Kamis
08 Oktober 2026 | 7 : 45

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Program Gus Ipul-Puti Guntur Sejalan dengan Agenda Kerja Aisyiyah

pdip-jatim-puti-pw-aisyiyah-jatim1

SURABAYA – Calon Wagub Puti Guntur Soekarno bersilaturahmi ke Pimpinan Wilayah Aisyiyah Jawa Timur, di Jalan Kertomenanggal Surabaya, Jumat (16/3/2018). Pendamping Cagub Saifullah Yusuf itu diterima Ketua PW Aisyiyah Jatim Siti Dalilah Candrawati, serta jajaran pengurus lainnya.

Di depan PW Aisyiyah Jatim di kantornya, Puti Guntur memaparkan sejumlah program priotitas. Seperti Program Keluarga Harapan (PKH) Super, yakni pemberian insentif untuk kepala keluarga perempuan, sekaligus memperluas lapangan pekerjaan.

Sedangkan, untuk penanganan di daerah yang memiliki lokasi pariwisata, kata dia, nama programnya adalah “Seribu Dewi” atau Seribu Desa Wisata. Program ini fokus meningkatkan potensi desa wisata dengan pemberdayaan kelompok sadar wisata (pokdarwis).

“Ada juga `Desa Cemara` atau Desa Cerdas Maju Sejahtera yang merupakan program pemberian masalah pelayanan di tingkat desa, pendidikan gratis untuk SMA/ SMK Negeri, serta beasiswa untuk warga miskin dan penghafal Al-Quran,” papar Puti.

Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar 60 menit itu, Puti juga menjelaskan sosok Datok Hasan Din, salah satu kakek buyutnya ini tercatat sebagai tokoh Muhammadiyah di Bengkulu, Sumatera Barat.

Kemudian neneknya Fatmawati yang merupakan anak Datok Hasan Din, adalah seorang pengurus Aisyiyah di Bengkulu. Karena itu di mata pengurus Aisyiyah, Puti bukan orang asing lagi.

Puti menyampaikan terima kasih bisa diterima Aisyiyah, sehingga bisa menyampaikan program-program kerja pasangan nomor urut 2.

“Terima kasih kesempatan yang diberikan, dan senang sekali bisa bersilaturahim di PW Aisyiyah Jatim,” ucapnya.

Sementara, Ketua PW Aisyiyah Jatim Siti Dalilah Candrawati memuji program pasangan Gus Ipul-Puti Guntur yang beririsan dengan agenda-agenda kerja Aisyiyah. Seperti pemberdayaan UMKM pada kaum gender, memperhatikan pendidikan, persoalan anak serta lansia.

“Meski masih calon, Mbak Puti ini pemimpin. Kalau programnya bagus, dan membawa kebaikan semua manusia maka dia akan mendapat tempat yang baik pula,” katanya.

Bahkan, dia sempat menceritakan saat Tanwir Aisyiyah pada 19-21 Januari 2018 diputar film mengisahkan Fatmawati yang saat itu menjahit bendera Merah Putih sambil menyanyikan Mars Aisyiyah.

Pada kesempatan sama, Sekretaris PW Aisyiyah Jatim Nelly Asnifati mendoakan Puti Guntur terpilih menjadi Wakil Gubernur Jawa Timur mendampingi Gus Ipul untuk periode 2019-2024.

“Banyak program Gus Ipul dan Mbak Puti tidak jauh beda dengan Aisyiyah, dan kami telah mengerjakan. Semoga Mbak Puti ini menjadi wakil gubernur, dan nanti tinggal memperkuat kerja sama,” ujarnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Desak PSU Perumahan Vaganza Segera Diserahkan ke Pemkab Malang, DPRD Siap Kawal

MALANG – Komisi III DPRD Kabupaten Malang mendesak Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) Perumahan Vaganza segera ...
SEMENTARA ITU...

Prof Kyungyon Moon Apresiasi Inovasi Bupati Trenggalek, Siapkan Program Pemberdayaan Pemuda

TRENGGALEK – Inovasi Pemerintah Kabupaten Trenggalek mendapat apresiasi dari Prof. Kyungyon Moon dari Jeonbuk ...
LEGISLATIF

DPRD Banyuwangi Ajukan Raperda Inisiatif Pembentukan Produk Hukum Daerah untuk Dibahas

BANYUWANGI – DPRD Kabupaten Banyuwangi mengajukan Rancangan peraturan daerah (Raperda) inisiatif tentang ...
UMKM

Bupati Gresik Perintahkan Dinas Koperasi Tetap Lakukan Pendampingan Pasca-Pelatihan kepada UMKM

GRESIK – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meminta Program Bunda Puspa tidak berhenti pada pelatihan. Para alumni ...
SEMENTARA ITU...

Hadiri Peringatan HUT Ke-81 TNI di Lumajang, Agus Wicaksono Sampaikan TNI Kuat Bersama Rakyat

LUMAJANG – Suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan menyelimuti peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara ...
LEGISLATIF

29 Ribu Rutilahu Mengantre, Eri Irawan Minta Verifikasi Lapangan Diperketat

SURABAYA – Sekitar 29 ribu usulan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) masih mengantre untuk mendapatkan penanganan di ...