Selasa
29 September 2026 | 7 : 25

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Puti ‘Napak Tilas’ Bung Karno di Makam Sunan Giri

pdip-jatim-puti-makam-sunan-giri1

GRESIK – Ada cerita menarik saat Cawagub Jatim Puti Guntur Soekarno berziarah ke makam Sunan Giri, Kebomas, Gresik, Senin (19/3/2018). Kakeknya, Presiden pertama RI Ir Soekarno, pun pernah ziarah seperti yang dia lakukan saat ini.

Cerita itu diungkapkan juru kunci makam Sunan Giri, KH Umar Faisol Masyhud, di sela acara ziarah Puti. Menurut Umar, Presiden Soekarno berziarah ke makam salah satu penyebar agama Islam di tanah Jawa itu pada tahun 1955.

Bung Karno, papar Umar, juga sempat berpidato kepada masyarakat di sekitar makam. Setelah itu, Bung Karno masuk ke area makam Raden Pakoe Mochammad Ainul Yaqin (nama kecil Sunan Giri).

Kemudian usai ziarah, beliau duduk di dekat area makam. “Pak Karno lalu duduk bersila di tempat ini,” kata Umar, sambil menunjukkan tempat yang saat itu juga diduduki Puti.

Puti juga sempat kaget saat mendengar cerita KH Faisol, bahwa pada saat berziarah ke makam Sunan Giri, Bung karno ditemani juru kunci yang tak lain adalah ayah kandung KH Umar Faisol, juru kunci sekarang.

“Bung Karno dulu saat ziarah diterima juru kunci makam yang juga ayah saya KH Masyhud. Sehingga pada sat renovasi makam lalu, kami sepakat untuk tidak membongkar tempat duduk beliau,” ujarnya.

Puti Guntur menyampaikan terima kasih karena masah ada yang peduli dengan sejarah termasuk tempat duduk kakeknya yang tetap dipertahankan.

“Saya terima kasih banyak tempat yang pernah diduduki kakek saya Bung Karno dijadikan tempat bersejarah,” ucap Puti.

Puti tiba di kompleks makam Sunan Giri sekitar pukul 10.18. Kedatangannya disambut jajaran pengurus DPC PDI Perjuangan Gresik, kader, organisasi sayap partai, serta relawan Cagub-cawagub Saifullah Yusuf-Puti Guntur.

Bersama masyarakat dan peziarah lainnya, Puti bergabung membacakan tahlil untuk almarhum tokoh Wali Songo itu.

Usai ziarah, Puti menyapa para pedagang suvenir di luar komplek Makam Sunan Giri. Puti juga berbincang dengan komunitas tukang ojek setempat.

Ketua Paguyuban Ojek Puncak Sunan Giri (POPSG), Mukhin (38 tahun) mengeluhkan, sering terjadi konflik antara tukang ojek, delman dan angkutan kota setempat.

“Ini karena pembagian operasionalnya tidak jelas. Kami yang tukang ojek tidak boleh menerima order pulang-pergi. Namun dokar (delman) dan angkutan kota itu justru yang biasanya malah melanggar dan menerima order PP ini,” ungkapnya.

Oleh karena itu, mereka berharap, jika pasangan nomor urut dua ini terpilih, bisa memperhatikan operasional kendaraan umum di lokasi-lokasi wisata. Khususnya di Puncak Makam Sunan Giri. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Pemkot-DPRD Surabaya Sepakat Desil Bukan Patokan Mutlak Penyaluran Bansos

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) dan DPRD Kota Surabaya sepakat tidak menjadikan klasifikasi desil dalam data ...
HEADLINE

Puan Akan Atur Pertemuan Lanjutan Prabowo-Megawati

JAKARTA – Ketua DPR RI sekaligus Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani mengatakan akan mengatur kembali pertemuan ...
KRONIK

Bupati Fauzi Fokus Bangun Generasi Emas Sepak Bola Sejak Dini

SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur, akan menggelar turnamen sepak bola antar-Sekolah Dasar ...
KRONIK

Sebanyak 348 Pelajar Banyuwangi Ikuti Digital Mission Race Palang Merah Remaja (PMR)

BANYUWANGI – Dalam rangkaian Peringatan HUT ke-81, PMI Banyuwangi menggelar lomba Digital Mission Race UKS/PMR ...
HEADLINE

Presiden Datangi Rumah Megawati, Sampaikan Duka atas Wafatnya Guruh Soekarnoputra

Presiden mendatangi kediaman Megawati Soekarnoputri di Jakarta untuk menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Guruh ...
LEGISLATIF

Guntur Wahono Soroti Honor Guru TK Swasta, Dorong Pemerintah Lebih Bertanggung Jawab

Guntur Wahono menyoroti rendahnya honor guru TK swasta di Blitar. Ia mendorong kebersamaan dan tanggung jawab ...