Jumat
25 September 2026 | 8 : 36

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

PDIP Apresiasi Gabungnya Yusril di Tim Advokasi Jokowi-Ma’ruf Amin

pdip-jatim-yusril-mega

JAKARTA – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menilai langkah Yusril Ihza Mahendra menjadi lawyer Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Capres-cawapres Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma’ruf Amin sebagai sikap seorang profesional.

Hasto yang juga Sekretaris TKN ini pun menyambut baik masuknya Yusril di tim advokasi Jokowi-Maruf. “Kami Mengapresiasi terhadap keputusan Pak Yusril Ihza Mahendra untuk menjadi Tim hukum dari Pak Jokowi dan Maruf Amin,” kata Hasto, kemarin.

Pihaknya membedakan antara sikap dalam kapasitas Yusril sebagai ahli hukum tata negara dan juga sebagai Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB).

“Sebagai partai tentu saja melalui mekanisme untuk menentukan sebuah sikap politiknya mau mendukung siapa, ya kami hormati sikap politik Partai Bulan Bintang,” kata Hasto, kemarin.

Dia tak menampik jika merapatnya Ketum PBB itu bakal berdampak positif bagi TKN pasangan capres-cawapres nomor urut 1.

Terlebih jika dilihat dari sejarah, Yusril tercatat pernah menjadi Menteri Hukum dan Perundang-undangan Indonesia di periode Agustus 2001- Oktober 2004. Saat itu, kursi RI-1 ditempati Megawati Soekarnoputri.

“Karena kepakarannya juga, apalagi bagi PDI perjuangan Pak Yusril ini kan menteri zaman Ibu Mega, menteri yang punya kepakaran, menteri yang juga dikenal sangat tegas di dalam mendampingi Ibu Mega saat itu,” jelas Hasto.

Terpisah, politisi PDI-Perjuangan Eva Kusuma Sundari menegaskan tidak ada motif politis tertentu mengenai langkah Yusril Ihza Mahendra yang menjadi pengacara hukum Jokowi-Maa’ruf pada pilpres 2019.

Hal tersebut karena Yusril murni menjadi pengacara probono bagi kandidat calon petahana tersebut. “Semua pengacara punya probono ya. Nah, dia itu probono-nya capres-capres,” terang Eva, kemarin.

Untuk informasi, pro-bono adalah suatu perbuatan mengenai pelayanan hukum yang dilakukan untuk kepentingan umum dan pihak tertentu tanpa memungut biaya sepeserpun.

Eva menambahkan, langkah Yusril menjadi Pengacara hukum tersebut sudah pernah dilakukan ketika Prabowo menjadi Capres pada pilpres 2014. Jadi hal tersebut bukan barang baru jika dia menawarkan pada posisi yang sama.

“Itu dilakukan dia di semua posisi. Dia sebagai pengacara pada pilpres sebelumnya,” tegasnya.

“Saat dia menjadi pengacara Prabowo nya juga yang lalu juga probono, dan itu maunya pak yusril,” lanjut Eva.

Motif Yusril yang sebenarnya, imbuh Eva, adalah ingin berkontribusi untuk negara dan bangsa melalui jalur pengacara sukarela bagi Jokowi-Ma’ruf. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

MMA Trenggalek Borong 10 Medali di Kejurprov Jatim, Jadi Modal Tatap Popda dan Porprov 2027

TRENGGALEK – Cabang olahraga (cabor) mixed martial arts (MMA) Trenggalek yang tergolong masih muda langsung ...
KABAR CABANG

Konsolidasi di Kecamatan Rembang, Kader Banteng Ditegaskan Harus Turun ke Akar Rumput

KABUPATEN ​PASURUAN — Jajaran pengurus dan kader PDI Perjuangan di Kabupaten Pasuruan diminta untuk tidak hanya ...
KRONIK

Tanam Bibit Kelapa di Bancaran, Bupati Lukman Optimis Ciptakan Sumber Ekonomi Baru

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, bersama kelompok tani Kampung Kencat, Kelurahan Bancaran, melaksanakan ...
HEADLINE

Said Abdullah Optimistis Pendidikan Gratis SD hingga Perguruan Tinggi Dimulai 2028

JAKARTA – Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah optimistis program pendidikan negeri gratis mulai ...
EKSEKUTIF

Pemkot Surabaya Seragamkan Motif, Warna, dan Kualitas Batik untuk SD-SMP Negeri

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bakal menyeragamkan motif, warna, hingga kualitas seragam batik untuk ...
KRONIK

Gelar LKBB untuk Ribuan Pelajar, Pemkab Banyuwangi Wadahi Kreativitas dan Bakat Anak Muda

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi menggelar Lomba Kreasi Baris Berbaris (LKBB) untuk pelajar. ...