Selasa
03 November 2026 | 1 : 21

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Anak Yatim Banyuwangi Sekolah Gratis dan Diizinkan Tinggal di Rumah Pribadi Bupati

pdip-jatim-anas-festival-anak-yatim

BANYUWANGI – Tiap tahun, Pemkab Banyuwangi menganggarkan Rp 15 miliar untuk program beasiswa Banyuwangi Cerdas. Beasiswa ini ditujukan bagi empat kategori penerima yakni pelajar miskin berprestasi, beasiswa pelajar, beasiswa tahfidz quran dan beasiswa anak yatim berprestasi.

Beasiswa untuk anak yatim diserahkan Bupati Abdullah Azwar Anas saat Festival Anak Yatim yang berlangsung di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Sabtu lalu.

Menurut Anas, Festival Anak Yatim ini rutin digelar Pemkab Banyuwangi tiap tahun. “Kami ingin memberikan motivasi kepada anak-anak yatim bahwa mereka memiliki kesempatan sama dengan anak-anak lain,” terang Anas, kemarin.

Saat menghadiri Festival Anak Yatim, Anas sempat bertanya kepada ratusan anak yatim. Saat itu dia menanyakan, siapa yang ingin sekolah gratis bisa tinggal bersama di rumah pribadinya.

Anak-anak yatim yang ingin tinggal bersama bupati bisa didaftarkan melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Banyuwangi. Hal ini disampaikan Anas usai mendengar keinginan dua anak kembar asal Muncar, Sena dan Saka yang menginginkan sekolah gratis.

“Tadi siapa anak kembar yang ingin sekolah gratis bisa maju ke sini. Minta biaya ke saya, langsung saya kabulkan, dan kalau mau tinggal di rumah Pak Bupati boleh, ada kamar untuk anak-anak,” ujar Anas.

Sena dan Saka merupakan anak yatim kembar asal Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar yang datang ke Pendopo untuk menampilkan atraksi seni Pencak Silat.

Usai menampilkan atraksi pencak silat, Sena dan Saka dipanggil pembawa acara untuk naik ke panggung, dan ditanya kisah keluarga dan keinginannya.

“Saya kelas empat, tinggal sama Ibu. Ibu tidak ikut ke sini, di rumah kerja cari rumput. Ayah meninggal saat saya usia 2 bulan. Saya pengen dibiayai sekolah,” kata Sena yang masih duduk di bangku sekolah dasar kelas empat.

Meski menampilkan pencak silat, saat ditanya apa hobi keduanya, Sena dan Saka menjawab kompak. “Saya ingin jadi pemain sepak bola,” katanya.

Tidak hanya Sena dan Saka, anak yatim lain yang ingin dibiayai sekolah juga bisa tinggal di rumah pribadi Anas. Selain tempat tinggal, di rumah pribadi Anas juga terdapat guru pendidikan agama untuk mengajar hafalan Alquran.

“Biaya bukan dari Pemda, tapi dari bupati (saya) sendiri. Nanti bisa daftar lewat panitia, atau Baznas. Di sana ada guru, untuk hafalan Alquran. Ayo, ada lagi yang mau tinggal sama bupati, dan mendapat beasiswa sekolah ?” tanya Anas.

Usai ditanya siapa yang mau tinggal di rumah bupati, beberapa anak yatim memberanikan diri untuk angkat tangan dan maju ke atas panggung bersama Anas, yakni Tata asal Muncar dan Tata asal Genteng.

“Mau sekolah di tempatnya (tidak pindah) atau bareng dengan saya boleh,” kata Anas. “Nama-nama anak ini dicatat ya,” ujar Anas kepada stafnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KABAR CABANG

PDI Perjuangan Kota Madiun dan Komunitas Big Bantaran Kali Matangkan Rencana Aksi Merawat Pertiwi

MADIUN – Usulan warga untuk menanam pohon mangga di sepanjang bantaran Kali Madiun menjadi bagian dari aksi Merawat ...
LEGISLATIF

Sri Untari Ajak Emak-emak Malang Pilah Sampah dari Rumah, Limbah Bisa Jadi Sumber Cuan

MALANG – Kesadaran memilah sampah dari rumah mulai tumbuh di kalangan warga Kota Malang setelah mengikuti ...
KRONIK

Warga Tanpa Identitas Luput dari Bansos, Widarto Sebut Kemiskinan Bukan Sekadar Angka Statistik

JEMBER – Penurunan jumlah penduduk miskin di Kabupaten Jember sekitar 15 ribu orang dalam setahun terakhir belum ...
EKSEKUTIF

Inovasi Sosialisasi Regulasi, Pemkab Ngawi Gelar Lomba Cerdas Cermat Tata Ruang Libatkan Warga

NGAWI – Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) menggelar Festival Tata ...
KRONIK

Aris Sulawan Bersama Warga Walikukun Gotong Royong Bangun Sejumlah Bak Sampah

NGAWI – Keterbatasan fasilitas pembuangan sampah masih menjadi persoalan kebersihan lingkungan di sejumlah wilayah ...
EKSEKUTIF

BKK Desa di Ngawi dari P-APBD 2026 Kisaran Rp 100 – 200 Juta

NGAWI – Sebanyak 122 desa di Kabupaten Ngawi mendapatkan alokasi Bantuan Keuangan Khusus (BKK) desa pada perubahan ...