Selasa
20 Oktober 2026 | 1 : 51

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Ini, Pesan Moral dari Penganugerahan Gelar Doktor HC ke-8 kepada Megawati

pdip-jatim-mega-doktor-fnu-tiongkok1

FUZHOU – Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri punya makna tersendiri soal gelar doktor kehormatan (honoris causa/HC) dalam bidang diplomasi ekonomi yang diterimanya dari Fujian Normal University (FNU), Tiongkok.

Megawati menyebut, gelar yang diterimanya itu menjadi sebuah pesan moral. Sebuah pesan untuk melengkapi tugas sejarah para pendiri bangsa. “Ini menjadi tugas sejarah yang harus kita selesaikan,” kata Megawati dalam orasi ilmiahnya, Senin (5/11/2018).

Tugas yang dimaksud adalah untuk terus-menerus mengelaborasikan gagasan-gagasan para pendiri bangsa dan melaksanakannya dalam diplomasi kebebasan ekonomi menuju tatanan dunia baru.

“Sebuah tatanan dunia baru yang menjunjung nilai dan prinsip perdamaian dalam kerangka keadilan sosial dan kemakmuran bagi seluruh umat manusia,” ujarnya.

Baca: Universitas Bergengsi di Tiongkok Ini Anugerahi Megawati Gelar Doktor Kehormatan

Dengan setulusnya, Megawati merasa bangga dan terhormat menerima gelar doktor kehormatan itu. Apalagi, Ketua Umum PDI Perjuangan tersebut tahu kiprah Fujian Normal University yang merupakan salah satu universitas paling bergengsi di Tiongkok.

Kata Megawati, sejarah panjang dari universitas ini telah menunjukkan sumbangan-sumbangan pentingnya dalam ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi dan pembangunan ekonomi di Tiongkok. Sehingga membuat Tiongkok menyandang status sebagai ekonomi terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat sejak 2014.

“Bilamana pertumbuhan ekonominya tetap konsisten, diramalkan bahwa pada tahun 2020, Tiongkok akan mengambil alih posisi Amerika Serikat sebagai ekonomi terbesar di dunia,” kata Megawati.

Dalam kesempatan bertemu media usai acara, Megawati mengatakan, gelar doktor kehormatan yang kedelapan ini merupakan jawaban atas sejarah pendidikan dirinya yang selama ini ditulis berbeda.

“Alhamdulillah karena secara pribadi sebetulnya (pemberian gelar doktor ini) menepis mengenai keakademian saya. Karena kalau diketahui ketika tahun 1965, saya tidak boleh kuliah. Tapi selalu disiarkan saya ini DO (drop out),” jelasnya.

“Jika ada pihak seakan mengejek saya sebagai DO dari sekolah, maka penghargaan dari banyak universitas inilah jawabannya,” tambah dia.

Putri proklamator kemerdekaan RI Bung Karno ini menambahkan, banyak kampus dari dalam dan luar negeri yang mengapresiasi apa yang sudah dia lakukan selama hidupnya.

“Ini sebagai dampak dari pemikiran-pemikiran saya, terutama bagi bangsa dan negara,” tuturnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

634 Titik Panas Terdeteksi di Jatim, Eddy Paripurna Desak Kesiapsiagaan Karhutla Diperkuat

SURABAYA – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Eddy Paripurna, mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) ...
KABAR CABANG

DPC Tuban Terima Kedatangan KPU, Koordinasi Hal SIPOL

TUBAN — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tuban terus memperkuat konsolidasi dan tata kelola kelembagaan ...
KRONIK

Amithya Dorong Ekonomi Hijau Berbasis Komunitas Urban di Kota Malang

MALANG – Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita mendorong penerapan ekonomi hijau ...
KRONIK

Gandeng Kementerian Kehutanan, Sonny Edukasi Warga Cegah Kebakaran Hutan

SITUBONDO – Anggota Komisi IV DPR RI, Sonny T. Danaparamita, mendorong keterlibatan masyarakat sekitar kawasan ...
KABAR CABANG

PAC PDI Perjuangan Kalianget Gelar Lomba Layangan Tenong, Hadiah Mobil dan Paket Umrah

SUMENEP – Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, sukses menggelar lomba ...
LEGISLATIF

RAPBD Jember Rp 5,5 Triliun Belum Dibahas, Widarto Soroti Ketidaksiapan Pemkab

JEMBER – Pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kabupaten Jember 2027 belum dimulai ...