Selasa
27 Oktober 2026 | 8 : 59

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Dewan Kaji Ulang Penyertaan Modal di Kebun Binatang Surabaya

pdip-jatim-erwin-dprd-surabaya

SURABAYA – Badan Anggaran DPRD Surabaya mengkaji ulang penyertaan modal kepada Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) Kebun Binatang Surabaya (KBS) sebesar Rp50 miliar pada 2018, karena laporan keuangannya belum transparan.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan yang juga anggota Banggar DPRD Surabaya Erwin Tjahyuadi mengatakan, ada beberapa anggaran penyertaan modal dari PDTS KBS tahun sebelumnya yang dibelanjakan tanpa dilaporkan ke DPRD Surabaya.

“Kami mengetahui hal itu setelah dewan memanggil pihak PDTS KBS terkait laporan keuangan,” kata Erwin, kemarin.

Menurut dia, ternyata hal itu baru terungkap bahwa ada anggaran penyertaan modal di era direktur sebelumnya yang didepositokan ke bank.

Anggaran sebesar Rp10 miliar yang tidak bisa digunakan untuk revitalisasi KBS justru didepositokan di bank dan bunganya digunakan untuk membeli tiga mobil operasional perusahaan.

“Ini kan aneh. Lalu pertanggungjawabannya seperti apa,” ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, keterangan itupun diperoleh bukan dari direksi melainkan dari salah satu staf di bagian keuangan, dimana uang tersebut didepositokan lantaran saat itu PDTS KBS masih terlibat sengketa kepemilikan KBS. Sehingga dana tersebut belum bisa dipakai untuk membangun infrastruktur.

Padahal menurut Erwin, yang tidak boleh itu pembangunan menyentuh kandang. Jika pembangunan di luar kandang seharusnya bisa dilakukan KBS.

“Kami sedang menggali, kalau deposito tentunya tidak hanya satu tahun dua tahun. Kami ingin tanya bagaimana nasib anggaran itu sekarang,” kata anggota Komisi B DPRD Surabaya ini.

Jika dilihat sekilas, ujar Erwin, apa yang dilakukan pihak PDTS KBS tersebut memang menguntungkan. Namun, fungsi dari penyertaan modal adalah untuk pembangunan di kebun binatang yang telah jadi ikon wisata Kota Surabaya.

Dia mengkhawatirkan jika KBS mendadak membutuhkan uang namun tidak dapat diambil lantaran dananya didepositokan. “Kalau suatu ketika dibutuhkan tidak bisa, bagaimana kalau tiba-tiba dibutuhkan,” ujarnya.

Oleh sebab itu, sampai penjelasan terkait administrasi laporan penyertaan modal itu transparan, ujar Erwin, maka badan anggaran akan mengkaji ulang dulu alokasi penyertaan modal pada 2018.

Seperti diketahui, untuk PDTS KBS diberi plafon anggaran Rp50 miliar yang dicairkan dalam kurun waktu sekitar lima tahun. Saat ini sudah memasuki tahun ketiga.

“Harapannya di era direktur yang baru ini, KBS bisa lebih baik. Kami sepakat namun harus jeli, dan masalah yang kemarin dibereskan dulu,” tegas dia. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Doding Rahmadi Ajak Rider Trail Perkuat Gotong Royong, Bantu Pembangunan Masjid di Trenggalek

TRENGGALEK – Hobi memacu adrenalin di jalur perbukitan dan hutan bisa berjalan beriringan dengan kepedulian sosial. ...
KRONIK

Atasi Kelangkaan Solar, Pemkab Bangkalan Terbitkan Edaran Khusus BBM Petani

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan terbitkan edaran khusus memprioritaskan alokasi Bahan Bakar ...
KRONIK

Polusi Surabaya Makin Parah, Wali Kota Eri Bongkar Penyebabnya

SURABAYA – Kondisi udara Kota Surabaya belakangan ini menjadi perbincangan hangat warganet. Sebagian dari mereka ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Tegaskan Pelaku Bullying di Kediri Bisa Di-DO, Guru dan Orang Tua Diminta Terlibat

KEDIRI – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menegaskan tidak akan memberikan ruang bagi tindakan perundungan ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP DPRD Jatim Dukung Perpres Ojol, Dewanti Desak Juknis Transparan

SURABAYA – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur mendukung penerapan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun ...
KRONIK

Pemkot Surabaya Tekan Polusi Udara Lewat Kereta SRRL dan Pembatasan Truk

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memfokuskan penanganan polusi udara pada dua kebijakan kunci, yakni ...