Selasa
03 November 2026 | 12 : 17

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Surabaya Berangkatkan Tim Relawan ke Palu

YL_1538895975563

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memberangkatkan tim relawan dalam misi kemanusiaan menuju lokasi bencana gempa dan tsunami di Kota Palu, Sulawesi Tengah.

29 Relawan itu terdiri dari satu orang dokter ahli bedah, lima perawat, lima anggota Satpol-PP, lima anggota Linmas, tiga petugas PMK, lima petugas pemakaman dari DKRTH, dan selebihnya petugas untuk membantu segala kebutuhan evakuasi.

“Kami mohon doanya agar teman-teman kita yang berangkat ke Palu selalu aman dan bisa kembali lagi ke Surabaya dalam keadaan selamat,” kata Risma, di sela mengikuti doa bersama di Taman Surya, kemarin.

Doa dari lima agama itu dilakukan serentak di beberapa lokasi. Mereka bersama-sama mendoakan Kota Surabaya supaya selamat dan aman dari bencana alam.

Beberapa lokasi yang menjadi tempat doa bersama itu berpusat di Taman Surya depan Balai Kota Surabaya yang dikhususkan bagi jajaran Pemkot Surabaya yang beragaman Islam.

Sedangkan umat yang beragama Katolik dan Protestan menggelar doa bersama di Graha Sawunggaling. Sementara jajaran yang beragama Hindu menggelar doa bersama di Pura Jagat Karana, Jalan Ikan Lumba-lumba nomor 1.

Khusus untuk jajaran yang beragama Budha menggelar doa bersama di Vihara Budayana Jalan Putat Gede nomor 2, Surabaya. Dan jajaran yang beragama Konghucu menggelar doa bersama di Klenteng Boenbio Jalan Kapasan no 131, Surabaya.

Tim relawan yang berangkat tahap pertama ini, menurut Risma dia, merupakan orang-orang pilihan yang dianggap mampu untuk menjalankan misi kemanusiaan.

“Nanti mereka di sana selama satu minggu. Kayak kemarin (Lombok), selanjutnya kita ganti lagi petugasnya. Sambil kita lihat perkembangan kondisi di sana,” kata wali kota perempuan pertama di Surabaya ini.

Mereka juga dibekali peralatan penunjang seperti sekop, cangkul, parang, senter, sabit, dan pakaian khusus DVI (Disaster Victim Identification) anti bakteri.

“Yang dia bawa itu ada kain kafan, kantong jenazah. Kemudian tiap personel juga kita bekali dengan baju, dan masker. Mereka juga sudah divaksin untuk menjaga tahan tubuhnya,” urainya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Sri Untari Ajak Emak-emak Malang Pilah Sampah dari Rumah, Limbah Bisa Jadi Sumber Cuan

MALANG – Kesadaran memilah sampah dari rumah mulai tumbuh di kalangan warga Kota Malang setelah mengikuti ...
KRONIK

Warga Tanpa Identitas Luput dari Bansos, Widarto Sebut Kemiskinan Bukan Sekadar Angka Statistik

JEMBER – Penurunan jumlah penduduk miskin di Kabupaten Jember sekitar 15 ribu orang dalam setahun terakhir belum ...
EKSEKUTIF

Inovasi Sosialisasi Regulasi, Pemkab Ngawi Gelar Lomba Cerdas Cermat Tata Ruang Libatkan Warga

NGAWI – Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) menggelar Festival Tata ...
KRONIK

Aris Sulawan Bersama Warga Walikukun Gotong Royong Bangun Sejumlah Bak Sampah

NGAWI – Keterbatasan fasilitas pembuangan sampah masih menjadi persoalan kebersihan lingkungan di sejumlah wilayah ...
EKSEKUTIF

BKK Desa di Ngawi dari P-APBD 2026 Kisaran Rp 100 – 200 Juta

NGAWI – Sebanyak 122 desa di Kabupaten Ngawi mendapatkan alokasi Bantuan Keuangan Khusus (BKK) desa pada perubahan ...
KRONIK

Buyer Filipina Tertarik Kopi Banyuwangi, Bupati Ipuk Dorong Peluang Ekspor

BANYUWANGI – Kopi Banyuwangi menarik perhatian buyer asal Filipina. Sembilan calon pembeli dari negara tersebut ...