Rabu
29 Juli 2026 | 4 : 28

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Suara PDI Perjuangan di Jatim Meningkat

pdip-jatim-hasto-tutup-bimtek-batu

JAKARTA – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, dari hasil pelaksanaan Pilkada 2018, ada peningkatan signifikan jumlah suara pemilih PDIP di Jatim.

“Kalau dilihat dari jumlah total suara yang loyal kepada PDIP itu menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Kita lihat di Jatim itu kan basis dari PKB,” kata Hasto di kantor DPP PDI Perjuangan, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, kemarin.

Menurut Hasto, memasangkan Puti Guntur sebagai pendamping Gus Ipul bukan hal yang sia-sia. Keberadaan cucu sang proklamator itu cukup untuk mengatrol basis suara PDIP di Jawa Timur.

“Ada cukup siginifikan ditinjau dari preferensi terhadap PDIP,” ucap Hasto.

Dia memahami waktu yang dimiliki Puti untuk bersosialisasi sangat mepet. Apalagi, Puti masuk di tengah jalan setelah Abdullah Azwar Anas mengundurkan diri.

“Jadi Mbak Puti kan sejak 10 Januari dibandingkan dengan mereka yang berkonsentrasi lebih dari 17 tahun. Ya ini hasilnya luar biasa,” jelasnya.

Sementara itu, kemenangan calon kepala daerah yang diusung pada pilkada serentak 2018 menjadi modal untuk Pilpres 2019.

“Inilah yang kita jadikan mesin politik kemenangan karena Ibu Mega telah menurunkan Jokowi sebagai (calon) presiden,” kata Hasto.

Pada Pilkada Serentak 2018, PDIP memenangi 6 pemilihan gubernur (pilgub), yakni Bali, Jawa Tengah, Maluku, Sulsel, Maluku Utara, dan Papua. Kemenangan ini berdasarkan hitung cepat (quick count).

Sesuai quick count, pada pilkada kabupaten/kota, 33 kader PDIP menang sebagai calon kepala daerah dan 38 kader calon wakil kepala daerah.

“Bagi PDI Perjuangan, hasil pilkada harus dilihat secara utuh. Bukan hanya pemilihan 17 provinsi, tapi juga pemilihan ratusan bupati dan wali kota. Sebab, dalam sistem otonomi daerah, posisi wali kota dan bupati sangatlah strategis, karena mereka yang memegang wilayah, sementara gubernur sifatnya koordinatif,” paparnya.

Hasto juga menyatakan, PDI Perjuangan tak sembarangan dalam memilih kader untuk diajukan sebagai calon kepala daerah. PDIP menyiapkan pemimpin dari rakyat melalui proses rekrutmen sesuai ideologis Pancasila.

Dalam pelaksanaan Pilkada 2018, pihaknya berhasil menghindari politik identitas dan mementahkan tudingan penggunaan alat-alat negara sebagai partai penguasa.

Ketika hasilnya tak sesuai yang diharapkan, sambung Hasto, PDIP menerimanya sebagai konsekuensi ideologis. Namun, dia yakin kader yang berkualitas akan selalu mendapat tempat di hati rakyat. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Fraksi PDIP DPRD Kota Batu Dorong Perwali Usai Perda Perlindungan Perempuan dan Anak Disahkan

BATU – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Batu meminta Pemerintah Kota Batu segera menyusun Peraturan Wali Kota ...
LEGISLATIF

Fuad Benardi Kawal Aspirasi Warga, dari Penambahan SMA hingga Kepastian Status Lahan

Anggota Komisi C DPRD Jatim Fuad Benardi mengawal aspirasi warga Surabaya terkait penambahan SMA negeri, status ...
KRONIK

Megawati Kenalkan Pancasila ke Deputi PM Kamboja, Hun Many Dukung Jadi Inspirasi Keharmonisan Dunia

Deputi PM Kamboja Hun Many mengapresiasi Pancasila yang diperkenalkan Megawati Soekarnoputri dan mendukung ...
KRONIK

Soroti Kualitas Air dan IPAL Dapur MBG, DPRD Ponorogo Desak BGN Tutup Permanen SPPG “Bandel”

PONOROGO – DPRD Kabupaten Ponorogo mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) mengevaluasi total operasional Satuan ...
LEGISLATIF

Yordan Dorong Pemuda Bangun Usaha Berkelompok, Karang Taruna Jadi Mentor

SURABAYA – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Yordan M. Batara Goa, mendorong generasi muda membangun ...
SEMENTARA ITU...

Doding Rahmadi: Trenggalek Student League Jadi Kawah Candradimuka Lahirkan Pesepak Bola Muda

Ketua KONI Trenggalek Doding Rahmadi berharap Trenggalek Student League 2026 menjadi ajang lahirnya pesepak bola ...