Kamis
16 April 2026 | 10 : 30

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Masih Dapat Kepercayaan Tertinggi, PDIP Bakal Terus Kawal Amanat Rakyat

pdip-jatim-jokowi-megawati-salam-3-jari

JAKARTA – Wakil Sekjen PDI Perjuangan Ahmad Basarah menegaskan, partainya melihat hasil survey sebagai cambuk bekerja ikhlas untuk mengabdi kepada masyarakat.

Penegasan ini disampaikan Basarah menyikapi hasil survey Charta Politika yang menunjukkan PDIP masih mendapat kepercayaan dari rakyat dalam Pileg dan Pilpres 2019.

“Kami mengapresiasi lembaga survei yang telah melakukan inisiatif memotret referensi publik terhadap kontestasi elektoral Pileg dan Pilpres 2019. Kami akan menjadikan ini sebagai rujukan,” kata Basarah.

Baca juga: Jokowi Masih Bertengger di Papan Teratas

Sebelumnya pada Senin (21/5/2018), Charta Politika Indonesia merilis hasil survei tiga partai politik yang memiliki elektabilitas paling kuat dalam pemilihan legislatif 2019. Ketiga partai itu yakni PDIP, Gerindra dan Golkar.

Menurut Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia, Yunarto Wijaya, ketiga partai dengan elektabilitas tertinggi itu, PDI Perjuangan 24,9 persen, Gerindra 12,3 persen, dan Golkar 11,0 persen.

Elektabilitas 11 partai lainnya di bawah 10% sementara yang menjawab Tidak Tahu (TT)/Tidak Jawab (TJ) cukup besar, yakni mencapai 20,2%.

Charta Politika melakukan survei nasional pada 13-19 April 2019 dengan melibatkan 2.000 responden yang tersebar di 34 provinsi. Survei tersebut menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error +/- 2,19% dengan tingkat kepercayaan mencapai 95%.

Berangkat dari hasil survey Charta Politika, lanjut Basarah, PDIP bakal menjaga amanat rakyat. Menurut dia, sikap tersebut konsekuensi dari konsistensi PDIP dalam menjaga posisi ideologi sebagai partai pengusung gagasan nasionalis Indonesia.

“Saya yakin rakyat akan menilai semua itu. Pasti, komitmen kami bekerja di tengah masyarakat bukan cuma di momen tertentu, tapi setiap hari dengan segenap energi,” ujarnya.

Sementara, kontestasi ideal di pilpres nanti, dia berharap pasangan calon dapat menjadi pemimpin, bukan penguasa. Dia menambahkan, jangan beranggapan pilpres menjadi ajang penentu hidup dan mati tokoh atau parpol tertentu.

“Berarti, jangan mengorbankan prinsip-prinsip mendasar bagi kehidupaan berbangsa dan bernegara. Semua harus bisa menjadikan pilpres ini sebagai sarana untuk memilih pemimpin baik untuk Indonesia,” imbuh dia. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Minta OPD Surabaya Publikasikan Output dan Outcome Program ke Publik

Eri Cahyadi meminta OPD Surabaya mempublikasikan output dan outcome program untuk meningkatkan transparansi dan ...
LEGISLATIF

Puan Maharani Terima Penghargaan KWP Awards 2026, Tekankan Peran Media Kawal Kinerja DPR

Puan Maharani menerima penghargaan KWP Awards 2026 dan menegaskan peran penting media dalam mengawal serta ...
LEGISLATIF

Sawah di Pakusari Terdampak Limbah, DPRD Minta Pemkab Jember Pahami UU Pengelolaan Sampah

Pemkab Jember diminta memahami UU Pengelolaan Sampah setelah limbah mencemari irigasi dan mengancam 10 hektare ...
LEGISLATIF

Pansus DPRD Jatim Soroti Program OPD, Anggaran Besar Belum Tekan Kemiskinan

DPRD Jatim menilai program OPD belum berdampak signifikan terhadap penurunan kemiskinan meski capaian administratif ...
KRONIK

Bupati Lukman Minta BUMD Tingkatkan Kinerja, Topang Perekonomian Daerah

JAKARTA – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, berkomitmen untuk mendorong kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk ...
LEGISLATIF

Indri Dukung Larangan Vape, Soroti Potensi Disalahgunakan untuk Narkotika

Indriani Yulia Mariska mendukung larangan vape karena berpotensi disalahgunakan untuk narkotika dan membahayakan ...