Kamis
22 Oktober 2026 | 6 : 32

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

“Biar Rakyat yang Menilai Keputusan Emil Dardak”

pdip-jatim-hasto-bulak-banteng1

JAKARTA – PDI Perjuangan sebagai partai pengusung Emil Dardak dalam Pilkada Trenggalek dua tahun lalu menyatakan menghormati pilihan Emil yang maju jadi calon wakil gubernur Jawa Timur bersama Khofifah Parawansa.

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, rakyat Trenggalek dan Jawa Timur sendiri yang bisa menilai keputusan Emil tersebut.

“Setiap warga negara memiliki hak konstitusional untuk memilih dan dipilih. Pilihan Emil Dardak sah-sah saja. Sebagai seorang yang lama berpendidikan barat wajar jika memandang proses kepemimpinan sebagai proses loncatan karier sebagai hak individu sebagaimana diagungkan di Barat,” kata Hasto Kristiyanto, Selasa siang.

Menurut Hasto, menjadi Bupati Trenggalek memang tidak mudah. Ketika mendukung pencalonan Emil Dardak, PDI Perjuangan melihat bahwa yang bersangkutan punya semangat untuk membangun kabupaten yang dikenal penuh tantangan, untuk memajukan daerah yang memiliki problem, sebagai daerah tertinggal dan terisolir.

“Saat itu kami menghargai semangat anak muda yang ingin membangun kampung halamannya,” kenang Hasto.

Oleh karena semangat membangun Trenggalek itulah, PDI Perjuangan berkoalisi dengan partai lainnya, bertekad mengusung Emil. Bahkan pasangan Emil, yakni Wakil Bupati Nur Arifin merupakan wakil dari PDI Perjuangan.

“Persoalan kemudian, dia berubah dan memilih  untuk mencalonkan diri. Sekarang kami serahkan sepenuhnya kepada masyarakat Trenggalek. Biarkan rakyat yang menilai, sebab rakyatlah berdaulat di dalam memilih pemimpin,” ujar Hasto

PDI Perjuangan yang sejak awal mengusung Gus Ipul dan Abdullah Azwar Anas, menurutnya karena bagian dari kesadaran sejarah dan kultural untuk bersama NU berkomitmen menampilkan kontestasi gagasan terbaik untuk masa depan  Jawa Timur.

“Gus Ipul sangat berpengalaman luas, dan Azwar Anas penuh daya terobosan. Keduanya merupakan kombinasi kepemimpinan yang menarik dan saling melengkapi. Keduanya mengedepankan pembangunan berbasis kebudayaan dan kerakyatan sesuai dengan jiwa masyarakat Jawa Timur yang dikenal sangat patriotis untuk bangsa dan negara,” paparnya.

Dengan munculnya pasangan baru, Hasto memperkirakan pilkada Jawa Timur semakin menarik. “Berkompetisi dengan Partai Demokrat yang memberikan dukungan kepada Khofifah dan Emil memberikan seni tersendiri dalam strategi,” tuturnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Tegaskan Gelar Cak dan Ning Surabaya Bisa Dicabut

SURABAYA – Wali Kota Eri Cahyadi menegaskan gelar Cak dan Ning Surabaya dapat dicabut apabila pemegangnya ...
KRONIK

Masa Tunggu Haji Diseragamkan, Ina Ingatkan Ketatnya Syarat Istitha’ah

BONDOWOSO – Pemerintah memperbarui sistem antrean keberangkatan ibadah haji untuk musim haji 1448 Hijriah/2027 ...
LEGISLATIF

DPRD Jember Ingatkan Ancaman Benturan Lahan Rumah Murah dan Pangan

JEMBER – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jember mengingatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember ...
KRONIK

Video Call Rombongan Penari Gandrung Sewu Korban Kapal Terbakar, Bupati Ipuk Semangati Tetap Tampil

BANYUWANGI – Mendengar kabar lima penari Gandrung Sewu asal Palembang dan Lampung merupakan penumpang KMP Batmandi ...
HEADLINE

Said Abdullah: Kekeringan dan Karhutla Tak Boleh Jadi Bencana Tahunan yang Dianggap Biasa

SURABAYA – Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Said Abdullah mengingatkan pemerintah daerah untuk memperkuat ...
LEGISLATIF

APBD Magetan 2027 Menurun Secara Makro, Fraksi PDI Perjuangan Pertanyakan Target RPJM

MAGETAN — Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) DPRD Kabupaten Magetan memberikan sorotan tajam ...