saksi yang kita taruh di TPS adalah saksi yang loyal, ikhlas, disiplin,” tambah dia.

Nantinya tiga saksi itu diatur secara bergantian saat berjaga. Saksi yang berjaga terakhir diutamakan saksi yang paling kuat lantaran perhitungan suara terakhir membutuhkan tenaga dan akan menjadi pertarungan yang kuat.

Saksi-saksi yang disiapkan oleh partai, tambah Djarot, juga merupakan kader berpengalaman yang sudah pernah menjalankan peran serupa di pesta demokrasi sebelum-sebelumnya sehingga tidak diragukan kualitasnya.

Mantan Wali Kota Blitar dua periode ini menjelaskan, 50 persen biaya saksi ditanggung calon anggota legislatif DPRD tingkat dua. Sedangkat untuk caleg tingkat provinsi 30 persen, dan caleg DPR RI 20 persen.

“Semakin ke atas makin kecil, karena kan’ jumlah Caleg tingkat II lebih banyak. Kalau DPR kan’ satu dapil (daerah pemilihan) cuma sepuluh. Makanya gotong royongnya begitu, biar adil,” terang Djarot. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Sri Untari Ajak Emak-emak Malang Pilah Sampah dari Rumah, Limbah Bisa Jadi Sumber Cuan

MALANG – Kesadaran memilah sampah dari rumah mulai tumbuh di kalangan warga Kota Malang setelah mengikuti ...
KRONIK

Warga Tanpa Identitas Luput dari Bansos, Widarto Sebut Kemiskinan Bukan Sekadar Angka Statistik

JEMBER – Penurunan jumlah penduduk miskin di Kabupaten Jember sekitar 15 ribu orang dalam setahun terakhir belum ...
EKSEKUTIF

Inovasi Sosialisasi Regulasi, Pemkab Ngawi Gelar Lomba Cerdas Cermat Tata Ruang Libatkan Warga

NGAWI – Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) menggelar Festival Tata ...
KRONIK

Aris Sulawan Bersama Warga Walikukun Gotong Royong Bangun Sejumlah Bak Sampah

NGAWI – Keterbatasan fasilitas pembuangan sampah masih menjadi persoalan kebersihan lingkungan di sejumlah wilayah ...
EKSEKUTIF

BKK Desa di Ngawi dari P-APBD 2026 Kisaran Rp 100 – 200 Juta

NGAWI – Sebanyak 122 desa di Kabupaten Ngawi mendapatkan alokasi Bantuan Keuangan Khusus (BKK) desa pada perubahan ...
KRONIK

Buyer Filipina Tertarik Kopi Banyuwangi, Bupati Ipuk Dorong Peluang Ekspor

BANYUWANGI – Kopi Banyuwangi menarik perhatian buyer asal Filipina. Sembilan calon pembeli dari negara tersebut ...