Jumat
23 Oktober 2026 | 11 : 20

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Masih Dapat Kepercayaan Tertinggi, PDIP Bakal Terus Kawal Amanat Rakyat

pdip-jatim-jokowi-megawati-salam-3-jari

JAKARTA – Wakil Sekjen PDI Perjuangan Ahmad Basarah menegaskan, partainya melihat hasil survey sebagai cambuk bekerja ikhlas untuk mengabdi kepada masyarakat.

Penegasan ini disampaikan Basarah menyikapi hasil survey Charta Politika yang menunjukkan PDIP masih mendapat kepercayaan dari rakyat dalam Pileg dan Pilpres 2019.

“Kami mengapresiasi lembaga survei yang telah melakukan inisiatif memotret referensi publik terhadap kontestasi elektoral Pileg dan Pilpres 2019. Kami akan menjadikan ini sebagai rujukan,” kata Basarah.

Baca juga: Jokowi Masih Bertengger di Papan Teratas

Sebelumnya pada Senin (21/5/2018), Charta Politika Indonesia merilis hasil survei tiga partai politik yang memiliki elektabilitas paling kuat dalam pemilihan legislatif 2019. Ketiga partai itu yakni PDIP, Gerindra dan Golkar.

Menurut Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia, Yunarto Wijaya, ketiga partai dengan elektabilitas tertinggi itu, PDI Perjuangan 24,9 persen, Gerindra 12,3 persen, dan Golkar 11,0 persen.

Elektabilitas 11 partai lainnya di bawah 10% sementara yang menjawab Tidak Tahu (TT)/Tidak Jawab (TJ) cukup besar, yakni mencapai 20,2%.

Charta Politika melakukan survei nasional pada 13-19 April 2019 dengan melibatkan 2.000 responden yang tersebar di 34 provinsi. Survei tersebut menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error +/- 2,19% dengan tingkat kepercayaan mencapai 95%.

Berangkat dari hasil survey Charta Politika, lanjut Basarah, PDIP bakal menjaga amanat rakyat. Menurut dia, sikap tersebut konsekuensi dari konsistensi PDIP dalam menjaga posisi ideologi sebagai partai pengusung gagasan nasionalis Indonesia.

“Saya yakin rakyat akan menilai semua itu. Pasti, komitmen kami bekerja di tengah masyarakat bukan cuma di momen tertentu, tapi setiap hari dengan segenap energi,” ujarnya.

Sementara, kontestasi ideal di pilpres nanti, dia berharap pasangan calon dapat menjadi pemimpin, bukan penguasa. Dia menambahkan, jangan beranggapan pilpres menjadi ajang penentu hidup dan mati tokoh atau parpol tertentu.

“Berarti, jangan mengorbankan prinsip-prinsip mendasar bagi kehidupaan berbangsa dan bernegara. Semua harus bisa menjadikan pilpres ini sebagai sarana untuk memilih pemimpin baik untuk Indonesia,” imbuh dia. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Kebakaran TPA Supit Urang, Kader PDIP Kota Malang Salurkan Masker dan Air Minum

Kader PDI Perjuangan Kota Malang menyalurkan masker bagi warga dan air minum untuk petugas pemadam kebakaran di ...
LEGISLATIF

Reses Fery Sudarsono, Warga Curhat Soal PJU hingga Nasib BKK Desa

MADIUN – Minimnya penerangan jalan umum (PJU), persoalan infrastruktur, hingga ketergantungan desa terhadap Bantuan ...
KRONIK

Kisruh Poktan Maju Makmur, Candra Dorong Regenerasi Kepengurusan Sesuai Mekanisme

JEMBER – Penetapan kepengurusan Kelompok Tani Maju Makmur di Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, menjadi salah satu ...
KRONIK

Dorong Ekonomi Berbasis Masjid, Banyuwangi Latih 150 Takmir Kembangkan Masjid Affiliate

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi mendorong masjid menjadi pusat pemberdayaan ekonomi ...
KRONIK

Ini, Tiga Pesan Bupati Lukman pada Peringatan Hari Santri dan Wisuda Tahfidz Juz 30

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, berharap peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 tidak sekadar ...
UMKM

16 Pelaku UMKM Fatayat NU Gresik Terima Rombong Gratis dari Nila Yani

GRESIK – Sebanyak 16 pelaku UMKM dari anggota Fatayat NU Gresik mendapat bantuan rombong usaha gratis. Bantuan dari ...