Senin
20 Juli 2026 | 11 : 26

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Berantas Terorisme, Jokowi: Paling Baik Melalui Pendidikan

pdip-jatim-jokowi-buka-bersama-lembaga-negara

JAKARTA – Presiden  Joko  Widodo menegaskan, bahwa langkah preventif dalam pemberantasan terorisme jauh lebih penting dibandingkan langkah represif. Langkah  preventif pemberantasan teror terbaik, menurut Jokowi, adalah melalui pendidikan.

“Langkah preventif paling baik adalah bagaimana kita semuanya membersihkan lembaga pendidikan dari TK, SD, SMP, SMA, perguruan  tinggi, ruang publik, mimbar umum, dari  ajaran  ideologi sesat seperti terorisme,” kata Jokowi dalam acara buka puasa bersama di Istana Negara, Jakarta, Jumat (17/5/2018).

Saat ini, pemerintah dan DPR RI juga masih terus mengebut untuk mengesahkan revisi Undang-Undang Antiterorisme. Atas prioritas terhadap langkah preventif itu pula, Presiden Jokowi  masih  mempercayakan penanganan kasus terorisme di Indonesia kepada Polri.

Adapun, Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopsusgab) TNI yang diaktifkan kembali baru akan diturunkan jika tindak pidana terorisme arahnya mengancam pertahanan negara.

“Pemerintah dalam proses membentuk Komando Pasukan Khusus Gabungan yang berasal dari Kopassus, Marinir dan Paskhas dalam rangka memberi rasa aman pada rakyat,” jelas dia.

Meski  demikian, tegas Jokowi, Koopsusgab TNI itu nantinya baru turun tangan dalam situasi kegentingan tertentu. “Ini dengan catatan, itu dilakukan apabila situasi sudah di luar kapasitas Polri. Artinya preventif jauh lebih penting dari represif,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Jokowi menilai, anak-anak pelaku aksi teror di Surabaya dan Sidoarjo, akhir pekan lalu dan awal pekan ini, yang bernama Pamela (12) dan Fadhila (9), kemudian Aisyah (8) adalah korban juga.

“Juga korban yang ada di gereja, Nathan dan Evan. Umurnya juga sama, 8 dan 12 tahun. Masih lagi yang di rusun di Sidoarjo, korban dan masih dirawat,” terang Jokowi.

Seharusnya, lanjut Presiden, anak-anak ini masih dalam kondisi mungkin masih senang bermain-main di halaman rumah atau di gang-gang.

Dan juga seharusnya anak-anak ini juga masih dalam posisi yang senang-senangnya sekolah. Dan mungkin juga baru senang-senangnya berkumpul dengan keluarga, berkumpul dengan teman-temannya.

“Yang ingin saya garis bawahi adalah betapa kejam dan kejinya ideologi terorisme yang sudah membawa anak-anak dalam kancah aksi-aksi mereka,” ucap Jokowi.

Arti dari kejadian-kejadian tersebut, menurutnya, bahwa idelogi yang kejam ini, ideologi terorisme ini telah masuk ke dalam sendi-sendi keluarga kita, keluarga di Indonesia. “Ini yang harus hati-hati di sini,” ucapnya.

Dia prihatin karena keluarga yang seharusnya membangun masa depan anak, memberikan rasa optimisme pada anak-anak, memberikan nilai-nilai yang baik, nilai-nilai budi pekerti pada anak-anak, tapi justru kebalikannya. Hilang semuanya karena keluarga itu mengikuti ideologi terorisme.

Untuk itu, Kepala Negara berharap jangan sampai ada lagi keluarga-keluarga Indonesia yang hancur karena ideologi ini. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

RedTalks Segera Hadir, Ajak Generasi Muda Kupas Nasionalisme di Era Modern

SURABAYA – Di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi digital, makna nasionalisme terus ...
KABAR CABANG

Malam Ketika Sepak Bola Membuat Orang-orang Blitar Duduk Bersama

DINI hari biasanya identik dengan jalanan yang lengang. Tetapi Senin (20/7/2026), halaman Kantor DPC PDI Perjuangan ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Soroti SiLPA Rp154,7 Miliar, Minta Pemkot Madiun Benahi Perencanaan Anggaran

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Madiun menerima Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025 dengan catatan strategis, ...
HEADLINE

Hasto: Pemilu Harus Bebas dari Intervensi, Demokrasi Memerlukan Kritik dan Kebebasan Berpendapat

SURABAYA – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan bahwa kualitas demokrasi Indonesia hanya ...
KABAR CABANG

PDIP Kabupaten Blitar Targetkan Musran 22 Kecamatan Rampung Sebelum 17 Agustus

DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar menargetkan Musyawarah Ranting di 22 kecamatan rampung sebelum 17 Agustus 2026 ...
KRONIK

Mobil Legends, Nobar Piala Dunia, dan Ekonomi Kreatif Anak Muda Ponorogo

PONOROGO – Antusiasme anak muda mewarnai turnamen Mobile Legends yang digelar di kafe WOW KWB Ponorogo, Minggu ...